Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 18


__ADS_3

Rangga sampai di meja, ia menarik kursinya dan ketika ia akan duduk Rangga melihat telur yang ia masak tadi berada di atas meja tepat di tempat Kinar.


"Bi.."panggil Rangga


"Iya tuan" jawab Bi nur


"ini apa ? kenapa masih berada di sini?"


"itu tuan,mmmm itu"


"itu apa Bi?"


"itu tuan nonaaa"


"sudah-sudah Bi, sekarang buang itu saya gak mau melihat makanan itu"


ketika Bi nur mengambil makanan itu tiba-tiba Kinar datang.


"Bibi mau bawah kemana makanan itu?" tanya Kinar dengan mendekati Bi Nur


"........" Bi Nur diam dengan menatap kinar


Rangga menatap kinar dan Bi Nur.


"Di buang" jawab Rangga atas pertanyaan Kinar kepada Bi Nur


"Apa buang? kenapa harus di buang" ucap Kinar menatap Rangga. lalu Kinar mengalihkan pandangannya ke arah Bi Nur. "Sini bi, gak usah di buang, kan saya sudah bilang kalau makanan itu saya yang akan memakannya" kata Kinar dengan mengambil piring dari tangan bi nur, lalu meletakkannya di atas meja tepat di hadapannya.

__ADS_1


Rangga yang gak ingin Kinar kenapa-kenapa karna makan, makanan yang gosong ia mengambil piring lalu melemparkannya ke lantai.


Kinar yang melihat Rangga melemparkan piring itu Kinar terkejut sehingga Kinar berteriak karna terkejut "Aaaaaa..." teriak Kinar sambil mengangkat tangannya, di kepalkannya kedua tangannya sambil menutup matanya "Apa yang kamu lakukan Rangga?"


"Aku sudah katakan itu makanan tidak bisa di makan"


"Tapi aku mau memakannya Rangga"


"Kenapa kamu mau memakannya haaaa, mau mencari perhatianku setelah kamu sakit memakan makanan itu?"


"Apa maksud kamu Rangga?"


"gak usah sok polos kamu, kamu gak ada bedanya dengan mereka di luar sana"


"Jangan samakan aku dengan mereka yang di luar sana Rangga"


"Kenapa kamu gak terima, aku ingatkan padamu kalau kamu tuh hanya menumpang di sini hanya sebagai wanita pengganti saja di pernikahanku, jadi kamu harus tau diri di rumah ini" ucap Rangga.


"Kamu pikir kamu siapa haaaa, dasar wanita mata duitan" ucap Rangga.


Ketika Rangga berbalik untuk meninggalkan Kinar, Kinar menahan lengan Rangga. "kamu bilang aku apa tadi?"


"lepaskan tanganmu"


"Gak, sebelum kamu minta maaf padaku" ucap Kinar dengan melototi Rangga.


Rangga menarik tangan Kinar lalu mendorongnya "ingat yang berhak di rumah ini adalah aku jadi apapun yang kukatakan tidak ada yang boleh membantahnya"

__ADS_1


"Aaww.." ucap Kinar dengan menahan sakit karna tubuhnya jatuh ke lantai karna dorongan dari Rangga.


Rangga meninggalkan kinar yang duduk di lantai menahan sakit.


"Dasar brengsek kamu Rangga" teriak Kinar ke arah Rangga yang sudah pergi.


Bi nur mendekati Kinar "nona gak apa-apa?"


"gak apa-apa bi, hanya sakit sedikit" ucap Kinar dengan tersenyum.


Walaupun sakit karna dorongan Rangga. Kinar tetap tersenyum.


"Nona benar gak apa-apa?"


"iya gak apa-apa bi"


"maaf ya nona gara-gara bibi, nona dapat perlakuan kasar dari tuan Rangga"


"Gak apa-apa bi"


"jangan masukin ke hati ya non apa yang di katakan tuan tadi"


"Tenang aja bi, Kinar gak peduli apa yang di ucapkan Rangga. pokoknya Kinar akan terus berusaha mendapatkan posisi di hatinya"


"Non memang hebat, nona adalah wanita tangguh"


"Bi tolongin Kinar berdiri dong"

__ADS_1


"Baik non Kinar"


"Dasar Rangga brengsek, lihat aja kamu akan berlutut di hadapanku" batin Kinar.


__ADS_2