
Kinar pergi ke ibunya yang sedang berada di teras rumah, Ibu Yati begitu khawatir dengan suaminya yang sedang bertemu dengan anand adik iparnya.
Kinar menatap ibunya yang terlihat gelisah, ia mendekatinya.
"Ibu kenapa?" Tanya Kinar ke ibunya
"gak apa-apa Kinar" jawab ibunya dengan Saling mengaitkan kedua tangannya.
Lalu Bu Yati menatap Kinar, kinarpun membalas tatapan ibunya.
"Kinar jawab jujur sama ibu, sejak kapan kamu kenal paman kamu?"
"Kenapa ibu bertanya begitu?"
"Jawab saja apa yang ibu tanyakan Kinar"
"Kinar bertemu dengan paman Anand dari Kinar pertama menjadi mahasiswa Bu"
"Kenapa kamu tidak memberitahu ibu kalau kamu sering ketemu dengan pamanmu"
"Kinar mau mengatakannya ke ibu, tapi kata paman Anand, nunggu waktu yang tepat dulu, baru dia akan memberitahu ibu dan juga ayah."
Bu Yati mengarahkan tatapannya ke depan pagar untuk melihat kalau suaminya sudah pulang atau belum.
*****
Di tempat lain Bram sedang berbicara dengan Anand, mereka sudah bertahun-tahun tidak ketemu.
"Kenapa kamu datang kemari Anand?"
"Apakah aku tidak bisa bertemu dengan kakakku, kakak ipar dan juga keponakanku?"
Bram hanya diam saja dengan meluruskan pandangannya kedepan tanpa menatap Anand adiknya.
Anand berdiri dari tempat duduk, ia berjalan dua langkah kedepan sambil kedua tangannya di masukan ke saku celana.
"Saat kakak memilih pergi meninggalkan rumah, dan memilih kakak ipar. rumah begitu sepi, bahkan aku selalu merindukanmu" ucap Anand dengan suara lembut
"Dan ayah juga selalu merindukanmu, ia selalu pergi ke kamar dan menatap gambar kakak yang di sana"
__ADS_1
Bram yang mendengar perkataan Anand, ia langsung menatap Anand yang sedang berdiri.
"Aku tidak bisa kembali lagi ke rumah itu, kamu tidak perlu memaksaku untuk kembali ke rumah itu Anand"
"Tapi ayah ingin kamu kembali ke rumah itu bersama dengan kakak ipar" ucap Anand dengan suara keras.
"Ini pilihanku Anand, dan ayah sudah tau kalau aku lebih memilih Yati dari pada ayah, bahkan ayah sudah tidak menganggapku lagi sebagai putranya ketika aku membangkang perintahnya"
"Tapi itu masa lalu kak, bisakah kamu mengalah ke ayah dan kembali dengan meminta maaf"
"Aku tidak bisa kembali kesana Anand" ucap Bram dengan meninggalkan Anand.
Anand mengejar Bram, Anand menahannya agar Bram mau memaafkan ayahnya dan juga kembali ke rumah dan tinggal bersama dengan ayahnya kembali.
"Okey, aku gak maksa kakak. tapi izinkan aku agar selalu berada di dekat kalian"
Bram menatap Anand. "Maksud kamu apa?"
"Aku ingin bermain dengan Kinar"
"Jangan macam-macam kamu Anand"
Anand dan Bram menuju ke rumah Rangga. Anand mengantar Bram sekaligus ia menjemput Kinar untuk merayakan wisudanya dengan pergi jalan-jalan, belanja, nonton dan juga makan.
Bram dan Anand sampai di rumah Rangga, Bram turun bersama dengan Anand.
Bu Yati yang melihat Bram dan Anand datang, ia beranjak dari tempat duduknya, begitupun Kinar ketika melihat ayah dan pamannya datang.
"Hay, kakak ipar" sapa Anand
"Iyaa" ucap Bu Yati dengan menundukkan kepalanya.
Anand menatap Kinar, kinarpun menatap Anand.
"Apakah kita boleh pergi sekarang?" tanya Anand ke Kinar
"Boleh paman, let's go" ucap Kinar dengan kegirangan
Sebelum pergi, Kinar pamit kepada kedua orang tuanya pergi bersama dengan Anand.
__ADS_1
"Bu, ayah Kinar pamit dulu yaa" pamit Kinar dengan mencium tangan kedua orang tuanya.
"Jaga Kinar, Anand." ucap Bu Yati agar Anand menjaga putri semata wayangnya.
"Sipp " ucap Anand dengan menganggukan kepalanya.
Kinar pergi bersama dengan Anand untuk jalan-jalan, mereka mengunjungi tempat pertama yaitu termpat bermain, lalu mereka melanjutkan dengan menonton di bioskop, melanjutkan dengan berbelanja, dengan berkeliling Kinar dan Anand merasa lapar sehingga mereka mencari restauran buat mereka makan.
*****
Rangga menunggu Kinar masuk ke dalam kamar, namun sudah berjam-jam Kinar gak muncul di kamar, dengan ingin melihat Kinar Rangga turun ke bawah namun ia tidak menemukan Kinar. ia hanya melihat kedua orang tuanya dan juga mertuanya.
Rangga melebarkan pandangannya mencari Kinar di rumahnya, namun ia tidak menemukan Kinar.
"Ma,Kinar mana?"
"Oh iya maaf nak Rangga, Kinar tadi pamit keluar bersama dengan Anand" jawab Bram kepada menantunya.
"Apa!! kenapa kalian tidak memberitahuku" ucap Rangga dengan berlari menuju ke kamar.
Rangga mengganti pakaiannya, dan mengambil kunci mobilnya untuk menyusul Kinar.
"Kamu mau kemana Rangga?" tanya nyonya Tika
"Rangga mau menyusul Kinar, ma." ucap Rangga dengan terburu-buru
"Tapi kamu mau menyusulnya kemana, kamu saja gak tau dia berada di mana"
"Rangga akan mencari Kinar sampai ketemu, Rangga tidak ingin jika wanita Rangga pergi dengan pria lain" ucap Rangga dengan menghilang.
"Bagaimana ini, Rangga belum mengetahui kalau Anand adalah pamannya Kinar. adik kandung dari suamiku" ucap Bu Yati dengan khawatir
Ketika Bu Yati ingin menelfon Kinar, nyonya Tika melarangnya.
"Tidak perlu kamu memberitahu Kinar, biarkan saja"
"Tapi, nanti Rangga salah paham"
"Gak apa-apa, dengan cepatnya Rangga pasti akan mengetahuinya, kalau pria yang bernama Anand adalah paman Kinar." ucap nyonya Tika dengan memegang tangan Bu Yati.
__ADS_1