
Keesokan harinya Kinar sudah berada di gedung untuk melangsungkan wisudanya. Kinar datang dengan kedua orang tuanya karna di dalam gedung hanya orang tua yang bisa mendampinginya yang berjumlah dua orang.
Rangga pagi ini masih pergi ke kantor karna dirinya ada pertemuan penting. sedangkan mertua Kinar mereka tengah bersiap-siap untuk datang ke acara wisuda menantunya.
Kinar saat ini sedang mendengarkan Nomornya di panggil, saat nomornya di sebut Kinar pergi ke depan menghampiri rektor untuk memindahkan tali toganya setelah ia menerima Bundelan dari kepala jurusannya. semuanya berjalan dengan lancar hari ini Kinar dan kedua sahabatnya tertawa penuh kebahagiaan, akhirnya mereka lulus dan keluar dari kampus. mereka yang memimpikan untuk bekerja akhirnya akan tercapai.
Kinar dan sahabatnya sekaligus kedua orang tuannya keluar dari gedung menuju tempat pemotretan, Ria yang didampingi oleh neneknya melakukan pemotretan, kinarpun melakukannya dengan kedua orang tuanya.
Lia berdiri terdiam melihat mereka di dampingi oleh orang tua, Lia terlihat karna saat ini ayahnya tidak datang, padahal Lia sudah memberitahukan ke ayahnya, Lia yang terus menghubungi ayahnya tak pernah mendapatkan balasan. sehingga di hari kebahagiaannya ia hanya sendiri.
Kinar yang melihat Lia berdiri sendirian dengan wajah sedih, Kinar mengajak Lia untuk berfoto dengan dirinya dan juga kedua orang tuanya. bahkan Kinar membiarkan Lia berfoto dengan kedua orang tuanya.
"Kamu tidak perlu bersedih seperti itu, anggap saja Tante dan om adalah orang tua kamu, dan mulai sekarang kamu bisa memanggil Tante dan om , ibu dan ayah seperti Kinar memanggil Tante dan om" ucap Bu Yati dengan penuh perhatian ke Lia.
"Makasih Tante, om" ucap Lia dengan mata berkaca-kaca
"Panggil saja ibu dan ayah Lia" ucap Bu Yati dengan tersenyum
Kinar merasa bahagia memiliki orang tua seperti ibu dan ayahnya, yang memiliki hati begitu baik.
Nyonya Tika dan suaminya sampai di kampus Kinar,mereka melangsungkan pemotretan.
Tak berapa lama Ranggapun datang, dengan tampannya Rangga membawa sebuah buket bungan mawar untuk di berikan ke Kinar. semua mata menatap Rangga, yang begitu tampan dengan setelan jasnya yang berwarna hitam.
Rangga yang hendak mendekati Kinar, tiba-tiba Helen mendekati Rangga dan mengambil buket bunga yang ada di tangannya.
"Makasih kak Rangga, bunganya." ucap Helen sambil mencium bunga yang di bawakan Rangga.
"Eee tapi itu"
"Terima kasih tuan Rangga, sudah menyempatkan waktu untuk datang ke wisuda putriku" ucap pendiri kampus yaitu orang tua Helen
Helen memeluk Rangga dan mengajaknya untuk berfoto, Ranggapun mengiyakan. dalam pemotretan mereka terlihat seperti keluar. Rangga, Helen dan juga papanya.
__ADS_1
Kinar yang melihatnya membuatnya cemburu tapi ia menahannya.
Nyonya Tika merasa kesal dengan tingkah anak pendiri kampus yang asal main nyelonong suami orang, rasanya nyonya Tika ingin mengatai Helen tapi ia menahan dirinya demi reputasi putranya dan juga suaminya.
****
Sebuah mobil berhenti tidak jauh dari tempat pemotretan, seorang pria tampan yang terlihat cool dengan memakai setelan jas berwarna hitam dan kacamata hitam. ia berjalan mendekati ke arah Kinar dan juga orang tuanya.
Kinar tersenyum melihat pria itu datang di hari bahagianya, di hari ia menyelesaikan studinya.
Kinar langsung memeluk pria itu, Rangga mengepalkan kedua tangannya melihat Kinar memeluk pria lain selain dirinya.
"Aku tidak terlambat kan? acaranya belum selesaikan?" tanya pria itu
Kinar mengangkat tangannya dan mengukur jarinya.
"Sedikit"
"Apa kita bisa berfoto?" tanya pria itu ke Kinar
"Wajahmu kelihatan jelek seperti itu, setelah selesai jangan lupa mampir ke apartemen ada sesuatu yang menunggumu disana"
Kinar yang mendengarkan ucapan pria itu, langsung mengalihkan pandangannya ke pria itu
"Benarkah?"
"Hmmm"
Ketika Kinar sedang berfoto dengan pria itu, semua mata menatap mereka, beberapa mahasiswa memuji betapa kerennya pria yang sedang berfoto dengan Kinar. Lia dan Ria pun terkejut melihat pria tampan itu saling mengenal dengan Kinar.
"Dasar wanita murahan, aku penasaran di bayar berapa si Kinar oleh pria itu" ucap Helen
Rangga melepaskan pelukan Helen, Rangga melemparkan tangan Helen yang memegang lengannya.
__ADS_1
"Jaga ucapanmu Helen, aku menurutimu karna menghargai ayahmu" ucap Rangga dengan marah
"Kenapa kak Rangga marah?" tanya Helen
Wajah Rangga berubah menjadi tidak nyaman dengan adanya Kinar bersama dengan pria itu. dan di tambah dengan perkataan Helen yang menghina Kinar.
Bram dan Bu Yati terkejut melihat pria itu, Bu Yati langsung memegang tangan suaminya. Hans pun ikut terkejut melihat Anand, namun ia langsung menatap ke arah Bram.
Pria yang sedang berfoto dengan Kinar, datang mendekati Bram dan juga Bu Yati.
"Apa kabar kak? sudah lama kita tidak bertemu" ucap pria itu
"Sedang apa kamu di sini Anand?" tanya Bram
Pria itu bernama Anand, ia pun saling kenal dengan Bram, Bu Yati bahkan dengan Hans orang tua Rangga.
Anand mengalihkan tatapannya ke arah Bu Yati.
"Apa kabar kakak ipar?" tanya Anand ke Bu Yati.
"Paman" panggil Kinar dengan menggandeng tangan Anand.
Anand ternyata adalah adik Bram, paman dari Kinara. Bram dan anand terpisah karna orang tua Bram tidak menyetujui dan merestui pernikahannya dengan Bu Yati. sehingga membuat Bram pergi dari rumah dan memilih Bu Yati istrinya.
Acara pada pagi itu telah selesai sampai menjelang siang, Kinar pergi dengan ibunya dan juga mertuanya. sedangkan Anand dan Bram masih melanjutkan pembicaraan mereka di tempat lain.
Rangga yang belum mengetahui siapa pria yang memeluk Kinar itu, membuatnya kesal bahkan ia tidak menjawab apa yang Kinar tanyakan, begitupun kedua orang tuanya. Rangga terus mendiami Kinar dan juga kedua orang tuanya.
Karna merasa capek Kinar dan kedua mertuanya pergi istrahat namun mereka membersihkan tubuh mereka lebih dulu. mereka mengabaikan Rangga yang terus berdiam diri di rumah. bahkan di kamarpun Rangga hanya diam dan tak berbicara sepatah katapun ke Kinar.
Kinar pergi meninggalkan Rangga, ia pergi menemui ibunya di kamar sebelah.
"Bahkan dia tidak menanyakannya, kenapa aku mendiaminya, kenapa aku tidak berbicara dengannya?" ucap Rangga dengan kesal melihat Kinar begitu cuek terhadapnya dan tak menghiraukan dirinya.
__ADS_1
Rangga tertawa dengan wajah sedih melihat dirinya yang di abaikan oleh istrinya sendiri.