Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 16


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan sore Kinar belum pulang juga dan itu membuat Rangga sangat khawatir, Rangga mengambil handphonenya di saku celana namun tidak berani menelfon kinar. Rangga terlalu gengsi untuk menghubungi Kinar dan menanyakan keadaan kinar. akhirnya Rangga menyuruh Frans untuk menelfon kinar namun panggilan Frans tak di jawab oleh Kinar.


Rangga mulai khawatir dan akhirnya ia sendiri yang menghubungi Kinar namun panggilan Rangga sama dengan panggilan Frans tak di jawab.


"siapkan mobil Frans, kita ke tempat yang Kinar datangi"


"Baik tuan"


"Frans..." panggil Rangga


"iya tuan" jawab Frans


"gak usah, kamu pulang saja istrahat, aku juga mau istrahat"


"Baik tuan"


Frans keluar dari rumah Rangga untuk pulang ke rumahnya dengan penuh kebingungan dengan sikap tuannya.


Rangga masuk ke dalam kamar ia duduk di atas shofa yang berada di samping ranjangnya. Rangga kepikiran terus dengan keadaan kinar namun ia tidak memiliki keberanian menghubungi Kinar.

__ADS_1


"Kenapa aku harus mengkhawatirkan gadis gila itu, itu urusan dia bukan urusanku terserah dia pulang atau gak bukan urusanku" kata Rangga lalu ia berdiri "Benar Rangga, itu bukan urusanmu okey" jawab Rangga sendiri.


Rangga pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat yang menempel sehingga membuatnya begitu gerah. Rangga merendamkan tubuhnya di bathup sambil menutup matanya.


********


Di tempat lain Kinar bersama dengan teman-temannya menikmati indahnya pantai di sore hari dengan menikmati beberapa hidangan makanan, mereka mengobrol dengan di penuhi canda tawa, Kinar tertawa lepas dan tawa yang menghiasi wajah kinar membuat Nandar tersenyum melihatnya.


"Kamu begitu cantik Kinar" kata Nandar pada Kinar dengan memuji.


"Apa Nandar? aku tidak mendengar apa yang kamu katakan" tanya Kinar kepada temannya, Nandar.


Sedangkan si ria yang super loading terus memperhatikan si Nandar, ia tidak sengaja mendengar apa yang di katakan Nandar tadi. lalu ia mengalihkan pandangannya ke Nandar kembali.


"Aku pikir kamu ngomong sesuatu ke aku Nandar"


"Gak koq"


"Ya udah lanjutin makannya lagi" ucap Kinar dengan tersenyum

__ADS_1


"Stop Kinar tersenyum seperti itu, aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaanku lagi" Nandar yang memegang dadanya lalu mengalihkan pandangannya melihat ke arah laut.


Kinar terus tersenyum lalu ia tidak bisa menahan tawanya karna ucapan Lia sahabatnya begitu lucu.


"Stop Lia, perutku sakit karna tertawa"


"Benar loh Nar, aku gak bohong waktu itu kalau gak salah terang bulan kamu tau kan kalau malam hari pasti wajah kita kelihatan cakep banget, nah dia minta kenalan sama aku dan temanku, kamu tau gak dia tuh gantengnya gak ketulungan, tapi.."


"Stop Lia udah gak usah katakan"


"tapi pas ketika kenalan dan kita mengobrol tiba-tiba si cowok itu tersenyum dan aku terkejut ternyata giginya tuh gak ada 1 di depan, aku lihatnya masih berfikir positif tapi ketika terang bulannya semakin terang wajah dia mulai jelas dan senyumannyapun jelas Nar, kamu tau gak temanku tuh langsung pergi ke sebelahku dengan menahan tawa"


"Udah Lia perutku sakit, aku bahkan pengen kentut karna nahan tawa" ucap Kinar dengan memohon agar Lia berhenti.


"Kamu gak dengar Lia, kalau kinar tuh udah gak bisa nahan tawa lagi jadi kamu berhenti ngomongnya, kasian Kinar tuh sampai sakit perut" ucap Nandar


"Ciee..ciee yang perhatian" bisik ria kepada Nandar


Nandar menatap ria lalu ia mengabaikan apa Yang di katakan ria dengan wajah yang kaku.

__ADS_1


__ADS_2