
Sikembar telah sampai di rumah, mereka langsung masuk ke dalam rumah, seperti biasa mereka selalu Salim ketika pulang sekolah ke neneknya. dengan berat hati hari ini nyonya Tika harus kembali ke rumahnya, mengingat suaminya sendirian di rumah
walaupun suaminya mengizinkannya tapi tanggung jawab merawat suaminya harus ia lakukan dan tak lupa dirinya juga menasehati putranya dan juga menantunya. apapun yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga. mereka harus bisa menyelesaikannya dengan bekerja sama. agar pokok permasalahan itu tidak melebar dan tidak memicu perpisahan. itu adalah nasehat nyonya Tika untuk putranya dan menantunya.
Sore ini Rangga dan Kinar akan pergi mengantar nyonya Tika, Gavin dan Aditia merasa akan sepi jika nenek mereka gak ada di rumah lagi.
"Nenek jangan lupa sering-sering jenguk Ditia dan Gavin yaa" ucap Aditia
"Iya, nenek akan selalu datang melihat kalian berdua. ingat pesan nenek yang nenek katakan"
"Iya nek, Ditia selalu ingat. gak boleh nakal, gak boleh nyusahin Daddy dan mommy"
"Pintarnya cucu nenek"
*****
Malam ini terasa begitu sepi karna nyonya Tika dan Bu Yati sudah kembali ke rumah mereka. Kinar menidurkan si kembar karna besok mereka harus pergi ke sekolah.
Sedangkan Rangga ia mengobati luka yang ia dapatkan pagi tadi ketika mengejar pria yang mencoba mengganggu kedua putranya.
__ADS_1
Kinar masuk ke dalam kamar dan menemukan suaminya yang sedang mencoba mengobati lukanya, Rangga sengaja menyembunyikannya seharian ini karna tidak ingin orang-orang yang ia sayangi khawatir dengan dirinya.
"Sayang!! kamu kenapa?" tanya Kinar dengan mendekati Rangga dan memegang tangan Rangga yang terluka.
"Ini hanya luka kecil sayang, kamu tidak perlu khawatir" ucap Rangga dengan tersenyum
"Luka kecil ataupun besar, harus di obati sayang dan itu akan menjadi masalah besar jika terinfeksi" ucap Kinar dengan memberikan Betadine ke lukanya dan membalutnya
Rangga menatap Kinar dengan tatapan serius dan mendalam, ia mengangkat tangannya dan merapikan rambut yang mencoba menutupi wajah cantik istrinya.
"Malam ini kamu terlihat begitu cantik sayang" ucap Rangga sambil tersenyum
"Jangan mengalihkan ke topik lain sayang, aku ingin kamu menjelaskan ini semua" ucap Kinar dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
"Teruslah berbohong, dan terus sembunyikan semuanya dari aku mas" ucap Kinar dengan mengembalikan kotak P3K kembali ke tempatnya.
Rangga yang melihat wajah Kinar di penuhi rasa khawatir, dan melihat kalau Kinar terlihat kesal karna ia menyembunyikan lukanya dari siang tadi, Rangga langsung berdiri dari tempat duduknya dan memeluk Kinar dari belakang.
"Aku gak apa-apa sayang" ucap Rangga dengan meletakan dagunya ke pundak Kinar.
__ADS_1
"Menurut kamu begitu, tapi menurutku gak mas." ucap Kinar
Rangga membalikan tubuh Kinar agar menghadap ke arahnya, ia merapikan rambut milik Kinar. lalu mencium dahi milik istrinya, Kinar.
"Apa pun itu aku akan selalu menjaga dan melindungi kalian, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kamu dan kedua putra kita" ucap Rangga dengan memeluk tubuh Kinar dengan erat.
Kinarpun membalas pelukan dari Rangga.
"Aku mengkhawatirkan kamu mas, aku tidak tau lagi jika sampai terjadi apa-apa padamu, aku tidak ingin kehilangan dirimu" ucap Kinar dengan memeluk erat Rangga
"Aku akan baik-baik saja, dan tidak akan terjadi apa-apa pada diriku, percayalah okey" ucap Rangga dengan melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya yang terlihat sedih.
"Berhentilah melakukan wajah seperti itu, aku tidak ingin wanita yang begitu membuatku bangga dan membuatku tak melihat lagi adanya wanita cantik di dunia ini terlihat jelek seperti ini" ucap Rangga.
"Kamu bisa aja sayang" ucap Kinar dengan memukul dada kekar Rangga.
"Aauuu" Rangga berpura-pura kesakitan, ia ingin bercanda dengan istrinya karna sudah lama ia tidak bercanda dengan istrinya.
"Sakit ya sayang? maafin aku" ucap Kinar dengan memegang dada suaminya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
__ADS_1
"Hey, tidak perlu serius seperti itu sayang, aku hanya bercanda dan itu benar-benar tidak sakit"
Kinar menatap Rangga dengan kesal namun tatapan itu membuat Rangga tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik istrinya, sehingga Rangga memeluknya dengan erat dan tak ingin melepaskannya walaupun Kinar memohon agar Rangga melepaskan pelukannya.