
Berly kebingungan ketika melihat Rangga berlari menuju ke garasi
"Ada apa dengan Rangga? kenapa dia berlarian" ucap Berly dengan bertanya-tanya ketika melihat Rangga.
Rangga meninggalkan rumah menuju ke Rumah Sakit Mekar. dalam perjalanan Rangga begitu khawatir dengan Kinar.
Rangga melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, dari raut wajahnya ia begitu mengkhawatirkan istrinya.
*****
Kinar menatap Lia yang terbaring tak sadarkan diri, ia menangis karna tidak bisa menjaga sahabatnya.
"Maafkan aku Lia yang datang terlambat" ucap Kinar dengan menangis, lalu Kinar menghapus air matanya.
"Awasi terus rumah Lia. kalian harus melaporkan padaku apa yang ibu dan adik Lia lakukan"
"Baik nona"
Salah satu pengawal Kinar menghampirinya di ruangan.
Kinar yang melihat pengawalnya datang menghampirinya, Kinar langsung menatap pengawalnya.
"Maaf nona, tuan Rangga sedang dalam perjalan menuju ke rumah sakit"
Kinar yang mendengar apa yang di katakan oleh pengawalnya, dirinya langsung beranjak dari tempat duduknya
"Kalian pulanglah, jangan ada yang berdiri di depan pintu ruangan ini"
"Tapi nona"
Kinar langsung menatap pengawalnya.
"Baik nona"
__ADS_1
Pria yang berotot itu adalah pengawal Kinar. Kinar menyuruh mereka agar pergi meninggalkan ruangan.
Setelah mendapatkan perintah dari Kinar mereka kembali ke tempat di mana ke tiga pria itu di sekap.
Tak berapa lama tiba-tiba Rangga datang, ia langsung membuka pintu ruangan.
Kinar yang melihat Rangga datang, Kinar terdiam, ia terus menatap Rangga yang mendekati dirinya.
Rangga berjalan mendekati Kinar dan langsung memeluk Kinar.
Kinar yang di peluk Rangga terdiam, ia terkejut melihat sikap Rangga yang langsung memeluknya
"Apa kamu terluka? apa kamu baik-baik saja?" ucap Rangga lalu memeluk Kinar kembali.
"Berhenti membuatku khawatir padamu" ucap Rangga dengan memeluk Kinar dengan erat sehingga membuat Kinar merintih karna kesakitan
"Aauu..."
Rangga langsung melepaskan pelukannya ketika mendengar Kinar merintih kesakitan.
"Jawab aku, kenapa kamu diam saja Kinar. jangan membuatku khawatir"
Kinar tersenyum melihat Rangga yang begitu khawatir pada dirinya, ia tidak pernah melihat Rangga sekhawatir ini ke dirinya.
"Apa kamu sudah memberiku kesempatan, apa kamu sudah mau menerimaku sebagai istrimu Rangga" batin Kinar dengan terus menatap Rangga yang memeriksa luka di tubuh Kinar.
"Mana yang sakit Kinar, kenapa kamu hanya diam saja" teriak Rangga kesal sudah sedari tadi ia bertanya tapi Kinar tak menjawabnya.
"Aku gak apa-apa Rangga"
" kamu terluka Kinar" ucap Rangga dengan memanggil dokter dengan berteriak-teriak.
"Aku gak apa-apa Rangga"
__ADS_1
"Sssttt diam, kamu harus diam, tunggu sampai dokter datang" ucap Rangga dengan menaruh telunjuknya di bibir Kinar, agar Kinar tidak banyak bicara.
Beberapa perawat datang ke ruangan itu dengan memberi hormat ke Rangga dan dokter Arka pun masuk dengan memberi hormat ke Rangga.
"Tolong periksa istriku" ucap Rangga memberi perintah ke dokter dan perawat
"Baik tuan" ucap salah satu perawat
Rangga langsung menggendong istrinya ke ranjang yang bersebelahan dengan Lia untuk di periksa.
"Rangga aku baik-baik saja, kamu tidak perlu melakukannya" ucap Kinar dengan memberontak agar di turunkan
"Sssttt diam, ini adalah perintah dari suami" ucap Rangga
"Mendengar apa yang Rangga ucapkan Kinar berhenti merontak-rontak.
Kinar saat ini di periksa oleh dokter Arka. dan Rangga terus memperhatikannya.
"Bagaimana kondisi Kinar?"
"Kinar gak apa-apa, hanya saja lengannya" omongan dokter Arka terhenti ketika Kinar memegang tangan dokter Arka.
Arka menatap Kinar, dan menanyakan maksud Kinar apa tapi Kinar menggeleng-gelengkan kepalanya agar dokter Arka tak memberitahu kan ke Rangga kondisinya saat ini.
Kinar tidak ingin Rangga mengetahui apa yang terjadi pada dirinya hari ini, sehingga Kinar meminta bantuan ke dokter Arka agar tidak memberitahukan ke Rangga.
"Bagaimana keadaannya dokter?"
"Kinar tidak apa-apa, hanya lengannya saja yang sakit"
"Apa? lengannya kenapa?"
"Kinar menutup wajahnya dengan tangannya"
__ADS_1
"Maaf Kinar" ucap dokter Arka
Rangga yang mendengar apa kata dokter Arka, langsung menanyakan ke Kinar dan Kinar kebingungan harus menjawab apa.