
Rangga dan Kinar mulai bersiap-siap untuk pergi ke acara pendiri kampus, walaupun terjadi beberapa drama dalam pakaian yang di pakai Kinar.
"Apa yang kamu pakai sayang?" tanya Rangga dengan tatapan yang tidak suka.
"Ini kan baju yang kamu pilihkan untuk aku pakai"
"Ganti, aku gak suka kamu pakai baju itu"
Dengan kesal Kinar mengganti pakaiannya. Kinar mencoba pakaian tetap yang diberikan oleh suaminya.
"Apa kamu mau pamer dengan tubuhmu di sana?"
Haaaa, Kinar tercengang mendengar apa yang suaminya katakan.
Dasar, dia sendiri yang memilihkan pakaian ini untuk aku tapi dia sendiri yang banyak protesnya.
Pakaian terakhir yang Kinar pakai membuatnya tidak begitu nyaman, namun mencoba memakainya agar tidak terjadi perdebatan antara dirinya dan juga Rangga.
Rangga tersenyum melihat Kinar yang memakai Gaun berwarna hitam itu, Rangga melihat kalau tubuh Kinar tertutup, tapi ia tidak mengetahui model baju yang di pakai oleh Kinar seluruh seperti apa.
Rangga berdiri dari duduknya, ia melihat wajah istrinya terlihat tidak begitu nyaman.
"Kamu kenapa sayang? apa ada sesuatu yang mengganggumu?"
"Anu sayang, eeee"
"Apa katakan saja"
"Maaf tuan Rangga nona kinar gak menyukai baju ini"
"Terus kalau kamu gak menyukainya, kamu mau yang model seperti apa? ini sudah bagus loh sayang terlihat tertutup"
"Tapi sayang"
Rangga tak mendengarkan apa yang istrinya katakan, Rangga merangkul pinggang istrinya, Rangga menyentuh tubuh istrinya.
"Sayang, pakaian kamu" ucap Rangga dengan kaget menyentuh pinggang milik istrinya.
Ketika Kinar berbalik, betapa marahnya Rangga ke desainernya. melihat bagian belakangnya terlihat bolong.
"Apa kamu sengaja memberikan pakaian ini untuk di pakainya?" tanya Rangga dengan wajah yang kesal
Lili diam saja karna Kinar sudah memegang tangannya agar tidak perlu membantah apa yang suaminya katakan, ia tau kalau saat ini suaminya yang bersalah.
"Ganti pakaianmu" ucap Rangga tapi kali ini Rangga ikut masuk ke dalam kamar, ia yang akan menilai.
"Eh bentar, kamu mau kemana?"
"Aku mau ikut masuk"
"Gak usah sayang, kan ada Lili"
"Aku yang akan menilai pakaian yang kamu pakai"
__ADS_1
Kinar mengganti baju lagi tapi Rangga yang memilihkannya, bahkan Ranggapun yang membukanya. katanya biar cepat selesai.
Rangga tersenyum melihat Kinar memakai gaun yang berwarna peach, gaun yang ia pakai pertama.
"Kamu terlihat begitu cantik sayang " ucap Rangga dengan tersenyum
Ini kan baju yang aku pakai pertama yang membuatmu kesal, kenapa sekarang kamu tersenyum bahagia seperti itu.
"Sudah waktunya kita pergi sayang"
Rangga dan Kinar pergi dengan Frans sebagai supir mereka, setelah sampai Rangga dan Kinar turun dari mobil. tiba-tiba Kinar mendapatkan telfon dan membiarkan Rangga masuk lebih dulu ke gedung itu.
Rangga di sambut oleh pendiri kampus dan juga putrinya yang bernama Helena.
Beberapa pengusaha menunduk tak berani menatap Rangga dengan lama karna merekalah yang membuat perusahaan Rangga dalam kritis.
Rangga menatap ke pintu keluar untuk melihat Kinar.
"Kak Rangga" panggil Helena dengan merangkul lengan Rangga.
"Maaf Helena, tidak sepantasnya kamu seperti ini" Rangga menolak dengan melepaskan tangan Helena dari lengannya.
Beberapa menit kemudian Kinar masuk ke dalam gedung, ia berjalan dengan begitu anggu, kecantikan yang menjadi candu bagi orang yang melihatnya dengan melangkahkan kaki di barengi dengan senyuman yang begitu anggun. membuat semua yang hadir terkagum bahkan mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi ketika melihat Kinar yang begitu anggun.
Helen melihat Kinar yang hadir dalam acara itu, awalnya ia kesal namun berubah menjadi senang karna dirinya mendapatkan sesuatu menjadi mainannya.
Rangga tersenyum bahagia melihat istrinya yang begitu anggun.
Ketika Rangga melangkahkan kakinya tiba-tiba Helen lebih dulu menghampiri kinar.
Kinar hanya tersenyum mendengar apa yang Helena katakan. ia menatap Rangga dengan tersenyum, dan Ranggapun membalas senyuman dari istrinya.
"Jadi kamu menargetkan kak Rangga?, kamu salah orang Kinar karna kak Rangga adalah calon suamiku"
"Benarkah?" Kinar pura-pura kaget mendengar apa yang Helen katakan padanya.
"Tapi maaf, aku harus mengatakannya padamu, agar kamu tidak terlalu jauh mengimpikannya"
Kinar mendekatkan wajahnya ke telinga Helena.
"Pria yang kamu sebut sebagai calon suami kamu adalah suamiku" ucap Kinar dengan melambatkan kata suami di depan wajah Helena.
"kasian kamu Kinar, gak mungkinlah kak Rangga seperti itu" ucap Helena dengan menertawakan pengakuan dari Kinar.
"Terserah kamu mau percaya atau tidak"
Sebelum kinar menghampiri suaminya ia memanggil kata sayang ke Rangga di depan Helena.
"Sayang" panggil Kinar dengan menatap wajah Helena lalu Kinar berjalan meninggalkan Helena sambil tersenyum ke suaminya.
Ranggapun langsung mengulurkan tangannya ke Kinara. lalu ia merangkul dengan tangannya di letakan ke pinggang sang istri.
"Kenapa begitu lama sayang?"
__ADS_1
"Maaf"
Helena mengepalkan kedua tangannya, ia benar-benar terlalu meremehkan Kinar selama ini.
Helena menghampiri ayahnya, Rangga dan juga kinar.
"Papa" panggil Helen dengan merangkul lengan pendiri kampus.
"Oh iya kenalin ini Kinar istri saya" Rangga memperkenalkan Kinar di depan pendiri kampus dan juga di depan Helena.
Rangga menatap Kinar sambil tersenyum.
Pendiri kampus yang mendengar perkataan Rangga, ia terdiam karna dirinya sudah mengatakan
ke pengusaha lainnya bahwa malam ini selain acara merayakan kelulusan Helena putrinya ia akan memperkenalkan tunangan Helena.
Pendiri kampus mencari kesempatan untuk berbicara dengan Rangga berdua. setelah mendapatkan kesempatan, kini mereka duduk di tempat yang gak terlalu berisik.
Pendiri kampus memulai percakapannya dengan menanyakan keadaan perusahaan Rangga.
"Bagaimana dengan perusahaan apakah baik-baik saja?" tanya pendiri kampus.
"Seperti yang Anda dengar kalau saat ini perusahaan tidak begitu baik-baik saja, tapi saya akan berusaha mengembalikan semua seperti semula"
Rangga menanggapinya dengan tenang agar tidak terpancing emosinya, karna ia tau pendiri kampus sengaja menanyakannya untuk memanasi dirinya.
Setelah itu pendiri kampus memulai rencananya.
"Saya bisa membantu Anda tuan Rangga, agar perusahaan tuan Rangga kembali membaik"
"Benarkah? jika begitu baguslah"
"Tapi maaf tuan Rangga saya akan membantu anda dengan satu syarat"
"Syarat?!"
"Syaratnya apa biar saya tau"
"Tuan Rangga cukup menikahi Helen putri saya maka semua akan beres"
"Apa anda lupa siapa yang saya kenalkan ke anda tadi"
"Saya tau kalau tuan Rangga sudah menikah, tapi wanita itu tidak begitu cocok dengan tuan Rangga" kata pendiri kampus dengan begitu percaya diri dan tanpa berfikir kalau dia sudah menghina istri seorang Rangga cristian Wijaya pengusaha terkaya no 3 di kota A.
Rangga ikut tertawa dengan pendiri kampus.
"Saya tau pasti tuan Rangga setuju dengan syarat yang saya katakan"
"Kata siapa saya setuju? bahkan saya tertawa dengan apa yang anda katakan kalau saya dan istri saya tidak begitu cocok" ucap Rangga dengan sedikit memajukan tubuhnya agar berdekatan dengan pendiri kampus.
"Saya hanya ingin memberitahu anda bahwa saya dan istri saya melebihi dari kata cocok, kenapa saya mengatakannya lebih dari cocok, saya rasa anda tidak perlu tau karna hanya saya dan istri saya yang lebih tau" ucap Rangga dengan berdiri sambil merapikan jas yang di pakainya lalu meninggalkan pendiri kampus.
Pendiri kampus yang tidak terima di permalukan ia meneriaki Rangga.
__ADS_1
"hati-hati tuan Rangga, ini adalah awal kehancuran anda" ancam pendiri kampus.
Tapi Rangga hanya mengangkat tangannya sambil membelakangi pendiri kampus, mengisyaratkan kata terserah dengan tangannya dan tidak peduli dengan apa yang pendiri kampus katakan.