
Ny.Tika menatap putranya yang pergi menuju ke kamar, setelah bayangan Rangga menghilang Ny.tika mengambil handphonenya, ia menelfon seseorang. di lihat dari raut wajahnya Ny.tika begitu serius menelfon, sehingga bi Nur tidak berani mengganggunya.
Bi Nur pergi kebelakang menyiapkan makan malam buat mereka, setelah melihat ny.tika selesai menelfon bi Nur memberitahu ke Ny Tika kalau kamar untuknya telah bi nur siapkan.
"Kamarnya sudah siap Nyonya"
"Iya, makasih bi"
Bi nur pergi membawakan tas Ny.tika ke kamar, sebelum bi nur pergi Ny.tika memanggil bi nur.
"Bi...." panggil Ny.tika
"Iya nyonya"
"Terima kasih"
"Sama-sama nyonya"
Lalu Ny.tika mengeluarkan sesuatu dan di berikan ke Bi nur
"Apa ini nyonya?" tanya bi nur dengan kebingungan
"Terima aja bi, itu tanda terima kasihku. karna bibi sudah mau bekerja sama denganku untuk memantau anak-anak"
"Tapi nyonya"
__ADS_1
"Ambil aja bi, tanpa bibi saya tidak akan mengetahui bagaimana sikap putra saya ke istrinya dan juga sikap wanita itu ke menantu saya"
"Terima kasih nyonya" ucap bibi, lalu bi nur pergi keluar meninggalkan ny.tika berada di kamar.
Ny.tika duduk di atas ranjang memikirkan sesuatu entah apa ia pikirkan.
Ternyata selama ini bi nur bekerja dengan ny.tika, apapun yang terjadi bi nur selalu melaporkan ke ny.tika. dan ia tidak menyangka jika wanita yang di lihatnya beberapa bulan lalu adalah Berly. apa yang Ny.tika takutkan terjadi kalau wanita itu akan datang mengganggu rumah tangga putranya dan juga menantunya.
****
Rangga masuk ke dalam kamar, ia melihat kalau Kinar sudah tidur. Rangga pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya, Rangga berdiam diri di kamar mandi sambil menatap wajahnya di cermin.
Hari ini Rangga benar-benar di buat capek dari urusan pekerjaan sampai ke masalah pribadinya.
Rangga menarik nafasnya lalu mengeluarkannya kembali. Rangga melanjutkan dengan merendam di bathup, ia menenangkan pikirannya sambil menutup kedua matanya.
Rangga menatap Kinar, ia tidak tau Kinar benar sudah tidur atau hanya berpura-pura tidur saja.
Rangga naik ke ranjang, ia tidur di samping Kinar.
Kinar yang merasakan Rangga naik ke tempat tidur, Kinar membuka matanya lalu menutup matanya kembali.
Rangga menatap langit-langit kamarnya dengan kedua tangannya di jadikan bantal olehnya.
"Apakah kamu sudah tidur?" tanya Rangga kepada Kinar
__ADS_1
Kinar tidak menjawab pertanyaan Rangga, Kinar terus berpura-pura kalau dirinya sudah tidur.
"Aku tau kamu belum tidur Kinar, aku tau kamu menghindar dariku" ucap Rangga
Rangga mengalihkan tatapannya ke Kinar, Rangga menatap Kinar yang membelakanginya.
Rangga yang tidak tahan lagi, ia mendekati Kinar dan memeluknya dari belakang.
Kinar yang merasa dirinya di peluk oleh Rangga menutup kedua matanya dengan erat.
Rangga memeluk Kinar, lalu ia memutarkan tubuh Kinar agar menghadap ke arahnya. Rangga menatap wajah kinar.
Rangga mengangkat kepala Kinar untuk di pindah ke atas lengannya, agar Rangga leluasa bisa memeluk Kinar. saat ini Kinar berbantalkan lengan Rangga.
Rangga terus menatap wajah kinar, lalu ia mencium dahi milik Kinar.
"Maafkan aku yang terlalu banyak menyakitimu selama ini, aku janji tidak akan menyakitimu lagi" ucap Rangga dengan memeluk Kinar, dan sesekali ia mencium pucuk kepala Kinar.
Kinar yang mendengar apa yang Rangga katakan, dirinya terdiam, ia tidak menyangka Rangga akan mengakui kesalahannya selama ini.
Agar tidak ketahuan, Kinar terus menutup matanya dengan erat.
Malam itu Rangga tertidur sambil memeluk Kinar dengan bibirnya menempel di dahi Kinara, dan dengan tanpa Kinar sadari ia memeluk Rangga.
Rangga yang merasakan pelukan dari Kinar, dirinya tersenyum dengan mata yang sudah terpejam.
__ADS_1
Ny.tika yang berencana mengajak mereka untuk makan malam, ia mengurungkan niatnya ketika melihat putranya yang tidur sambil memeluk menantunya.
Ny.tika menutup kembali pintu kamar dan meninggalkan mereka, sambil tersenyum ny.tika menuruni anak tangga, malam ini ny.tika makan malam sendirian tanpa di temani putranya dan juga menantunya.