
Kinar dan Rangga melangsungkan makan siang, mereka menikmati makan siang berdua dengan romantis yang di penuhi canda dan tawa, dan tak lupa juga Rangga selalu memegang tangan istrinya yang berada di atas meja.
Setiap orang melihatnya mereka berfikir Kinar dan Rangga dua insan yang lagi di mabuk cinta dalam berpacaran. sehingga salah satu pengunjung yang datang bilang kalau seromantis itu ketika putus pasti si cewek atau si cowoknya akan menangis karna gak rela hubungan mereka berakhir.
Kinar dan Rangga saling bertatapan sambil tersenyum mendengar ucapan mereka. mendengarnya Rangga tersenyum dan yang di lakukan Rangga benar-benar membuat Kinar terkejut. Rangga mendekati Kinar dan memegang tangannya sambil mengatakan sesuatu yaitu.
"Maukah kamu hidup bersamaku selamanya? dan menua bersamaku? " ucap Rangga dengan mencium punggung tangan istrinya.
"Apa yang kamu lakukan sayang, malu di lihat orang"
"Jawablah pertanyaanku sayang"
"Hmmm, aku mau sayang" ucap Kinar dengan mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum
Frans sebagai sekretaris yang setia, ia memberikan cincin ke Rangga dan di pasangkan ke jari manis istrinya.
Kinar tersenyum dan terharu, ia tidak menyangka dengan apa yang Rangga lakukan padanya hari ini.
Kinar tidak bisa membendung air matanya lagi sehingga tanpa izin air mata itu keluar.
Rangga mengusapnya, ia tidak ingin air mata itu merusak kecantikan istrinya. Rangga mencium dahi istrinya lalu memeluknya.
"Maafkan aku yang baru menyadarinya kalau aku mencintaimu, kamu adalah anugrah yang di berikan oleh tuhan dalam hidupku" ucap Rangga lalu mencium pucuk kepala istrinya.
Kinar mengeratkan pelukannya ke Rangga.
"Terima kasih sayang, aku akan selalu bersamamu dan menua bersama sampai kita melihat anak cucu kita nanti"
Semua orang yang berada di restaurant itu bertepuk tangan dengan kagum melihat Rangga dan Kinar. bahkan pengunjung lainnya memeluk istri mereka, mengenggam tangan istri mereka. mereka kagum dengan sikap Rangga yang begitu menyayangi istrinya.
Hari itu menjadi hari yang paling bahagia untuk pasangan Rangga dan Kinar, Rangga menyuapi Kinar begitupun dengan Kinar menyuapi Rangga.
*****
Berly begitu gelisah, ia mengkhawatirkan Deri yang sudah beberapa hari belum juga kembali. ia begitu kesepian ketika ia mengusir Deri pergi dan meminta Deri agar tidak muncul di hadapannya lagi.
Berly tau Deri seperti apa, semarah bagaimanapun Berly. Deri tidak pernah membalasnya, Deri selalu datang ataupun menelfonnya sehari Berly marah kepadanya. tapi Berly merasa khawatir karna sudah beberapa hari Deri tidak pernah menghubunginya lagi.
Berly menelfon nomor Deri tapi nomor yang ia telfon tidak dapat di hubungi. Berly mondar mandir di apartemennya.
Sedangkan Deri tergeletak di lantai dengan tak berdaya. matanya menjadi sipit dan membengkak karna pukulan. mereka menyiksa Deri agar Deri menyesalinya tapi nyali Deri seperti memiliki banyak nyawa.
Deri bahkan menantang mereka dengan ucapannya bahwa Rangga dan orang-orangnya tidak akan berani membunuhnya dan di barengi dengan tawa. walaupun Deri sudah babak belur namun ia tidak menyerah, ia akan melakukan apapun untuk Berly walaupun nyawanya sebagai taruhan.
__ADS_1
Berly yang begitu khawatir ia pergi dengan mencari Deri, dan yang bisa membantunya hanyalah Rangga menurut Berly.
Rangga dan Kinar sedang menikmati hari bahagia mereka, dunia bagaikan milik mereka berdua sehingga siapapun yang mengganggu mereka dengan menghubungi, mereka tak menghiraukannya.
Rangga yang sedang duduk di shofa dengan Kinar duduk di depannya sambil menyandarkan tubuhnya ke dada Rangga.
Kinar yang sedang menikmati cemilannya, sesekali ia menyuapi Rangga. namun Rangga selalu melakukannya ketika berdekatan dengan Kinar. yaitu menyisir rambut istrinya dengan jarinya sendiri.
Rangga sesekali mencium kepala ataupun pipi istrinya. kadang Rangga suka menjahili Kinar dengan mencium bibir istrinya ketika sedang serius menonton.
"Sayang" panggil Kinar dengan kesal, sedangkan Rangga hanya tertawa saja seperti tidak peduli Kinar mau marah atau tidak yang ia tau hari ini hatinya begitu bahagia.
Rangga sesekali menarik wajah istrinya untuk di ciumnya, Kinar membiarkannya walaupun ia merasa risih karna di ganggu terus oleh suaminya.
Sampai akhirnya Rangga mulai mencium belakang lehernya, Kinar yang merasa geli ia menegur suaminya tapi suaminya tidak memperdulikannya.
Kinar menutup kedua matanya, ia menarik nafasnya karna kesal Kinar langsung berdiri.
"Sayang..."Panggil Kinar dengan suara kesal
"Iya sayang aku di sini koq" jawab Rangga dengan seperti tidak tau apa-apa padahal istrinya sudah terlihat kesal.
"Sayang jangan menggangguku, sebentar lagi filmnya akan selesai koq"
Kinar mengalihkan wajahnya kearah lain karna ia tidak tahan lagi untuk tertawa melihat wajah suaminya yang selama ia menikah tidak pernah melihat suaminya seperti tingkah anak kecil. Kinar menahan tawanya.
"Sayang.." panggil Rangga dengan suara lucu versi dirinya sambil mengayun-ngayunkan tangan istrinya
Kinar menutup mulutnya karna tidak tahan lagi dengan tingkah suaminya.
"Sayang, sayang"
"Sayang tolong hentikan" ucap Kinar dengan tertawa lepas.
Ranggapun tersenyum melihat istrinya tertawa lepas karna ulahnya. Rangga menarik Kinar duduk di pangkuannya.
"Jangan marah ya sayang" ucap Rangga dengan menatap istrinya sambil memonyongkan bibirnya.
"Stop sayang" Kinar mencubit kedua pipi suaminya.
"Kenapa kamu begitu lucu sayang, dan tingkah seperti ini kamu dapatkan dari siapa sih, siapa yang mengajarimu" tanya Kinar
Rangga berfikir dengan memutar-mutarkan kedua bola matanya
__ADS_1
"Buahahaha, astaga sayang tolong berhenti, perutku sakit karna wajahmu itu" karna gemes Kinar mencium bibir suaminya.
"Udah ya sayang, gak usah seperti itu. sumpah wajah kamu tuh gemesin"
"Apa kamu bahagia sayang?" tanya Rangga dengan memeluk pinggang istrinya"
"Hmmm, bahagia banget"
"Apa kamu akan selalu bersama denganku?" tanya Rangga lagi dengan menarik pinggang istrinya.
"Iya sayang, kan udah ku jawab tadi di restaurant"
"oh iya, aku hanya memastikannya lagi, siapa tau kamu melupakannya"
"Mana ada sayang, aku gak akan lupa, kecuali kamu yang akan melupakannya" ucap Kinar dengan memijit hidung suaminya.
Rangga mencium bibir istrinya dan di balas oleh istrinya, mereka saling berciuman. setelah itu Rangga memeluk istrinya dengan membenamkan wajah istrinya di dada bidangnya.
"Aku sangat mencintaimu sayang" ucap Rangga dengan memeluk erat istrinya sambil mencium kepala istrinya
"Aku juga sangat mencintaimu sayang, terima kasih memberiku kesempatan mengisi hatimu dengan namaku" ucap Kinar dengan membalas pelukan suaminya. ia mengeratkan pelukannya sambil mengusap-ngusap belakang suaminya.
Rangga tersenyum licik ketika menatap Kinar.
"Apa yang kamu pikirkan sayang"
"Aku hanya memikirkan" ucap Rangga dengan tersenyum licik
"Gak, aku gak mau sayang"
"Sekali saja demi junior kita"
"Gak, lepaskan aku sayang" teriak Kinar karna tangan Rangga sudah mulai nakal.
ruang keluarga di penuhi oleh canda tanda mereka berdua, sehingga bel berbunyipun mereka tak mendengarnya. ketiga kalinya baru menyadari kalau ada seseorang yang memencet bel.
Rangga yang tak ingin berjauhan dengan istrinya ia mengajak istrinya agar menemani dirinya membuka pintu sambil ia merangkul pundak istrinya dengan tangannya yang nakal
"Stop sayang, ada orang di luar jangan nakal"
"Sekali saja"
"Sayaanngg" teriak Kinar dengan tertawa.
__ADS_1
Ketika Rangga membuka pintu Rangga dan Kinar terkejut ternyata yang datang adalah Berly.