
Pagi ini Kinar dan mama mertuanya sedang menunggu Rangga untuk sarapan pagi. Rangga datang mendekati Kinar dan mamanya.
"Selamat pagi ma" ucap Rangga dengan mendekati mamanya, lalu mencium pipi ny.tika.
Setelah mencium mamanya, Rangga mendekati Kinar namun langkahnya terhenti dengan menatap Kinar. Rangga ragu melakukannya takut nanti Kinar akan marah ke dirinya. namun Rangga tetap mencobanya karna saat ini dirinya sebagai pejuang cinta kinar.
"Pagi juga sayang" ucap Rangga dengan memegang pundak Kinar, lalu mencium kepala milik Kinar
Ny.tika tersenyum melihat sikap putranya memperlakukan istrinya.
Kinar terdiam ketika melihat sikap Rangga yang berubah, Rangga tidak pernah memperlakukan Kinar seperti itu, tapi pagi ini Rangga benar-benar berubah.
Rangga memberikan piringnya ke Kinar, Kinar kebingungan melihat Rangga memberikan piringnya ke Kinar, sedangkan Kinar sudah memiliki piring.
"Aku ingin kamu mengambilkan makanan untukku seperti yang kamu lakukan dulu" ucap Rangga sambil tersenyum
Kinar menuruti kemauan Rangga, Kinar mengambilkan nasi, sayur dan juga lauk untuk Rangga.
Setelah selesai sarapan, mereka duduk di ruang keluarga, di saat Rangga sedang duduk di shofa, ia terus memperhatikan Kinar yang sedang berjalan ke arah mereka.
Kinar yang siap-siap duduk di shofa dengan tempat duduk khusus satu orang saja, membuat Rangga tidak terima. akhirnya mamanya yang duduk di dekatnya di suruh pindah ke tempat Kinar dan Kinar pindah di dekatnya.
"Mama pindah yaa di tempat duduk Kinar" ucap Rangga dengan memohon
"Sama aja Rangga, mama di sini dan di sana" ucap ny.tika dengan tidak mau pindah
__ADS_1
"Ayolah ma, Rangga ingin duduk di dekat Kinar"
Kinar semakin kebingungan dengan sikap Rangga yang berubah menjadi aneh.
Ny.tika tidak mendengarkan Rangga, ia tetap duduk di tempatnya sambil membaca sebuah majalah remaja.
"Ma..." panggil Rangga
"Dasar" ucap mamanya dengan kesal
Ny.tika pindah ke tempat duduk menantunya, dan meminta agar Kinar pindah di dekat Rangga.
"Kamu pindah ke sana Kinar, mama ingin duduk di sini"
"Tapi ma, kenapa Kinar harus pindah di dekat Rangga?"
Kinar mengikuti apa yang mama mertuanya katakan, saat ini ia duduk di dekat Rangga. namun Kinar menjaga jarak agar tidak berdekatan.
Tapi apa yang terjadi, Rangga yang melihat Kinar menghindarinya rasanya Rangga ingin mengikat Kinar di dekatnya. Rangga mendekati Kinar lalu memegang pundak Kinar dan menariknya.
Saat ini Kinar dan Rangga saling menatap, dan tangan kiri milik Kinar menempel di dada bidang Rangga.
"Ekhem, mama ada di sini, jadi apa yang ingin kalian lakukan jangan melakukannya di sini" ucap ny.tika sambil membuka lembar demi lembar majalah remaja.
Kinar berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Rangga. namun Rangga memeluk Kinar dengan erat.
__ADS_1
"Jika kamu berani menghindari ku dan melepaskannya, aku akan mencium bibirmu di depan mama" ancam Rangga
Kinar yang mendengar perkataan Rangga, hanya bisa menelan salivanya saja. Kinar duduk diam tanpa melepaskan tangan Rangga.
Rangga tersenyum bahagia ketika melihat Kinar yang patuh padanya.
Kinar seharusnya bahagia dengan sikap Rangga kepadanya, perubahan Rangga ke dirinya, kalau Rangga sudah mulai mencintainya. tapi menurut Kinar sikap Rangga terlalu berlebihan sampai Rangga tak menghiraukan orang yang di sekitarnya.
Kinar menunduk malu, wajahnya berubah menjadi memerah karna malu dengan sikap Rangga yang berlebihan.
Seseorang membunyikan bel rumah, menandakan seseorang yang datang. bi nur pergi membukakan pintu, ada sepasang suami istri yang datang.
Kedua suami istri itu masuk ke dalam.
"Assalamualaikum " ucap Bu Yati selaku ibu Kinara
"Waallaikumsalam " jawab mereka
Kinar melihat-lihat siapa tamu yang datang, karna ia seperti mengenal suara itu. Kinar terkejut melihat orang tuanya datang.
"Ibu, ayah" ucap Kinar lalu berlari mendekati kedua orang tuanya.
Kinar mencium tangan kedua orang tuanya dan langsung memeluk mereka. Kinar memeluk sambil mencium ibunya.
"Aku kangen banget sama ibu dan ayah" ucap Kinar dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Ny.tika dan Rangga pun menghampiri kedua orang tua Kinar, Rangga mencium kedua tangan mertuanya.