
Pagi ini Kinar pergi ke kantor untuk memimpin rapat di perusahannya. ini pertama kali Kinar datang sebagai CEO di perusahaannya.
Kinar masuk dengan melewati resepsionis. orang-orang yang bekerja di kantornya ketika melihat Kinar mereka benar-benar kagum, tubuh yang mendukung setiap pakaian yang ia pakai dan wajah yang menjadi pusat utama orang-orang dan tak lupa yaitu dengan sopan santu yang di miliki oleh Kinar.
Salah satu resepsionis berlari menghalangi Kinar, ia merasa kalau Kinar tak menghargai resepsionis sehingga ia melewatinya begitu saja.
"Anda pikir dengan berpakaian seperti itu anda bisa masuk seenaknya di kantor ini"
Kinar menghela nafasnya, ia tidak habis fikir jika di kantornya masih ada yang tidak memiliki sopan santun.
"Baiklah saya akan mengisi daftar tamu"
Kinar mengikuti resepsionis itu, dengan sombongnya resepsionis itu memberikan buku tamu. ketika Kinar selesai dan pergi resepsionis itu menahannya.
"Anda belum bisa menemuinya sabelum saya mempersilahkan anda"
Kinar benar-benar kesal di buat oleh resepsionis di kantornya dari kemarin, dengan kesalnya Kinar menelfon Sera.
"Anda pikir anda siapa berani menelfon sekretaris Ra" ucapnya di hadapan Kinar
Kinar hanya tersenyum mendengar apa yang resepsionisnya katakan.
"Turunlah Sera"
"Baik Mba"
Sera turun ke lantai satu, ia menghampiri Kinar yang berada di dekat resepsionis.
"Maaf sekretaris Ra, nona ini membuat keributan dengan memaksa masuk kedalam tanpa menunggu persetujuan sekretaris Ra"
"Dasar bodoh" ucapnya ke resepsionis
Sera menatap resepsionis itu dengan marah karna menyebut CEO beautiful membuat keributan.
"Sera rapat pagi ini kita akan mulai siang nanti, dan segera antar ke ruangan saya semua berkas pekerja yang baru" perintah Kinar dengan sengaja mengatakan di hadapan resepsionis
__ADS_1
"Baik nona, saya akan mengantarkan ke ruangan anda 30 menit lagi"
"Baiklah" Kinar menyentuh bahu Sera dengan pergi meninggalkan resepsionis dan juga Sera.
Sera menatap resepsionis, ia ingin menamparnya tapi untuk saat ini bukanlah waktu ya tepar untuk menghakiminya.
Resepsionis itu sedikitpun tak merasa bersalah, ia hanya mengangkat kedua pundaknya. sedangkan lelaki yang bekerja sama dengannya mengambil buku tamu melihat nama wanita tadi.
Ketika laki-laki itu melihatnya ia terkejut melihat tanda tangan wanita itu. KNR. beautiful adalah perusahaan milik Kinar namun KNR di cetak dengan hurup kecil hanya beautiful saja yang di perbesar hurufnya sehingga orang-orang banyak tak mengetahui kalau pemilik KNR hotel merupakan pemilik beautiful juga.
Kinar melihat semua biodata karyawannya bersama dengan Sera. Kinar memegang lima biodata karyawannya. ia menanyakan tentang mereka ke Sera. banyak hal yang ia tidak tau di perusahaannya.
"Reni.."
"Iya nona"
"Pendidikannya bagus, dan keluarganya hebat-hebat juga"
Sera diam saja ketika Kinar melihat biodata Reni, wanita sebagai resepsionis yang menahan Kinar di lantai 1.
Di ruang rapat Sera memulainya dengan memperkenalkan Kinar sebagai CEO perusahaan Beautiful.
Kinar mulai berbicara setelah Sera mempersilahkannya. alasannya baru bisa datang ke kantor merupakan privasinya dan tak perlu orang-orang tau. dan Kinar mulai saat ini akan selalu datang ke kantor.
"Saya berterima kasih ke kalian semua karna sudah berusaha menjadikan perusahaan Beautiful tetap maju, dan untuk seleksi pekerja sayapun bangga dengan kalian mencari seseorang yang berpendidikan dengan lulusan terbaik."
Semua karyawan di perusahaan Kinar adalah orang-orang yang lulus terbaik dari penanggung jawab OB sampai ke penanggung jawab keamanan.
"Saya akan adakan perolingan tugas untuk beberapa orang, karna tempat yang ia tempati saat ini tidaklah cocok untuk dirinya, kenapa saya mengatakan demikian. karna beberapa orang yang tidak memiliki etika dan sopan santun terhadap orang lain."
Semua hanya diam saja mendengarkan keputusan Kinar sebagai CEO di perusahaan. Kinar menyebutkan nama-nama yang akan di roling menurutnya. ada beberapa orang tidak menyetujuinya karna Reni di pindahkan ke tempat belakang sebagai OB. dan Winda akan dipindahkan sebagai resepsionis di tempat Reni dulu.
Winda bukanlah lulus kampus yang hebat tapi di tempat ia menuntun ilmu keluarganya selalu berperan dengan mengajarkan suatu etika dan cara bersopan santun ke orang lain. itulah yang membuat Kinar tertarik dengan Winda.
Beberapa orang tidak menyetujuinya bahkan Sera pun terkejut dengan keputusan Kinar. mereka tidak menyetujuinya karna Reni bukanlah orang seperti yang lainnya Reni merupakan putri dari keluarga yang kaya, putri sulung dari pemilik Mall di kota A.
__ADS_1
Reni memilih bekerja di beautiful karna ia ingin mencoba cara mendapatkan uang dengan bekerja, sehingga ia melamar sebagai resepsionis tapi hari ini karna sikapnya yang sombong ia di pindahkan ke tempat OB.
Kinar menekankan ke yang lainnya bahwa keputusannya sudah jelas, dan semua orang harus setuju dengan keputusan yang ia buat.
Perusahaannya membutuhkan seseorang yang memiliki etika dan sopan santun bukan seseorang yang kaya sehingga bisa membuat seenaknya ke setiap orang.
Rapat siang itu telah selesai, Kinar membubarkannya dan ia pergi ke ruangannya di ikuti oleh Sera.
"Ada apa Sera?"
"Mba apakah kita tidak bisa merubah kembali keputusan"
"Sera, ini demi kenyamanam setiap pengunjung di perusahaan ini, saya tidak ingin karna perlakuan karyawan yang saya miliki merusak reputasi perusahaan Beautiful"
"Tapi mba, Reni itu."
"Ini sudah menjadi keputusan saya Sera, dan apapun yang terjadi saya akan menghadapinya dan menerima semua konsekuensinya demi nama baik perusahaan Beautiful"
Sera diam saja, ia mencerna apa yang Kinar katakan dan semua itu benar. setinggi apapun pendidikan kalau tidak memiliki etika dan sopan santun percuma.
"Baik mba, nanti saya akan menjelaskan ke mereka biar mereka mengerti"
"Gak perlu Sera, biarkan saja jika mereka tidak menyetujuinya. saya tidak perlu membuat mereka mengerti dengan keputusan yang saya ambil"
Siang itu semua orang menerima semua keputusan yang Kinar Ambil.
******
Di tempat lain pendiri kampus menerima informasi yang ia inginkan. perusahaan Rangga terbantukan adanya kerja sama dengan perusahaan Beautiful, seperti karyawan beautiful yang tidak mengetahui siapa CEO perusahaan Beautiful, sehingga terus dan membuat kesalahan. pendiri kampuspun akan membuat kesalahan dengan mengadakan pertemuan dengan perusahaan Beautiful. bukan itu saja pendiri kampus mencari seseorang yang kuat akan membantunya sampai perusahaan Rangga benar-benar terjatuh.
Pendiri kampus yang belum mengetahui siapa pemilik perusahaan Beautiful, ia meminta orangnya untuk menemui pemilik beautiful agar memiliki waktu bertemu dengannya.
Setelah menemukan sesuatu yang bisa menghancurkan Rangga lagi, ia menemui putrinya Helen. pendiri kampus meminta maaf atas apa yang terjadi semalam.
Helen yang tidak mau mendengarkan apa yang ayahnya katakan, ia hanya meminta bukti semua apa yang ayahnya katakan. Helen seperti itu karna ayahnya selalu membohonginya dengan mengatakan sesuatu yang membuatnya bahagia tapi semua itu hanyalah kebohongan menurut Helen.
__ADS_1