Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 78


__ADS_3

Anand mendapatkan telfon dari seseorang bahwa pria itu akan membunuh Kinar di acara peresmian KNR hotel nanti, Anand harus cepat bergerak sebelum terlambat.


Mengingat besok adalah hari peresmian hotel, Anand harus berhati-hati menjaga Kinar. ia meminta beberapa orang dari ayahnya untuk menjaga keamanan acara nanti. ia tidak ingin sesuatu menimpa Kinar seperri dulu.


Anand mengadakan pertemuan mendadak dengan orang-orangnya, untuk membahas strategi mereka dalam menjaga Kinar di acara besok.


Awalnya ia ingin memberitahu Rangga, tapi Anand mengurungkan niatnya. ia akan menggerakkan orang-orangnya agar si pembunuh tidak curiga.


***


Rangga dengan semangat memberitahu Kinar untuk menemani dirinya datang ke acara peresmian KNR hotel besok. dengan berpura-pura Kinar mengiyakannya tapi terpikirkan olehnya apa salahnya ia mencoba jujur untuk melihat reaksi dari suaminya.


"Oh iya sayang aku ingin memberitahumu sesuatu"


"katakan saja apa yang ingin kamu beritahu"


"Untuk Acara besok kamu gak perlu mengajaku karna aku akan tetap menemanimu, karna acara besok adalah acaraku loh"


Rangga menatap istrinya lalu tertawa terbahak-bahak.


"Ngaco kamu sayang, mana ada kamu kan baru lulus dan kamu juga hanya sibuk kuliah mana bisa mempunyai acara besok"


"Tapi beneran loh sayang"


"Udah, udah, waktunya tidur"


"Ya terserah kamu saja" ucap Kinar dengan tidur membelakangi suaminya


"Ini maksudnya apa?, cepat berbalik"


"gak"


"Oh mulai membantah suami, jangan jadi istri durhaka kamu" ucap Rangga dengan mulai menggelitik tubuh istrinya.


"Lepas sayang" ucap Kinar di barengi dengan tertawa karna sudah tak tahan glitikan Rangga.


"Ampun sayang, aku akan berbalik sekarang"


"Kan enak kayak gini"


"Puas sekarang kamu?"


"Menurut kamu?" tanya balik Rangga dengan tersenyum licik menatap Kinar dan mendekatkan wajahnya.


Kinar langsung menutup wajah Rangga dengan boneka.


"Dasar mesum, udah sayang aku mau istrahat karna besok adalah acaraku untuk meresmikan hotel"


"Buahahaha dasar istriku halunya ketinggian" ucap Rangga dengan memeluk Kinar dari belakang.


"Gak percaya kamu sayang?"


"Ya udah nanti aku minta bantuan Frans untuk membuatmu hotel dengan nama kamu Kinar Aurora"

__ADS_1


Dasar, dia pikir aku berbohong. ya sudah terserah kamu ajalah, awas kamu nanti kaget melihatku tampil besok dengan namaku di sebut.


Rangga mulai mencium belakang leher istrinya.


"Sayang jangan macam-macam, aku udah ngantuk dan capek karna semalam kamu tak memberiku istirahat sedikitpun"


"Baiklah demi istriku tersayang" ucap Rangga tapi tangannya terus aktif Rangga mulai menyentuh sesuatu yang menjadi candunya. ia meletakan tangannya di dada Kinar dan mulai memegangnya.


Sesekali Kinar merintih karna kejahilan tangan suaminya yang mere**s dada istrinya.


"Sayang aku mau istrahat, tolong biarkan aku tidur"


"Tapi aku gak bisa tidur kalau tidak menyentuhnya"


Sialan! sejak kapan kamu gak bisa tidur jika tak memegangnya, biasanya juga kamu tidurnya pulas tanpa menyentuhnya, dasar.


Malam itu kinarpun tertidur tapi Rangga tidak bisa tidur sehingga ia menjahili istrinya dengan membuat stempel kepemilikan di seluruh tubuh istrinya. sampai Kinar mengeliat karna ulah suaminya.


Dasar tukang molor, kamu tidur atau meninggal sih sayang, masa iya kamu tidak merasakan apa yang aku lakukan.


Sampai akhirnya Rangga menyerah karna kelelahan sendirian dan tertidur dengan memeluk sang istri.


Matahari pagi menembus masuk ke dalam kamar dengan terkena langsung di tubuh Kinar. Kinar yang merasakannya membuka matanya. Kinar menatap suaminya lalu menciumnya dengan mengucapkan selamat pagi.


Kinar merasakan seluruh tubuhnya pegal, ia mengherakan tubuhnya dengan mengangkat tangannya, tanpa ia sadari selimut yang ia pakai terlepas dan menampakan dadanya yang hanya memakan baju dalam saja.


Rangga tersenyum melihatnya,


"Apa kamu ingin menggodaku pagi ini sayang?" tanya Rangga dengan meletakan tangannya tepat di dada istrinya.


"Apa kamu sudah gila, apa yang kamu lakukan padaku semalam" teriak Kinar dengan kesal.


Rangga membuka matanya dan ngantuknya telah hilang ketika tangannya di singkirkan Kinar dengan keras sambil membentaknya.


"Oh kamu mulai melawan. dan mencari alasan dengan berpura-pura marah pada hal kamu menginginkannya" ucap Rangga dengan bangun


Kinar bergegas bangun dari tempat tidur tapi Kinar kalah cepat dengan Rangga. Rangga langsung menarik tangan istrinya sehingga istrinya terjatuh dalam pelukan Rangga.


Kinar menyentuh dada bidang suaminya yang tak memakai kaos, saat ini dada mereka berdempekan. dengan sikap mesum suaminya ia melirik dada istrinya yang terlihat.


"Lepaskan aku, dasar mesum" teriak Kinar dengan merontak namun tenaga Kinar kalah dengan tenaga yang di miliki Rangga. sampai akhirnya Rangga berada di atas tubuh Kinar dengan tumpukan lututnya di lipat.


Rangga menahan kedua tangan istrinya sambil ia duduk diatas perut istrinya dengan tumpukan lutut.


"Sayang lepaskan aku"


"Biarkan aku melakukannya pagi ini"


"Dasar otak mesum, lepaskan aku"


Rangga tertawa melihat wajah istrinya yang begitu lucu. Rangga menjadi gemes melihatnya sampai akhirnya ia menggigit kuping dan juga pundak milik istrinya.


"Sakit Rangga"

__ADS_1


Rangga tak mendengarkan teriak istrinya ia terus mencium dan menggigit dagu milik istrinya.


"Dasar mesum"


Rangga menghentikan aksinya.


"Apa yang kamu katakan, coba ulangi lagi"


"Dasar mesum"


Rangga mencium bibir istrinya. "Ayo katakan sekali lagi"


"Aahh dasar mesum"


Rangga menciumnya lagi tapi kali ini ia tak memberikan kesempatan Kinar untuk mengatur nafasnya.


"Dasar suami me"


"Wuaa ternyata kamu menyukai ciuman pagi dariku" ucap Rangga dengan bersiap mencium bibir milik istrinya.


"Ampun, Ampun sayang"


"Gak akan, kata maafmu sudah terlambat"


"Sayang maafin aku tolong" ucap Kinar dengan mengatupkan kedua tangannya sambil menggesek-gesekan kedua tangannya di depan Rangga agar memaafkan dan juga membebaskannya pagi ini.


Tapi Rangga tak memperdulikannya sampai akhirnya handphone Rangga berdering merupakan telfon dari Frans, Rangga kesal karna Frans mengganggunya.


"Ada apa?"


"Saya sedang berada di bawah, jam berapa tuan akan turun?"


"Dasar sekretaris sialan, ngapain dia masih pagi sudah berada di rumahku" ucap Rangga dengan mengomel.


Kinar Manarik nafasnya, merasa lega akhirnya ia terselamatkan.


Rangga yang berjalan kearah pintu untuk menemui Frans sekretarisnya, ia berbalik dengan memperingati bahwa pagi ini belum selesai ia akan datang melanjutkannya.


Apa!! melanjutkan?, apa dia tidak capek menghukumku dengan melakukannya. dan dia bilang itu hadiah, dan juga hukuman. hadiah dan hukuman macam apa yang membuat hanya sebelah pihak saja beruntung. dan korbannya malah merasakan siksaan. dasar suami mesum.


Kinar masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dan betapa terkejutnya ia melihat dadanya di penuhi dengan stempel kepemilikan. Kinar berteriak dan teriakan Kinar membuat Frans merasa khawatir sehingga ia berencana melihat Kinar. tapi ia di hentikan oleh Rangga


"Mau kemana kamu Frans?"


"Nona berteriak tuan, saya ingin melihatnya"


"Dasar sekretaris sialan, kamu mau melihat apa. istriku sedang tak memakai baju di dalam kamar"


"Tapi tuan nona Kinar berteriak"


"Biarkan saja, dia hanya menemukan sesuatu" ucap Rangga dengan tersenyum mengingat wajah kinar ketika melihat stempel kepemilikan itu.


Frans kebingungan dengan apa yang Rangga katakan.

__ADS_1


"Makanya cepatlah kamu menikah nanti kamu akan tau kenapa istriku berteriak seperti itu di pagi ini" ucap Rangga dengan tersenyum sambil menyentuh pundak Frans.


__ADS_2