
Tiga hari lagi adalah hari wisuda Kinar, hari ini ia mengajak sahabat-sahabatnya itu berbelanja keperluan mereka yang akan mereka pakai di hari wisuda nanti.
Kinar, Lia dan Ria sudah janjian akan datang ke mall untuk belanja namun sudah 3 jam Kinar dan Ria menunggu kedatangan Lia yang tak kunjung datang juga.
"Ria coba kamu hubungi si Lia" perintah Kinar kepada Ria salah satu sahabatnya
"Okey aku coba hubungi" ucap Ria dengan mencoba menelfon Lia, namun panggilannya tak dapat terhubungkan.
"Bagaimana Ria?" tanya Kinar
"Gak bisa di hubungi Kinar"
"Ada apa dengan anak itu, tidak biasanya seperti ini" ucap Kinar yang terlihat begitu khawatir
Kinar terus menghubungi nomor handphone milik Lia namun tak bisa di hubungi.
Kinar menelfon seseorang, ia meminta bantuan orang itu untuk menemukan keberadaan Lia saat ini.
Kinar yang sedang berbicara di handphone dengan seseorang tiba-tiba ada nomor baru menghubunginya, dengan cepat ia mengangkat panggilan itu dengan mengakhiri panggilannya dengan orang yang ia mintai tolong.
"Hallo..."
"Aku tau saat ini kamu sedang tidak baik-baik saja, karena sahabat kesayanganmu tidak datang" ucap seseorang di balik handphone itu.
Dengan sengaja seseorang itu menginjak tangan milik Lia, dan dengan kesakitan Lia berteriak-teriak
"Aaaauuuu sakiiiiiittt" teriak Lia
Kinar yang mendengar suara Lia yang berteriak karena kesakitan itu mulai emosi
"Jangan pernah menyentuh Lia, jika kalian berani menyentuhnya akan ku buat hidup kalian menyesal" ancam Kinar
__ADS_1
Sekali lagi Lia berteriak karena kesakitan
Kinar yang terus berteriak karena emosi mendengar teriakan sahabatnya itu, tapi tiba-tiba panggilan di putuskan oleh orang yang menyiksa Lia
Kinar bergegas pergi dari mall menuju kerumah Lia.
"Kamu mau kemana Kinar, ada apa dengan Lia"
"Kamu pulang saja dulu Ria, hari ini kita batalkan karena ada sesuatu yang harus kulakukan" ucap Kinar dengan berlari ke arah keluar.
"Ada apa sebenarnya, kenapa Lia gak datang dan kenapa Kinar marah-marah ketika menerima telfon tadi?" Ria bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dan akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumahnya.
Dalam perjalanan Kinar mendapatkan sebuah pesan dari nomor yang tak ia kenal dan isi pesan itu berupa pengancaman untuk Kinar.
"Gimana, kamu suka kan dengan hadiahku, itu belum seberapa Kinar. aku bisa melakukan yang lebih dari ini jika kamu berani mengambil milikku" isi pesan tersebut
Kinar yang mendapatkan pesan, langsung menelfon kembali nomor itu tapi nomor yang mengirim pesan kepadanya tidak bisa di hubungi.
"Sial" ucap Kinar penuh kekesalan dengan memukul mobilnya.
Kinar mengetuk pintu rumah dengan keras, dengan tiga kali ketukan, pintu rumah itu di buka. tanpa bertanya Kinar langsung masuk ke dalam rumah
"Kamu siapa, kamu mau apa datang kemari" tanya seorang gadis remaja yang bernama serina tak lain adalah adik tiri Lia
"Mana Lia?" tanya Kinar
"Oh jadi ini Kinar sahabatnya Lia?" tanya balik serina dengan wajah yang enteng sambil melipatkan kedua tangannya
Kinar yang mendengar apa yang serina ucapkan membuatnya kesal, ia membasahkan kedua bibirnya dengan lidah miliknya dan tak lupa Kinar menggigit bibir bawahnya karena menahan emosi.
"Aku tanya sekali lagi mana Lia?"
__ADS_1
"Emang kamu siapa teriak- teriak di rumahku" balas teriak serina.
Kinar yang gak bisa menahan emosi ia langsung memegang leher serina dan ia sandarkan ke tembok, ketomboyan Kinar di perlihatkan jika ada yang berani mengganggu orang di sekitarnya apalagi orang itu adalah orang yang paling ia sayangi.
"Aku tanya sekali lagi di mana Lia?" tanya Kinar dengan memegang leher serina dan sesekali mendorong tubuh serina ke tembok
"Aauuu sakit, lepaskan aku"
"Di mana Lia?" tanya sekali lagi oleh Kinar dengan mulai mengeraskan tangannya di leher serina
Tiba-tiba dari dalam keluarlah seorang wanita tak lain adalah ibu tiri Lia yang bernama Mira.
"Apa yang kamu lakukan pada anak saya, lepaskan tanganmu lepaskan" teriak Mira yang melihat anaknya tergantung karena cekikan tangan Kinar.
Mira berteriak minta tolong di dalam rumah itu, sehingga 3 orang pria keluar dari dalam dengan menarik rambut milik Kinar dan melemparkan Kinar ke tembok.
Kinar merintih kesakitan karna lengannya tertindik oleh tubuhnya ketika di lempar ke tembok, namun itu tak membuatnya lemah dengan kemarahannya yang semakin menggebu membuatnya melawan tiga pria itu dan terjadilah baku hantam.
Kinar yang memiliki bela diri itu bisa mengalahkan tiga pria itu, Kinar bergegas masuk ke dalam gudang dengan mencari Lia.
Kinar yang melihat Lia yang penuh dengan darah, terikat dan tergeletak di lantai membuatnya menangis. Kinar berteriak-teriak memanggil nama Lia sambil memeluk Lia yang terlihat lemah.
Tiga pria yang baku hantam dengan Kinar, mereka bangun dan menghampiri Kinar dengan memegang beberapa tongkat.
ketika salah satu pria itu hendak memukul kepala Kinar tiba-tiba pintu di dobrak oleh seseorang, mereka terkejut. Mira dan Serina ketakutan ketika melihat lima pria berotot masuk setelah mendobrak pintu rumah mereka.
Lima pria berotot itu memukul tiga pria di dalam sampai babak belur sehingga mereka tidak bisa bangun dan bergerak lagi.
"Kenapa kalian baru sampai" teriak Kinar karna kesal
Kelima orang itu hanya diam saja dengan menunduk tanpa berbicara apa-apa.
__ADS_1
"Cepat bawah dia ke dalam mobil" perintah Kinar kepada kelima pria itu.
Kinar meninggalkan mereka, ia pergi menuju ke rumah sakit membawah sahabatnya Lia. dan kedua pria itu salah satunya yang menyetir mobil mereka. dan ketiga pria lainnya ia perintahkan untuk mengurus mereka yang membuat Lia seperti itu.