
Pagi ini Kinar akan pergi ke RS untuk memeriksakan dirinya dan ia sudah membuat janji dengan dokter khusus keluarga besar Wijaya.
Namun sebelum pergi ke RS ia pergi mengantar kedua putranya dengan supir, setelah mengantar si kembar Kinar juga berkunjung ke orang tua anak yang berkelahi dengan kedua putranya, setiba di tempat mereka Kinar tak mendapati mereka karna informasi yang ia dapatkan dari tetangga kalau mereka telah pergi dari rumah itu.
Kinar pun tak mengambil pusing dengan keluarga itu, ia berbalik arah yaitu ke arah RS. untuk memeriksakan keadaannya sendiri.
******
"Selamat pagi tuan" sapa sekretaris Rangga.
Rangga tak menjawab sapaan itu, ia terus berjalan dengan langkah yang tegas.
Rangga duduk di kursi kebesarannya sambil memainkan jarinya dengan mengetuk-ngetuk meja.
"Semuanya sudah beres tuan" ucap Frans
"Apakah mereka sudah pergi?"
"Sudah tuan, mereka pergi pagi ini"
"Bagus, aku tidak ingin ada yang mengganggu keluargaku, terutama istri dan juga putra-putraku" ucap Rangga dengan menegaskan bahwa ia tidak main-main dengan ucapannya, walaupun keluarga yang mengganggu putranya dan istrinya adalah orang terkaya atau terpenting ia tidak peduli, yang ia peduliin hanyalah kebahagiaan dan keselamatan Kinar dan Gavin dan juga Aditia.
*****
Di sekolah Aditia tak melihat Dion, semua teman-teman dion diam saja tanpa bergerak sedikitpun. sedangkan Aditia dan Gavin menjadi siswa terpopuler di sekolah terutama para cewek-cewek. namun dengan hal seperti itu membuat Gavin risih. berbeda dengan Aditia, ia malah menikmati kepopuleran itu.
Aditia anak yang tidak bisa diam apalagi di depan para cewek-cewek. ia memanfaatkan keadaan itu dengan menjadi siswa yang paling ganteng, dan tak hanya itu juga ia menikmati para siswi- siswi yang selalu mentraktir ia makan setiap hari.
"Vin, ada apa denganmu? kenapa kamu selalu bersembunyi di tempat sepi ini" ucap Aditia dengan kesal Gavin tidak bergabung dengannya
"Di sana terlalu berisik dit, aku gak suka itu" jawab Gavin
"Ayolah sekali ini saja Vin, aku marah kalau kamu gak muncul di sana bareng aku"
"Terserah kamu aja dit, tapi aku gak suka" ucap Gavin dengan pergi meninggalkan Aditia yang sedang duduk.
Aditia kesal karna Gavin cuek saja dan tak mau bergabung dengan dirinya.
"Sial! dasar sok cakep kamu Vin" ucap Aditia dengan kesal sambil menendang botol mineral di kakinya.
Aditia kesal karna para cewek-cewek terus menanyakan Gavin, mereka ingin Gavin bergabung dengan mereka, tapi Gavin selalu menghindari mereka.
Para cewek-cewek tidak menyukai Aditia karna Aditia adalah cowok centil yang suka jahil kepada mereka.
"Mana Gavin dit?" tanya mereka
"Dia gak mau gabung" jawab Aditia dengan wajah kesal
"Yaa! percuma dong kita buat cake untuknya kalau dia saja gak mau" jawab salah satu cewek yang naksir Gavin
"Tenang, biar buat aku aja cake nya" ucap Aditia dengan senang meraih cake di tangan mereka
"Ini bukan buat kamu dit, ini buat Gavin"
"Gavin sama aku kan sama, kita kan kembar"
"Gak, kalian berbeda" ucap mereka dengan pergi membawa cake nya kembali.
Hari ini Rangga yang akan menjemput mereka di sekolah karna Kinar tidak bisa menjemput mereka dengan menelfon Rangga.
"Hay Daddy" ucap Gavin dan Aditia bersamaan
"Loh koq wajah Aditia seperti itu, gak suka kalau Daddy yang jemput?" tanya Rangga
"Gak daddy, Adit hanya kesal saja" jawab Aditia dengan menatap Gavin
Rangga menatap Aditia lalu menatap Gavin.
Gavin pun menatap Rangga sambil mengangkat kedua bahunya. Rangga pun sudah tidak bertanya lagi sampai setiba di rumah.
Masuk kedalam rumah mereka di sambut oleh Kinar dengan wajah berserih dan senyuman yang cantik, namun senyuman itu menghilang ketika melihat kedua putranya saling cuek.
Aditia melemparkan rasnya ke sofa di ruang tengah, sedangkan Gavin berlari menaiki anak tangga menuju ke kamarnya, setelah mereka berdua Salim dan mencium pipi mommy nya mereka yaitu Kinar.
Kinar bingung melihat sikap si kembar, setelah mereka tak terlihat Kinar menatap Rangga.
Rangga hanya bisa mengangkat kedua bahunya karna tidak mengetahui permasalahan mereka apa, sedangkan Kinar terus mengikuti Rangga sampai ke dalam kamar mereka.
"Sayang! ada apa dengan mereka?" tanya Kinar dengan memegang tas dan juga jas Rangga
"Aku gak tau sayang"
"Masa kamu gak tau sih sayang, cepat katakan ada apa dengan mereka" tanya Kinar dengan sedikit memaksa
Rangga yang merasa istrinya berlebihan ia memanfaatkan rasa penasaran Kinar. Dengan Rangga memeluk Kinar dan mencium Bibir sang istri.
"Apa-apaan kamu mas"
"Aku hanya mau cium istriku saja, karna sudah seharian aku tak melihatnya dan memeluknya bahkan mencium bibir cantiknya itu"
"Dasar.." ucap Kinar dengan memukul dada bidang milik Rangga.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Rangga sambil sedikit berteriak
"Mau lihat si kembar"
"Gak usah sayang, mereka gak butuh kamu, aku yang butuh banget sama kamu." ucap Rangga dengan memasang wajah memelas
"Yang bener?" tanya Kinar sambil mendekati Rangga
"Iya bener sayang" jawab Rangga dengan melebarkan tangannya menunggu Kinar memeluknya
__ADS_1
"Gak mas, aku mau lihat si kembar dulu" ucap Kinar namun sebelum ia pergi Kinar mencium pipi milik Rangga. sambil berkata
"Love you" ucap Kinar tersenyum
"Love you too sayang" jawab Rangga dengan tak bisa menahan diri ingin memakan Kinar namun Kinar dengan cepat melarikan diri sebelum Rangga menangkapnya.
"Astaga,kenapa kamu begitu manis Kinar, kamu selalu menggodaku dengan senyuman manismu itu" ucap Rangga dengan menatap Kinar yang keluar dari kamar sambil menatap Rangga tersenyum.
Gavin berada di dapur mengambil air meneral di kulkas sedangkan Aditia cuek saja ketika berpapasan dengan Gavin.
Kinar terus memantau kedua putranya itu, dan dari pulang sekolah sampai saat ini mereka masih cuek-cuekan.
Rangga turun dari tangga dan melihat Kinar sedang berdiri sambil menatap kedua putranya, dengan penuh sayang Rangga memeluk Kinar dengan melingkarkan tangannya ke pinggang, sambil Rangga mencium pipi milik Kinar.
"Biarkan saja mereka, sebentar juga bakalan baikan koq" ucap Rangga
"Hmmm" jawab Kinar sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Mau ku gendong?" tanya Rangga
"Gak, ingat sayang ada anak-anak di sini"
"Tinggal beritahu aja ke mereka kalau kamu kecapean, gampang kan" ucap Rangga
"Apa-apaan sih, pokoknya gak mas" jawab Kinar
"Bener gak mau?" tanya Rangga dengan menyolek dagu milik istrinya
"Gak, dasar centil" jawab Kinar sambil tersenyum dengan meninggalkan Rangga.
"Sayang, jangan pergi begitu saja, sini biar ku gendong kamu" ucap Rangga yang terus menggoda Kinar
Kinar mempercepat langkah kakinya dengan menyembunyikan wajah memerahnya sambil kedua tangannya di letakan di kedua pipinya sambil di tepuk-tepuk.
Kinar duduk di ruang tamu sambil menarik nafasnya dan mengipaskan kedua tangannya ke wajahnya sendiri.
Tiba-tiba Rangga muncul lagi di belakang dengan mencium dahi milik istrinya.
"Mau ku temani sayang?" tanya Rangga yang mulai jahil
"Iya sayang" jawab Kinar dengan mulai menyiapkan kejutan untuk menjahili Rangga.
Dengan senang hati Rangga pun duduk di dekat Kinar. namun apa yang terjadi semua di luar keinginan Rangga.
Kinar mulai melakukan aksinya dengan meraba dada bidang suaminya, ia menggigit bibirnya sendiri dengan mencoba menggoda Rangga. lalu tiba-tiba Kinar duduk di atas paha suaminya sambil tangannya meraba bagian leher Rangga dan Kinar mulai mencium telinga Rangga. dan Rangga seketika menikmatinya, namun dengan kejahilan Kinar rencananya berhasil, ia turun dari pangkuan Rangga seperti tidak terjadi apa-apa dan tak merasa bersalah karna sudah membuat nafsu birahi Rangga mulai naik.
"Sayang koq berhenti sih" tanya Rangga
"Maksud kamu?" ucap Kinar berpura-pura tak tau apa-apa.
"Wahh.. jadi kamu menggodaku sayang" ucap Rangga dengan mulai memeluk pinggang Kinar
"Sayang, jangan!!! ini ruang tamu dan malu di lihat anak-anak"
"Ini masih sore sayang"
"Bodoh Amat" jawab Rangga dengan siap-siap menggendong Kinar namun tiba-tiba Kinar memanggil putranya.
"Gavin sayang" panggil Kinar
Rangga yang mendengar Kinar memanggil Gavin hanya bisa menarik nafasnya karna kesal.
"maaf sayang, tapi aku harus bicara dengan mereka dan aku juga punya kabar baik buat kalian semua"
Rangga langsung menatap Kinar."Kabar baik?"
"Iya kabar baik" jawab Kinar.
"Sini sayang, mommy mau bicara"
Gavin mendekati Kinar dan juga Rangga yang berada di ruang tamu.
"Kamu sama Aditia kenapa Vin, koq cuek-cuekan gitu"
"Gak tau mom, Gavin gak tau"
"Koq gak tau sih sayang"
Kinar yang merasa dirinya tak mendapatkan jawaban dari Gavin, ia memanggil Aditia. Kinar tidak ingin kedua putranya cuek-cuekan.
"Aditia! Adit..." panggil Kinar
"Iya mom"
"Sini duduk"
"Tapi mom, Adit masih mau ngerjain PR"
"Mommy bilang duduk, ya duduk dulu dit" ucap Kinar yang raut wajahnya mulai berubah.
Melihat istrinya mulai berubah, Rangga menatap Aditia agar mengikuti perintah mommy nya.
"Mommy tidak mau bertanya, tapi jelaskan apa yang terjadi" ucap Kinar dengan tegas.
Aditia menatap Gavin dengan wajah kesal.
"Aditia, Gavin. jangan buat mommy menunggu" ucap Kinar lagi.
"Adit kesal aja mom, Gavin gak mau nurutin permintaan Adit" ucap Adit dengan kesel
Lalu Kinar menatap Gavin.
__ADS_1
"Permintaannya apa Gavin, sehingga kamu gak mau nurut"
"Masa Gavin, harus ikutin dia" ucap Gavin sebelum ucapannya berlanjut Kinar memotong ucapan Gavin.
"Siapa yang kamu sebut dia, Gavin?" tanya Kinar
"Maaf mom, maksud Gavin adit"
"kali ini mommy maafin, tapi lain kali mommy gak mau dengar seperti itu"
"Baik mommy"
"Jelaskan ada apa kamu dengan Adit"
"Adit mau Gavin nurutin permintaan Adit, agar Gavin menyapa para cewek-cewek mom, sedangkan mereka terlalu berisik, Gavin gak suka" jelas Gavin.
"Aku hanya minta sebentar saja, tapi Gavin gak mau mom" ucap Aditia
Sedangkan Rangga menahan tawanya karna merasa lucu, hanya gara-gara masalah sepele membuat Aditia marah.
"Mommy ngerti dengan apa yang terjadi tapi Aditia gak harus memaksakan sesuai keinginan Adit, apalagi sesuatu hal yang gak di sukai"
"Dan Gavin, kalau memang kamu gak bisa nurutin kemauan adik kamu, kamu bisa menggantikannya dengan yang lain dan tak lupa juga minta maaf ke Adit." ucap Kinar menasehati kedua putranya.
"Baik mom" ucap Aditia dan Gavin bersamaan.
"Terus sekarang?" tanya Kinar dengan menatap kedua putranya bergantian.
"Maafin adit, gak seharusnya Adit seperti itu ke Gavin" ucap Aditia meminta maaf ke Gavin dengan wajah bersalah, begitupun sebaliknya Gavin pun meminta maaf ke Aditia.
"Gavin juga minta maaf dit, sebagai Abang seharusnya bisa nyenangin adiknya" ucap Gavin
Lalu mereka berdua saling berpelukan setelah minta maaf.
"Gitu kan enak, adem lihatnya" ucap Kinar
Gavin dan Aditia mendekati mommy nya dan langsung memeluk Kinar tak lupa mereka mencium pipi milik Kinar.
"Gavin sayang mommy"
"Adit juga sayang mommy"
"Mommy juga sayang kalian berdua"
"Oh gitu, jadi Daddy di lupain?"
Aditia dan Gavin saling bertatapan ketika mendengar ucapan Rangga.
"Adit juga sayang Daddy"
"Gavin juga sayang Daddy" ucap mereka berdua bersamaan, lalu mereka melompat ke pangkuan Rangga bersamaan.
"Kira-kira mommy punya kejutan apa buat kita?" tanya Rangga dengan menatap kedua putranya
"Gak tau Daddy, kita tunggu mommy bicara aja"
Kinar tersenyum dengan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berukuran panjang, ia memberikan kotak itu ke Rangga namun sebelum Rangga meraihnya, Kinar menunjuk wajahnya agar mereka menciumnya dulu.
Rangga menatap kedua putranya dan tersenyum,
" apa kalian siap sayang"
"Siap Daddy"
Rangga mencium bibir milik Kinar sedangkan Gavin dan Aditia mencium pipi milik Kinar.
Rangga mulai membuka kotak kejutan, si kembar bingung melihat sebuah alat tes kehamilan di dalamnya, karna mereka belum mengerti apa-apa.
"Ini apa Daddy?" tanya Gavin dan Aditia bersamaan.
"ini bener sayang?" tanya Rangga memastikan ke Kinar.
"Iya mas, aku sudah pergi ke RS pagi tadi"
"Kenapa gak menghubungi aku, biar pergi bersamaku sayang"
"Gak apa-apa mas"
"Daddy" panggil Aditia
"Kalian akan punya adik, adik yang begitu gemes dan manis" jelas Rangga kepada kedua putranya
"Benarkah dad?"
"Iya"
"Horeee kita bakal punya adik Gavin, aku mau adik cewek Gavin" teriak Aditia bahagia.
Kinar berdiri, Rangga mensejajarkan tingginya dengan perut Kinar. dan putra-putranya pun mengikutinya. dengan bersamaan mereka bertiga mencium perut Kinar yang masih rata, yang kandungannya berumur 5 Minggu.
____________END___________
Makasih semua sudah mampir di cerita author dan makasih atas supportnya, tanpa kalian author bukanlah apa-apa, sekali lagi makasih.
Author minta maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan, karna author hanya manusia biasa yang masih perlu belajar juga.
Terima kasih para reader-readerku🤗🤗😘🥰
Oh iya author akan melanjutkan ceritanya di season 2, karna Kinar sudah bahagia jadi author mengakhiri cerita ini.
Makasih semua....
__ADS_1
🤗😘🥰