
Rangga duduk sambil tersenyum dengan menatap Shofa yang ada di ruangannya.
"Apa yang aku lakukan, sadar Rangga dia bukan tipemu, dia hanyalah wanita yang menggantikan Berly, dan sekarang Berly telah kembali. sadar Rangga sadar" ucapnya dengan memukul-mukul kepalanya.
Frans mengerutkan kedua keningnya ketika melihat tuannya yang terlihat aneh, Frans baru kali ini melihat Rangga tersenyum bahagia, senyuman itu berbeda dari sebelumnya bahkan bersama dengan Berly.
"Tapi kenapa tuan memukul-mukul kepalanya? apakah ada yang mengganggunya akhir-akhir ini" batin Frans dengan bertanya-tanya
"Kamu gak perlu melihatku seperti itu Frans, aku baik-baik saja"
"Iya tuan"
*****
di tempat lain Berly terlihat begitu kesel sehingga ia melemparkan tasnya dan langsung menuju ke lemari es untuk mengambil beberapa minuman.
"Pasti karna Rangga kan kamu begini?"
Berly tidak menghiraukan seseorang yang bertanya, ia terus meminum-minumannya.
"Berhenti Berly, aku tidak mau kamu mabuk lagi'
"Diam kamu Deri"
"kamu begini karna Rangga kan?"
"Bukan dia, tapi wanita miskin itu"
"Sudah ku katakan kamu tidak perlu tinggal bersama dengan mereka"
"Tapi aku gak rela jika Rangga bersama dengan wanita lain selain aku Deri"
Deri menarik rambutnya dengan kedua tangannya
"Kalau kamu mencintainya kenapa kamu meninggalkannya waktu itu Berly?"
__ADS_1
"Itu semua gara-gara pria itu, dia menipuku dengan kekayaannya, tapi semua itu bohong dia hanyalah pria yang gak terlalu kaya" ucap Berly dengan terus minum
"Stop, Berly. aku bilang stop, berhentilah minum Berly" ucap Deri dengan menahan tangan Berly agar melepaskan kaleng minuman itu.
"Aku sangat mencintai Rangga, Deri"
"Tapi semua sudah terlambat, dia sudah memiliki istri dan kamu tak pantas lagi berada di antara mereka berdua"
"Aku tidak perduli Deri, yang aku mau sekarang adalah Rangga"
"Sadar Berly, kamu sendiri yang memberi jalan wanita itu masuk ke kehidupan Rangga dan kamu sendiri yang meninggalkan Rangga"
"Diam Deri" teriak Berly
Deri yang mencoba menasehati Berly agar melupakan masa lalunya dan mengikhlaskan semuanya, tapi Berly tetap pada pendiriannya yaitu mengambil Rangga kembali.
Deri adalah seorang pria yang selalu bersama dengan Berly, yang selalu ada buat Berly tapi Berly hanya menganggapnya sebagai teman saja sedangkan Deri berharap agar Berly melihatnya, menganggapnya sebagai seorang pria bukan seorang teman.
Selama ini Deri mengikuti kemauan Berly karna ia sangat mencintai Berly tapi Berly telah di butakan oleh cintanya pada Rangga. yang sudah jelas tidak mungkin bersama lagi karna Rangga sudah memiliki istri saat ini.
Deri sebagai pria yang mencintai Berly, ia akan melindungi Berly dan akan melakukan semua apa yang Berly katakan bahkan jika ada yang menyakiti Berly siapapun itu Deri akan membalasnya. Deri tidak ingin wanitanya terlihat menyedihkan.
*******
Di kampus Kinar melamun, mengingat semua apa yang terjadi pagi tadi. ia tidak suka melihat Berly yang seenaknya memegang Rangga di depannya.
"Kamu kenapa kinar? koq dari tadi melamun aja" tanya ria
"Gak apa-apa, aku hanya lagi gak enak badan"
"Kamu sakit kinar?" tanya Lia
"Aku hanya kurang enak badan aja, tapi gak apa-apa koq Lia. beneran " jawab Kinar
Kinar membohongi sahabatnya tentang perihal pernikahannya, apa yang dirinya hadapi selama ini.
__ADS_1
Namun Lia beberapa hari ini mulai curiga dengan kinar, ia merasa kalau saat ini kinar sedang menyembunyikan sesuatu.
"Koq kalian berdua pada diam-diam sih" ucap Ria
"Kenapa Ria? maaf aku lagi kurang enak badan kepalaku sakit"
"Ya sudah kamu pulang saja istirahat kinar, masih ada hari esok buat ngurus semuanya"
"Gak Lia, kita harus menyelesaikannya hari ini"
"Kamu yakin kinar?"
"Iya aku yakin, yuk"
"Yuk"
Tiga sahabat itu terlihat begitu sibuk sehingga membuat mereka lupa waktu dan waktu makan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dan tepat pukul 4 mereka menyelesaikan semuanya, tinggal menunggu hari H itu tiba.
Kinar bernafas dengan mengeluarkan suara sehingga nafasnya terdengar oleh dua sahabatnya.
"Akhirnya selesai juga" ucap Lia
"Aku ingin pergi ke pantai, ingin teriak sekeras"
Kedua sahabat Kinar dan Lia menatap Ria.
"Yuk kita ke pantai" ajak kinar dan Lia bersamaan kepada Ria
"Yuk.." ucap Ria dengan tersenyum senang
Tiga sahabat itu telah sampai di pantai, dengan senangnya Ria berlari-lari sambil berteriak
"Aaaaaaaaaaaa ibu, ayah anakmu telah menyelesaikan semuanya" teriak Ria
__ADS_1
Kinar dan Lia tersenyum saling menatap satu sama lain.