
Di kantor Rangga sedang menyelesaikan pekerjaannya sebelum makan siang, ia berencana makan siang bersama dengan Kinar di kantor.
Rangga yang dulunya acuh tak acuh, sekarang dirinya ingin berada di dekat istrinya terus. bahkan makan siang pun ia ingin bersama dengan istrinya.
Rangga mulai memakai cincin perkawinannya yang dulu tidak pernah ia pakai untuk menyembunyikan dirinya sudah menikah. namun saat ini ia bahkan ingin seluruh dunia tau kalau dirinya sudah menikah dan wanita yang begitu cantik dengan kesederhanaan adalah istrinya.
Frans yang melihat tuannya memakai cincin perkawinannya, ia tersenyum, ikut bahagia. Frans tau kalau tuannya cepat atau lambat tuannya akan mencintai istrinya.
Hari ini Rangga terus mengganggu Kinar dengan telfonnya dan juga pesan dari Rangga, yang hanya mengatakan dirinya begitu rindu pada istrinya.
"Aku begitu merindukanmu, dan aku juga mencintaimu" ucap Rangga di saat panggilan telfon mereka tersambung.
"Iya aku tau, tapi kamu sudah mengatakannya lebih dari sepuluh kali, jadi berhentilah fokuslah bekerja" ucap Kinar pada suaminya.
"Baiklah, aku bekerja dulu, jangan lupa kita makan siang bersama"
"Iya" jawab Kinar yang mulai kesal dengan Rangga.
Rangga mengakhiri panggilan telfonnya dengan kata aku mencintaimu, tapi setelah itu berselang waktu lima menit Rangga akan menelfon Kinar. hanya mengingatkan makan siang bersama,merindukan Kinar, dan kalimat terakhirnya aku mencintaimu.
Kinar mengakhiri panggilan Rangga dengan suara bahagia namun dalam hatinya ia begitu kesal. karna saat ini Kinar sedang menyiapkan makan siang buat dirinya dan suaminya. namun Rangga suaminya selalu mengganggunya dengan panggilan telfon.
Handphone miliknya berdering lagi, raut wajah kinar sudah berubah kesal lagi, ia menerima panggilan telfon tanpa melihat nama yang menelfonnya. sehingga ia marah-marah dengan menyebut nama Rangga.
Ria yang mendengar ocehan Kinar, ia terdiam ketika Kinar menyebut nama Rangga.
"Kinar ini aku, Ria." teriak Ria untuk mengalahkan suara Kinar
"Siapa?"
"Ini aku Ria"
"Ria ?"
Kinar langsung melihat nama yang tertera di layar handphonenya, dan benar saja itu Ria sahabatnya.
"Ria, ada apa menelfonku?"
"Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku di terima di tempat itu" ucap Ria dengan suara bahagia
"Wuaaa, selamat yaa. aku ikut bahagia" ucap Kinar dengan tersenyum bahagia
"Sudah dulu ya Ria, nanti kita ketemuan aja bertiga. aku lagi sibuk ini" ucap Kinar untuk mengakhiri panggilan dari Ria sahabatnya.
"Koq buru-buru Skali si Kinar matiin telfonnya" ucap Ria dengan menatap layar handphonenya.
"Eee tunggu, tadi Kinar nyebut Rangga dengan nama suamiku. masa sih Kinar udah menikah, kalau Kinar menikah gak mungkin dia gak undang aku dan juga Lia ke pesta pernikahannya" ucap Ria lagi sambil berbicara sendiri, apa yang ia tanyakan, ia jawab sendiri sehingga membuatnya pusing sendiri
"Nanti aku tanyakan ke dia saja, aku mau nelfon Lia dulu, trus pulang menemui nenek dan memberitahu kalau aku di terima di tempat kerja" ucap Ria dengan berjalan sambil melompat-lompat bahagia.
****
Di tempat lain, Lia mulai bekerja sebagai manager di restaurant mewah itu. dengan banyaknya pengunjung tiba-tiba seseorang datang merusak suasana hati Lia. yang tadinya bahagia menjadi kesal.
"Hallo kak, apa kabar?" sapa serina adik tiri Lia.
"Wuaa hebat juga kamu bisa bekerja di tempat mewah dan berkelas ini, ibu berterima kasih karna kamu ibu bisa makan di tempat ini dengan makanan gratis" ucap Mira ibu tiri Lia dengan penuh bahagia.
"Maaf saya tidak mengenal anda, jadi bersikaplah dengan baik sebagai pengunjung di restaurant ini" ucap Lia dengan mengepalkan kedua tangannya mengingat apa yang ibu tirinya lakukan padanya.
__ADS_1
Lia pergi meninggalkan Mira dan Serina, iya menyuruh waiter agar melayani setiap pengunjung yang datang.
"Dasar tidak tau diri, baru juga karyawan sikapnya seperti itu, lihat saja akan ku buat kamu di pecat dari tempat ini" ucap Mira dengan kesal karna Lia mengabaikannya dan seolah tak mengenal mereka.
"Kita kerjain aja Bu, ini kan hari pertamanya kerja gimana kalau kita" bisik serina ke ibunya
Mira menatap serina, lalu ia tersenyum dan di ikut oleh putrinya. mereka mulai menyiapkan apa yang akan mereka lakukan.
Setelah makanan datang Mira dan Serina mulai mencicipi makanannya, lalu menghabiskannya kemudian mereka memesan lagi sampai makanan penutupnya.
"Bu makanannya enak" ucap serina dengan terus menghabiskan makanannya.
"Makan saja, setelah ini kita akan mengerjai si Lia" ucap Mira dengan menyuruh putrinya agar menghabiskan makanannya.
Setelah selesai, waiter memberikan bon yang harus mereka bayar, seketika mata Mira dan putrinya serina terkejut melihat berapa harga semua makanan yang mereka sudah pesan dan habiskan.
"Bu bagaimana ini" bisik serina dengan merasa takut
"Kamu tenang saja, kita akan mulai mengerjainya"
"Kalau kita ketahuan gimana Bu" bisik serina lagi
"Diam, semua ini ide dari kamu serina"
Mira menarik nafasnya untuk memulai rencana mereka, ia menatap putrinya sambil menganggukan kepalanya. pertanda rencana mereka akan di mulai.
"Apa gak salah? kenapa sebayak itu harus saya bayar. jangan menipu saya" ucap Mira dengan marah karna merasa dirinya di tipu.
"Tapi maaf Bu, harganya memang sudah benar. semuanya sesuai makanan pesanan ibu" waiter itu mencoba menjelaskannya. namun Mira terus menyalahkan kalau waiter itu menipunya.
Semua pengunjung menatap mereka ketika Mira mulai mengeraskan suaranya.
Lia yang mendengar keributan dirinya menghampiri ibu tirinya dan waiter.
"Ini Bu, mereka gak mau bayar makanannya, kata mereka saya menipu mereka" jelas Vie seorang waiter yang memberika bon tapi dirinya di tuduh menipu.
"Ini semuanya benar sesuai dengan pesanan anda" jelas Lia layaknya manager menjelaskan ke pengunjung dengan baik.
"hah, kamu pikir saya bodoh, masa makanan segini harganya sampai lima juta" ucap Mira dengan percaya diri di hadapan pengunjung lain.
Beberapa pengunjung menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Mira. mereka bahkan tau kalau ini restaurant termewah di kota ini wajarlah makanannya mahal.
"Tapi Maaf anda harus membayarnya" ucap Lia dengan menegakkan kepalanya.
"Aku tidak akan membayarnya sebelum kalian memanggil bos kalian" ucap Mira dengan ingin bertemu dengan pemilik restaurant.
Bagaimana ini, hari ini adalah pertama aku bekerja tapi wanita ini. ya Tuhan aku mohon lindungilah aku dan pekerjaanku, semoga aku gak di pecat.
"Anda harus membayar ini, bos kami sedang tidak di tempat ia sedang berada di luar kota" lagi-lagi Lia mencoba profesional dalam hal bekerja walaupun ia tau kalau ibu tirinya sengaja melakukannya agar dirinya di pecat dari pekerjaannya.
"Aku ingin bertemu dengan pemilik restaurant ini, aku akan melaporkan kalian telah mengambil keuntungan besar dari pengunjung"
"Anda ingin bertemu dengan pemilik restaurant ini?" Tanya Anand dengan mendekati mereka.
"Iya, Aku ingin bertemu dengannya"
Anand melihat semua makanan yang ada di atas meja, lalu meminta bon kepada waiter, ia ingin memeriksa jika karyawannya menipu pengunjung.
"Tapi ini sesuai dengan apa yang anda pesan, jadi silahkan anda melunasinya"
__ADS_1
"Kamu siapa? kamu pikir aku berbohong?" tanya Mira dengan suara keras.
Dia kan pria yang bersama dengan kinar waktu itu, yang datang ke wisuda Kinar. sedang apa dia di sini, atau jangan-jangan.
Lia menggigit bibirnya takut jika benar apa yang ia pikirkan, tamatlah hidupnya.
"Perkenalkan saya Anand pemilik restaurant ini" ucap Anand dengan mengulurkan tangannya ke Mira
Tuh kan apa yang aku takutkan terjadi juga, bagaimana nasibku kalau aku sampai di pecat, apa yang harus kulakukan ya tuhan.
Serina yang awalnya mendukung ibunya, dan membantu ibunya, sekarang malah terdiam. nyalinya menciut ketika melihat orang-orang yang berada di belakang Anand adalah orang yang waktu itu datang kerumahnya menyelamatkan Lia dari mereka.
Serina memegang tangan ibunya, namun Mira menghempaskan tangan serina.
"Oh jadi anda pemilik restaurant ini? saya akan membayar semua ini setelah anda memecat wanita ini" tunjuk Mira ke arah Lia.
"Dia bahkan tidak becus mengurus restaurant ini" kata Mira lagi
Anand menatap Lia yang sedang menunduk.
"Itu urusan saya, silahkan selesaikan urusan anda dengan membayar semua ini"
"Tapi aku ingin kamu memecatnya sekarang"
Anand mulai kesal dengan Mira yang ngotot meminta agar Lia di pecat.
Serina terus memanggil ibunya, tapi Mira mengabaikan panggilan serina.
"Alasan anda agar saya memecatnya apa?"
"Karna dia tidak becus bekerja, dia mengata-ngatai saya"
"Bohong tuan, saya tidak pernah mengatai pengunjung ini" ucap Lia dengan wajah yang sedih.
Anand menatap mata managernya, ia bisa lihat dari tatapannya kalau managernya tidak berbohong, ia berkata jujur kalau dirinya tidak melakukannya.
"Baiklah saya akan memecatnya, setelah kita melihat cctv, apakah karyawan saya mengatai anda" ucap Anand dengan mengeluarkan handphone dari saku jasnya. untuk mengecek cctv.
"Bu, dengarkan serina"
"Ada apa sih serina"
"Bu, ibu harus membayarnya dan kita harus cepat pergi dari tempat ini"
"Kamu kenapa sih"
"Ibu lihat orang-orang itu, ibu ingat"
Orang yang berada di belakang Anand, membisikn sesuatu ke Anand, sehingga anand menatap Mira dan juga serina putrinya.
"Kenapa kamu baru mengatakannya"
"Aku sudah memanggil ibu tapi ibu mengabaikan ku"
Mira mulai berbicara, dirinya akan membayar semua makanan yang ia pesan.
"Bukankah Anda menginginkan saya memecat manager restaurant ini?"
"Maaf kalau saya salah paham, saya akan membayarnya." ucap Mira mengeluarkan uangnya. dengan bersiap-siap pergi
__ADS_1
"Kalian mau kemana? masalah ini belum selesai jika kalian tidak meminta maaf ke karyawan saya, saya akan melaporkannya ke polisi sebagai pencemaran nama baik" ucap Anand dengan sedikit mengancam.
Mau tidak mau Mira meminta maaf ke Lia dan juga waiter yang ia tuduh, karna ia tidak ingin mendapatkan masalah dengan orang-orang yang ada di belakang Anand.