
Tuan Endrow minum anggur dengan sendiri, ia terus memikirkan putrinya dan merasa bersalah karna menapar sang putri.
"Pa.." istrinya duduk di dekatnya.
"Papa, jangan banyak minum ingat kesehatan pa" ucap istrinya dengan mengingatkan tuan Endrow.
"Maafkan papa, ma. kalau sudah menyakiti putri kita, Reni." ucap tuan Endrow dengan merasa bersalah
"Mama ngerti maksud papa, dan itu bukan sepenuhnya kesalahan papa"
Istrinya memegang tangan tuan Endrow dan di balasnya genggaman sang istri.
"Bagaimana dengan pendiri kampus pa, mama gak sengaja mendengar percakapan papa dengan dia"
"Papa akan menemui dia besok dan membatalkan kerjasama dengannya"
"Jadi papa sudah menyetujuinya?"
"Papa menerima tawaran itu karna papa belum mengetahui kalau yang di maksudnya adalah tuan Rangga Wijaya karna papa tidak mengetahui siapa istrinya jadi papa kira adalah Rangga orang lain"
"Sudahlah pa, berhenti minum nanti kesehatanmu terganggu"
"Papa percayakan ke mama untuk menasehati Sisil, agar tidak mengganggu pasangan itu. mama tau dan lihat kan, berapa persen saham tuan Rangga di perusahaan papa dan semenjak bekerja sama dengan tuan Rangga semua usaha papa berjalan dengan mulus, sesuai dengan yang papa inginkan."
"iya mama tau pa"
"Papa tidak ingin masa depan Reni dan Sisil rusak berantakan hanya dengan mengganggu pasangan itu, mereka adalah orang yang sangat berpengaruh di kota ini"
"Nanti mama akan coba memberi pengertian ke Reni dan Sisil pa"
"Untuk beberapa hari ini biarkan Reni di dalam kamar, papa takut dia akan melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri"
Sebelum tidur istri tuan Endrow pergi ke kamar putrinya, Sisil. ia mengambil sebuah bingkai yang di peluk oleh Sisil. dalam bingkai itu adalah foto Rangga.
Istri tuan Endrow tidak tega melihat putrinya yang begitu menyukai Rangga yang sudah beristri. dengan terpaksa ia mengambil foto itu dengan menggantikan foto Rangga dengan foto keluarga. lalu ia meletakan bingkai itu di tempat semula. sebelum pergi ia mencium dahi putrinya penuh kasih sayang.
__ADS_1
Lalu ia menghampiri pintu kamar Reni, ia mendengar Reni sesegukan menangis namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, semua ini demi kebaikan mereka. dengan berjalannya waktu mereka pasti akan melupakannya.
*****
Keesokan paginya tuan Endrow pergi menemui pendiri kampus. ia datang langsung ke kampus dan menuju ke ruangannya.
Mendengar tuan Endrow menemuinya hari ini, ia begitu bahagia dan mulai mengkhayal bagaimana ia menghancurkan Rangga dan istrinya berkeping-keping sampai Rangga dan Kinar memohon-mohon padanya. dengan kekhayalannya yang luar biasa membuatnya tertawa terbahak-bahak.
Pendiri kampus menghentikan khayalannya ketika seseorang mengetuk pintu, siapa lagi kalau. bukan tuan Endrow.
"Silahkan masuk" ucap pendiri kampus dengan berdiri dari duduknya untuk menyambut tuan Endrow dan mempersilahkannya duduk di shofa yang berada di ruangannya.
Pendiri kampus menelfon seseorang agar membuatkan 2 teh untuk mereka.
"Aku tau kamu pasti sudah gak sabar Endrow untuk melakukannya, sudah jelas-jelas dia mempermalukan putrimu Reni"
Pendiri kampus selalu membahas masalah Reni untuk mengompori tuan Endrow dan memanas-manasi tuan Endrow.
Tuan Endrow ikut tertawa mendengar apa yang pendiri kampus katakan.
"Apa ada di dalamnya untuk rencana kita menghancurkan Rangga dan istrinya?" tanya pendiri kampus dengan menunjuk koper yang di bawah tuan Endrow.
Tuan Endrow menatap koper itu, lalu mengangkatnya dengan meletakannya di atas meja.ia membuka koper itu dan memutarnya ke arah pendiri kampus.
Pendiri kampus kebingungan melihat koper yang berisikan sejumlah uang, itu merupakan uang yang ia bawah untuk menemui tuan Endrow sebagai bukti kesepakatan mereka bekerja sama untuk menghancurkan Rangga dan istrinya.
"Ini apa tuan Endrow?"
"Ini adalah uang, saya mengembalikan semua uang ini ke anda karna saya tidak bisa menerimanya"
"Trus kerjasama yang kita sepakati bagaimana?"
"saya minta maaf karna tidak bisa bekerja sama dengan anda tuan."
"Apa!!!" ucap pendiri kampus kaget mendengar apa yang di katakan tuan Endrow padanya
__ADS_1
Lalu pendiri kampus itu duduk dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran shofa dengan mengangkat kaki sebelahnya dan di letakan di atas pahanya sendiri.
Tuan Endrow menatap bagaimana sikap pendiri kampus yang terlihat begitu sombong.
"Anda katakan saja jika uang itu kurang tuan Endrow, saya akan menambahkan nominalnya"
"Maaf tuan saya tidak bisa melakukannya" ucap tuan Endrow dengan terus menolak
Dengan kesal pendiri kampus beranjak dari duduknya dengan menunjuk tuan Endrow.
"Kamu pikir kamu siapa, menolak saya seperti itu. seharusnya kamu senang karna saya memilih anda sebagai rekan kerja saya."
Tuan Endrow hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh pendiri kampus. lalu ia pamit pergi dan itu membuat pendiri kampus tambah marah dan kesal.
Ketika tuan Endrow berdiri dan memegang gagang pintu untuk keluar, pendiri kampus berteriak ke arah tuan Endrow.
"Hey, ingat Endrow. aku tidak butuh orang sepertimu untuk bekerja sama denganku, dan lihatlah aku akan menghancurkan dirimu bersamaan dengan Rangga Wijaya, aku akan buat kamu menyesal" teriak pendiri kampus ke tuan Endrow.
Tuan Endrow hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan pendiri kampus padanya, lalu tuan Endrow menghadap kearah pendiri kampus sambil menundukan kepalanya. lalu ia pergi dari ruangan pendiri kampus.
Pendiri kampus terlihat begitu marah sehingga ia mengambil vase bunga yang berada di meja dan melemparkannya ke dinding sehingga vase bunga itu pecah. lalu ia menendang meja sehingga membuat koper yang berisikan uang yang di bawah tuan Endrow jatuh berserakan di dalam ruangannya dengan cangkir yang berisikan teh.
ia mendekati ke arah mejanya melemparkan semua yang berada di atas mejanya.
Pendiri kampus meletakan kedua tangannya di atas meja yang sudah menjadi bersih karna semua yang di atas meja sudah berserakan di lantai dalam ruangannya.
"Lihatlah, aku akan membuat kalian membayar semua hinaan ini, aku akan membuat kalian memohon ampunan padaku" ucap pendiri kampus dengan mengepalkan kedua tangannya yang tak terima dengan apa yang tuan Endrow lakukan padanya.
Dengan tuan Endrow menolak bekerja sama dengannya membuat dendamnya dan rasa keinginannya menghancurkan Rangga semakin menggebu-gebu, bahkan pendiri kampus pun ingin membalaskan dendamnya juga ke tuan Endrow.
"Lihat dan tunggulah apa yang akan aku lakukan pada kalian semua, aku akan membuat kalian menyesali semuanya." ucap pendiri kampus.
*****
Di tempat lain Kinar dan Rangga mejalani kehidupan mereka dengan bahagia, mereka melakukan pekerjaan mereka tanpa memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Rangga dan Kinar sering melakukan video call karna rasa rindunya pada istrinya, ia tidak pernah melewatkan panggilan video call kepada istrinya. sampai Kinar sendiri merasa suaminya berlebihan akhir-akhir ini.