
Reni keluar dari rumah orang tuanya, ia pergi mencari tempat tinggal yaitu apartement, Reni menghubungi pendiri kampus mengatakan kalau dirinya telah di usir oleh orang tuanya. ia meminta agar pendiri kampus memberinya uang selama ia tinggal di luar.
Pendiri kampus tertawa puas dengan memanfaatkan Reni ia bisa menghancurkan tuan Endrow.
"Akhirnya kamu terjatuh juga Endrow, aku tidak perlu capek-capek menghancurkanmu karna putrimulah yang menghancurkanmu" ucap pendiri kampus begitu senang.
"Sekarang hanya tinggal Rangga yang harus aku hancurkan"
Pendiri kampus begitu sabar bekerja sama dengan Reni putri tuan Endrow, karna Reni adalah perempuan yang begitu sombong dan angkuh.
"Aku hanya cukup bersabar sedikit lagi menghadapi perempuan sialan itu" ucap pendiri kampus mengingat bagaimana sikap Reni yang seenaknya meminta bayaran ke pendiri kampus dan juga selalu mengganggunya dengan menelfon pendiri kampus berulang kali.
Pendiri kampus memenuhi kebutuhan Reni, karna ia begitu puas dengan pekerjaan Reni. saat ini pendiri kampus memanfaatkan Reni dengan baik selama ia membutuhkannya.
Selama dua hari Reni bersembunyi tanpa melakukan apa-apa, Rangga sudah mengetahui kalau dirinya yang selalu meneror Kinar dengan mengirimkan paket ancaman ke rumahnya. Reni menunggu waktu yang tepat untuk memulai rencananya kembali.
Sudah 2 hari Reni tidak melakukan apa-apa sehingga membuat pendiri kampus kesal padanya karna hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa untuk menghancurkan Rangga dan Kinar. pendiri kampus terus menghubungi Reni sehingga membuat Reni marah karna kenyamanannya selalu di ganggu.
Reni yang merupakan anak keras kepala dan gak bisa di atur membuat pendiri kampus ingin semua ini segera selesai, dan setelah selesai semua pendiri kampus ingin membereskan Reni
Pendiri kampus saat ini tidak memikirkan cinta Helen kepada Rangga, yang ia pikirkan saat ini untuk menghancurkan Rangga sekalipun dengan membunuh Rangga. pendiri kampus begitu marah dengan sikap Rangga yang selalu menolak dan mempermalukan dirinya.
Setelah beberapa hari, Reni pergi ke rumah pendiri kampus dengan meminta uang untuk kelangsungan hidupnya, semua keuangan Reni di blokir oleh tuan Endrow. sekarang satu-satunya tempat ia melangsungkan hidup yaitu hanya pendiri kampus.
Reni masuk ke dalam rumah pendiri kampus, ia duduk dengan meletakan kedua kakinya di atas meja sambil melihat rumah pendiri kampus.
Pendiri kampus menatap Reni dengan tatapan tidak suka.
"Mau apalagi kamu kemari?"
Mendengar ucapan pendiri kampus Reni menatapnya dengan tatapan tak terbacakan.
"Aku kemari mau minta uang 200juta"
Pendiri kampus terkejut dengan nominal yang di minta Reni, 2 hari lalu pendiri kampus baru memberikan ia uang 50juta sekarang meminta lagi dengan nominal yang sangat besar.
"Aku gak punya uang"
Reni mengeluarkan handphonenya di saku celananya dan memutar rekaman percakapannya dangan pendiri kampus yang ingin membunuh Rangga dan menghancurkan Kinar dengan membunuh anaknya.
"Sial.." mau tidak mau pendiri kampus terpaksa memberikan uang 200 juta ke Reni.
Reni tersenyum setelah selesai memeriksa uang yang di berikan pendiri kampus.
__ADS_1
"Jika seperti ini aku tidak akan mengancam mu" ucap Reni dengan berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan pendiri kampus.
"Sial, kenapa aku meremehkan perempuan sialan itu. aku harus menyelesaikan urusanku dengannya kalau tidak dia akan memerasku dengan mengancam menggunakan rekaman itu"
Pendiri kampus harus menahan dirinya demi balas dendamnya.
Tepat seminggu Reni kembali dengan rencananya membunuh Kinar, tapi sebelum ia melakukannya ia menghubungi pendiri kampus agar menyiapkan uang sebesar 1M, karna menurutnya ini adalah rencana terakhirnya untuk membunuh bayi dalam kandungannya dan sekaligus membunuh Kinar.
pendiri kampus setuju dengan apa yang Reni katakan tapi pendiri kampus akan memberikan yang Reni minta setelah melakukan tugasnya dengan baik.
Malam ini Reni menyiapkan semua yang ia butuhkan untuk membunuh Kinar besok. ia membeli sebuah ular dan mengisinya di sebuah kardus untuk di kirimkan ke rumah Rangga besok. setelah menyelesaikan semuanya hanya selangkah lagi yaitu mengirimkan paket besok tepat di rumah Rangga dan di terima oleh Kinar sendiri maka yang Reni inginkan akan terjadi besok.
Rencana Reni selalu gagal karna nyonya Tika yang selalu menerima paket itu bukan Kinar, tapi kali ini ia akan memastikan sendiri dengan mengantar paket itu kerumah Rangga dan di terima langsung oleh Kinar sendiri.
Keesokan paginya waktu yang di tunggu Reni telah tiba, ia memantau rumah itu dengan melihat Rangga pergi meninggalkan Kinar. setelah Rangga pergi Reni mengetuk pintu ketika Kinar baru saja menutupnya.
Reni mengetuk pintu, pembantu rumah yang membukakan pintu.
"Ada yang bisa saya bantu?"
"Benar ini alamat rumah nona Kinar Aurora wijaya?" tanya basa basi Reni agar mereka tidak mencurigainya.
"Iya benar" jawab pembantu rumah yang membukakan pintu.
Ketika pembantu itu mengambil paket dan mau menandatanganinya, Reni melarangnya.
"Maaf, saya harus mengantarkan paket ini ke nona Kinar langsung"
"Baiklah tunggu sebentar saya panggilkan dulu" ucap pembantu itu dengan pergi meninggalkan Reni.
Kinar keluar dari kamar dengan menghampiri pengantar barang bersama dengan pembantu.
"Maaf nona, ini ada paket untuk nona saya di perintahkan memberikan langsung ke nona" ucap Reni yang berpura-pura sebagai pengantar barang.
Kinar yang merasa dirinya tidak memesan barang, ia ragu untuk menerimanya tapi ketika melihat pengirimnya akhirnya ia menerima paket itu.
"Silahkan tanda tangan nona, dan saya akan mengambil gambar nona."
Tersenyumlah karena ini adalah foto terakhirmu melihat dunia ini Kinar.
Setelah selesai pengantar barang meninggalkan Kinar, dan kinar masuk ke dalam rumahnya sambil melihat paket yang di terimanya. paket itu bertuliskan nama pengirim suaminya Rangga Wijaya.
Nyonya Tika keluar dari kamarnya dengan menanyakan paket yang di pegang oleh menantunya.
__ADS_1
"Itu paket dari siapa Kinar?"
"Oh iya ma, ini paket dari Rangga"
"Rangga? ada apa dengan anak itu, kenapa dirinya seperti anak remaja saja yang sedang pacaran dengan mengirim paket segala padahal tinggal serumah"
"Gak tau ma, Kinar juga kaget mendapatkan paket ini"
"Ya sudah cepat buka, mama juga penasaran apa yang dia kirimkan padamu"
Kinar mulai membuka paket itu karna dirinya dan mertuanya begitu penasaran dengan kiriman dari suaminya, Rangga.
Setelah membuka perekat dan pembungkusnya, Kinar membuka kardus itu dan betapa terkejutnya dia melihat kepala ular yang siap-siap mematoknya. dengan terkejut Kinar berteriak dan melemparkan kardus itu, nyonya Tika pun terkejut, ia menyuruh Kinar lari kalau tidak ular itu akan mematok kakinya. dengan untuk menghindari ular itu Kinar berlari dengan terus melihat kebelakang karna ular itu mengejarnya sampai akhirnya kaki Kinar kesandung dan membuatnya terjatuh dengan tiarap.
"Aaaaa..." teriak Kinar dengan memeluk perutnya yang saat ini perutnya sakit dan terjadi pendarahan.
Nyonya Tika yang melihat Kinar terjatuh, ia mendekatinya dengan meletakan kepala menantunya di pangkuannya.
"Sayang kamu pendarahan" ucap nyonya tidak dengan menyuruh pembantu menelfon ambulance.
Sedangkan ular yang mengejar Kinar entah kemana, ia menghilang begitu saja.
Saat Kinar berada di rumah sakit dengan dirinya tak sadarkan diri, dokter memeriksanya dan kandungannya.
Rangga pun sudah berada di sana dengan menunggu hasil pemeriksaan dokter.
"Bagaimana dengan istri saya dokter?"
"Nona Kinar saat ini dalam keadaan kritis karna pendarahan, dan kami akan melakukan oprasi untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungan nona Kinar."
"Anak saya kenapa dokter?"
"Maaf tuan, anak anda tidak bisa kami selamatkan dan kami harus segera melakukan oprasi agar tidak terjadi apa-apa dengan nona Kinar" ucap dokter dengan menyuruh Rangga menandatangani surat persetujuan, lalu dokter membawa Kinar keruang operasi.
Nyonya Tika menangis melihat menantunya dan cucunya dan juga putranya. Rangga terlihat seperti orang yang tak berdaya lagi bahkan ia terduduk begitu saja ketika mendengar keadaan istrinya dan juga anaknya yang meninggal. yang saat ini usia kandungan Kinar sudah masuk 2 bulan.
Rangga begitu terpukul mengetahui buah hati yang ia impikan sudah tidak ada lagi.
"Buahahahaha, akhirnya apa yang aku inginkan akan terjadi" ucap Reni dengan bersemangat.
Reni yang mulai membayangkan dengan bagaimana reaksi Kinar menerima paket darinya lalu ia tertawa puas ketika dalam khayalannya Kinar ketakutan sambil berlarian dan mengalami pendarahan dengan itu membuatnya kehilangan anaknya dan dirinya yang akan menyusul anaknya ke neraka.
Reni tertawa puas sambil tiduran dan dirinya sudah tak sabar lagi menunggu hari esok.
__ADS_1