
Frans mendapatkan identitas yang mencoba membunuh Kinar semalam. ia memberikan data itu ke Rangga.
"Namanya adalah Mira ia memiliki seorang suami yang bekerja sebagai supir, ia memiliki dua putri"
"Mira?!" Rangga mengingat-ngingat dengan menyebut nama wanita itu namun Rangga tak mengingatnya.
"Aku ingin kamu mencarinya Frans dan bawa dia di hadapanku"
"Baik tuan"
Percobaan pembunuhan terhadap Kinar terdengar oleh Anand sehingga saat ini ia berhadapan dengan kedua orangnya yang ia tugaskan untuk menjaga Kinar.
"Bagaimana kalian sampai bisa membiarkan sembarang orang masuk ke dalam ruangannya, bukankah sudah aku ingatkan ke kalian"
"Maaf tuan"
Tamparan dan tendangan di berikan Anand ke orangnya. ia begitu marah seseorang hampir saja membunuh kinar.
Seseorang memberikan foto wanita itu dan rekaman cctv. Anand yang melihat cctv dan foto wanita yang mencoba membunuh Kinar. ia melototkan matanya dan tersenyum yang tak terbacakan.
"Ternyata kamu, kelihatannya kalian tidak pernah kapok mengganggu keponakanku ya" ucap Anand dengan tersenyum geram.
"Bawa mereka ke hadapanku sekarang juga" teriak Anand
Semua pengawal pergi mencari Mira, ketika mereka sampai ke alamat Mira mereka menghentikan langkah kaki mereka. karna saat ini Frans membawa mereka ke tempat Rangga.
Mereka kembali dan melaporkan bahwa wanita itu saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Rangga dengan sekretarisnya.
Anand bergegas pergi menemui Rangga.
Rangga menatap kedua wanita yang sedang berdiri di hadapannya. lalu menatap Frans
__ADS_1
"Merekalah yang mencoba mencelakai Nona Kinar tuan" ucap Frans.
Mira dan Serina terlihat terkejut, mereka tidak menyangka wanita yang coba mereka bunuh adalah istri dari tuan Rangga cristian Wijaya, pengusaha termuda di kota A.
Serina yang terlihat begitu ketakutan, ia memegang tangan ibunya.
"Ada hubungan apa kalian dengan istri saya? apa dia begitu merepotkan kalian sehingga membuat kalian kesal dan ingin membunuhnya" tanya Rangga dengan duduk santai sambil menatap Mira dan putrinya bergantian.
"Jawab" teriak Rangga, dan teriak itu membuat Mira terperanjat.
Rangga yang tak menjawab jawaban dari mereka, ia memijit kepalanya, sehingga ia menyerahkan semuanya ke Frans sekretarisnya.
"Frans"
"Baik tuan.
Frans mendekati Mira. ia menatapnya dengan tatapan tajam. Mira terlihat begitu ketakutan, tubuhnya bergetar dan keringatnya mulai bercucuran.
"Apa kamu tidak mendengar apa yang di tanyakan oleh tuan Rangga?" ucap Frans dengan berteriak
"Ma, maafkan saya tuan" ucap Mira dengan suara terbata-bata dan bergetar ketakutan.
Anand datang ke kantor Rangga, menemui Rangga. yang saat ini sedang mengintrogasi Mira dan juga putrinya bersama dengan sekretarisnya.
Rangga menatap Anand yang masuk kedalam ruangannya setelah mengetuk pintu. Rangga yang sudah mengetahui siapa Anand, dan hubungan Anand dengan istrinya ia membiarkan Anand masuk.
Mira tercekam ketika melihat siapa yang datang, Mira mulai terlihat ketakutan, berkeringat bahkan ia merasa dirinya sulit bernafas lagi.
Serina memegang ibunya ketika melihat ibunya seperti terlihat tak bernafas lagi.
"Bu, ibu"
__ADS_1
"Haaa" jawab Mira dengan kaget
Mira menelan ludahnya, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Mira menundukkan kepalanya mencoba menyembunyikan wajahnya. ia tidak ingin Anand melihatnya dan bertemu dengannya.
"Ada apa kamu datang kemari?"
"Aku ingin meminta bantuanmu" jawab Anand dengan terus menatap Mira dan juga serina.
"katakan, apa yang bisa aku bantu"
"Aku ingin membawa mereka ke tempatku" ucap Anand dengan menatap Mira.
Rangga pun menatap Anand lalu menatap Mira
"Apa kamu mengenalnya?" tanya Rangga
Anand tersenyum tak terbaca kan ketika mendengar pertanyaan dari Rangga.
Mira menggeleng-gelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa ia tidak mengenal Anand
"Mereka masih memiliki hutang padaku, dan mereka harus melunasinya" jawab Anand dengan tersenyum, tapi senyuman itu berubah menjadi tatapan yang ingin membunuh.
Rangga yang mengerti dengan maksud dari jawaban Anand, dirinya mengiyakan Anand membawa mereka.
Frans yang mencoba menahannya namun Rangga melarang Frans, karna ia percaya dengan Anand yang merupakan sebagai paman dari istrinya.
Mira memohon kepada Rangga dan Frans dengan wajah memelas, Namun semua itu sia-sia karna Rangga memberikan tanggung jawab ke Anand untuk mengurus Mira dan putrinya.
Anand berdiri dengan mendekati Mira dan juga putrinya, Anand membisikan sesuatu ke telinga Mira.
"Akhirnya kita ketemu lagi" bisik Anand yang membuat Mira terdiam kaku sambil menahan nafasnya.
__ADS_1