Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 23


__ADS_3

Rangga diam saja bahkan berly mulai kesel dengan sikap Rangga yang cuekin dia dan hanya menatap ke arah lain.


"Kamu kenapa sih Rangga, dari tadi kamu diam aja bahkan kamu tak menatapku"


"Maaf sayang" ucap Rangga dengan memegang tangan berly kekasihnya.


"Kali ini kamu ku maafkan, tapi lain kali aku gak mau maafin kamu Rangga"


"Iya sayang, maafkan aku yaa" bujuk Rangga kepada kekasihnya.


******


Kinar telah sampai di rumah, ia pergi ke kamarnya untuk mandi setelah selesai mandi kinar mengganti pakaiannya. kinar turun kebawah untuk bersiap-siap memasak makan malam untuk dirinya dan suaminya.


"Hay bi Nur"


"Iya nona"


kinar melihat bi Nur sedang memasak sesuatu namun kinar langsung merebutnya.


"Biarkan aku membantumu bi"


"Gak usah nona, nanti tuan marah lihat nona bantuin bibi"


"Gak bi, Rangga gak akan marah kalau pun dia marah aku bakal loncat-loncat bi, berarti dia mulai perhatian sama aku dan itu artinya dia mulai memiliki perasaan sama aku"


"Iya nona, bibi akan senang jika tuan menerima nona sebagai istrinya dan mulai mencintai nona" ucap bi nur dengan tersenyum.


"Doain kinar ya bi, kinar akan selalu berusaha bi apapun yang di katakan Rangga kinar gak peduli yang kinar tau saat ini yaitu membuat dia jatuh cinta pada kinar bi" ucap kinar dengan berhenti menyiapkan bahan-bahan masakan yang akan ia masak nanti untuk makan malam dan melamunkan sesuatu sambil tersenyum.


"Bibi akan selalu mendukung nona kinar, dan bibi selalu berdoa agar tuan sadar wanita yang saat ini menjadi istrinya adalah orang baik, tulus mencintainya"


"untuk makan malam biar kinar yang membuatnya bi"


"Bibi bantu ya nona"


"Iya bi"


Bi Nur menatap kinar yang begitu serius membuat makan malam untuk Rangga. Bi Nur tersenyum melihat kegigihan kinar untuk tuannya.


"Begitu beruntungnya tuan Rangga mendapatkan non kinar, tapi tuan Rangg belum bisa melihat ketulusan non kinar yang begitu besar, bibi hanya bisa berdoa dan mendukung non kinar dari belakang saja" ucap Bi Nur


kinar telah menyelesaikan masak memasak, makanan untuk suaminya.

__ADS_1


"Bi bantuin kinar ya siapkan makanannya di meja soalnya kinar mau mandi dulu udah gerah bi"


"Baik non" ucap bi nur dengan mulai menyiapkan makan malam di meja makan.


Kinar membersihkan tubuhnya dengan merendam di bathup, ia ingin tampil berbeda malam ini dengan menebarkan keharuman bunga dalam tubuhnya.


Kinar terlihat begitu bahagia bahkan ia bermain-main dengan busa sabun yang ada di bathup. wajah Rangga mulai bermunculan dalam pikirannya. Kinar benar-benar mulai memiliki perasaan ke Rangga suaminya.


"Apa ini, kenapa aku begitu bahagia ketika mengingat Rangga. dan kenapa aku selalu memikirkannya, apa ini yang di katakan cinta" ucap kinar bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Jika benar aku sudah jatuh cinta padanya terus apakah Rangga mencintaiku juga seperti aku mencintainya?, ya Allah kenapa kamu membuatku mencintai orang yang tidak pernah menginginkanku" ucap kinar dengan memegang kepalanya.


"Kamu mencintaiku atau tidak itu terserah kamu, tapi kamu harus ingat selama aku menjadi istrimu tidak akan ku biarkan orang lain merusak rumah tanggaku" ucap kinar lalu ia memasukan seluruh tubuhnya kedalam air yang ada di bathup sehingga tak terlihat lagi.


Setelah ritual mandinya kinar keluar dari kamar mandi dan memutar musik yang ada di handphone nya, kinar menyukai musik barat dan saat ini musik itu di putar. kinar saat ini memakai handuk yang melingkar di tubuhnya dengan suara musik yang besar kinar bergoyang bahkan ikut menyanyi juga.


Setelah selesai mengganti pakaian kinar pergi keluar untuk menunggu Rangga. jam sudah menunjukan pukul 7 malam Rangga belum datang juga.


Yang kinar lakukan saat ini menonton tv, bermain handphone nya, mondar mandir sambil menatap jam dinding, duduk di meja makan sambil menatap makanan yang ia siapkan.


"Jika sampai kamu tidak makan malam lagi malam ini di rumah, menurutku kamu begitu kejam Rangga, kamu tidak punya hati sama skali Rangga" ucap kinar dengan mulai terlihat sedih


Jam terus berputar sehingga menunjukan pukul 8 malam saat ini Rangga pun belum kembali dari kantornya.


Kinar saling menautkan tangannya, ia terlihat begitu gelisah dan bercampur sedih takut jika Rangga tidak akan datang lagi.


Kinar mulai terlihat sedih, Rangga sudah beberapa kali tidak menghargai dirinya sebagai istrinya namun kinar terus berusaha bahkan ia selalu menyembunyikan kesedihannya dan rasa sakitnya yang ia dapatkan dari perlakuan suaminya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, kinar duduk dengan menatapi makanan yang ia siapkan, ia mulai mengembil beberapa makanan di letakan di piringnya. Dengan mata berkaca-kaca kinar mulai memakan makanan itu.


"Aku gak boleh menyerah, aku harus kuat dan terus berusaha" ucap kinar dengan terus memasukan makanan ke dalam mulutnya sampai penuh.


Bi Nur mendapatkan telfon kalau malam ini Rangga tidak akan pulang, ia mengatakan agar Bi Nur menemani kinar makan malam tapi apa yang di beritahukan ke Bi Nur sudah terlambat karna saat ini kinar sudah berada di dalam kamar dengan hati yang kecewa. bahkan kinar menghabiskan semua makanan yang ia masak.


Rangga menelfon Bi Nur untuk menanyakan keadaan kinar.


"Hallo tuan"


""Kinar sedang apa Bi?"


"Non kinar sudah tidur tuan"


"Frans memberitahukan ke Bi Nur tadi?"

__ADS_1


"iya tuan, tapi"


"Tapi kenapa Bi"


"Non kinar terlihat begitu kecewa tuan, bahkan ia terlihat menangis tuan"


Rangga terdiam mendengar apa yang Bi Nur katakan tentang kinar saat ini.


"Makasih Bi"


"Sama-sama tuan"


Rangga mengakhiri panggilan telfonnya dengan Bi Nur pengurus rumahnya.


"Sudah aku ingatkan dan sudah aku beritahu tapi kamu tetap tidak menyerah bahkan kamu melakukan apapun untuk menarik perhatianku" ucap Rangga.


"Sayang kamu mengatakan sesuatu kah?" tanya berly


"Gak sayang"


Saat ini Rangga sedang berada di apartement berly kekasihnya, ia berencana hanya mengantarkan berly namun berly menahannya agar Rangga menemaninya makan malam sampai berly meminta agar Rangga mau menemaninya malam ini.


Rangga mengiyakan nya tapi Rangga tetap seperti dulu.


Berly begitu terliha kesel ketika ia memancing Rangga dengan berbagai cara agar Rangga mau melakukan apa yang ia inginkan yaitu seperti apa yang di lakukan pasangan suami istri pada umumnya. namun Rangga tidak pernah melakukannya, Rangga hanya bisa melakukan berciuman dan saling berpelukan dengan wanita selain itu Rangga tidak akan melakukannya.


Waktu menunjukkan pukul 12 malam. berly memakai pakaian yang begitu seksi untuk menarik perhatian Rangga. namun Rangga terus menegur berly.


"Berpakaian lah yang layak berly, ingat kamu adalah seorang wanita dan tak seharusnya wanita memperlihatkan auratnya kepada pria yang belum sah menjadi suamimu"


Berly yang awalnya begitu semangat, langsung meninggalkan Rangga yang sedang duduk, berly pergi untuk mengambil beberapa minuman untuk di minumnya.


"Kamu begitu naif Rangga, kamu jangan sok suci bahkan kamu belum pernah menyentuh istrimu sekarang kan?, apa kamu takut melakukannya Rangga, kamu pecundang Rangga kamu tidak berani melakukannya" ucap berly dengan duduk di pangkuan Rangga sambil mencium-cium Rangga dengan di tangannya ia memegang sebuah bir kaleng di tangannya.


"Hentikan berly, kamu sudah mabuk dan kamu tau kalau aku tidak suka dengan wanita mabuk berly"


"Persetan dengan apa yang kamu katakan, yang aku mau saat ini agar kamu melakukannya bersamaku" ucap berly dengan terus mencium wajah Rangga, sampai ke leher Rangga dan juga dada bidangnya.


Rangga sudah tidak tahan melihat sikap berly yang berubah, apapun yang Rangga tidak suka berly melakukannya bahkan sampai mabuk-mabukan.


Rangga menahan berly dan menggendong berly ke tempat tidur, setelah di letakan di tempat tidur berly menarik tangan Rangga sehingga saat ini posisi Rangga berada di atas berly kekasihnya.


"Hentikan berly" ucap Rangga dengan melepaskan tangan berly

__ADS_1


"Rangga, Rangga aku ingin melakukannya bersama denganmu" teriak berly yang sudah tidak bisa bangun lagi karna dalam keadaan mabuk.


Rangga meninggalkan berly yang sedang mabuk, Rangga kembali ke kantornya untuk istrahat, di kantornya ada ruangan khusus untuk dirinya beristirahat. ia putuskan akan tidur di kantor malam ini dan tidak kembali ke rumahnya.


__ADS_2