Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 31


__ADS_3

"Kinar... kinar ..." panggil Rangga yang mengejar kinar


Kinar tak menghiraukan Rangga yang terus memanggilnya, ia tetap berjalan menuju ke kamar.


Sesampainya di kamar Rangga langsung menarik lengan milik kinar.


Kinar yang merasakan lengannya di tahan oleh Rangga. ia menarik nafasnya dan mengeluarkan kembali dengan kesal


"Ayo ikut, kamu harus minta maaf ke dia"


Kinar langsung menatap wajah Rangga.


"Aku minta maaf lagi ke dia gitu?"


"Iya karna kamu sudah menuangkan wajahnya dengan air dan kuah soap"


"Aku sudah menuruti apa katamu tadi dengan meminta maaf ke dia"


"Tapi kamu"


"Aku capek mau istrahat, dan aku ingatkan ke kamu kalau aku gak akan minta maaf kalau aku tidak melakukannya" ucap kinar dengan pergi ke tempat tidur, ia tidur dengan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Rangga pergi meninggalkan kinar, iya keluar dari kamar menuju ke ruang kerjanya.


Kinar membuka selimut yang menutup tubuhnya, dengan pelan ia melihat sekelilingnya untuk memastikan kalau Rangga sudah keluar dari kamar.

__ADS_1


"Aku harus minta maaf? enak saja minta maaf yang gak pernah aku lakukan, aku menyiramnya dengan kuah soap kan biar adil aku bisa minta maaf karna menyiramnya" ucap kinar dengan menutup tubuhnya kembali


5 menit kemudian ia membuka kembali selimut yang menutupi tubuh dan wajahnya itu.


"Rangga kemana ya, aku harus pergi melihatnya ke ruang kerjanya, jangan sampai si nyai itu mengambil kesempatan ke Rangga" ucap kinar dengan bangun dari tempat tidur dan pergi keluar kamar menuju ke ruang kerja.


Kinar menuruni anak tangga, ia melihat Berly sedang membuatkan kopi untuk Rangga. ketika Berly meninggalkan kopi buatannya sebentar saja, tiba-tiba ia kembali kopi dan cangkirnya hilang di atas meja.


"Koq hilang, perasaan aku naruhnya di sini deh, koq gak ada"


Berly mencari-cari namun tidak ketemu juga, akhirnya ia memutuskan untuk membuatkan yang baru untuk Rangga.


Kinar saat ini sedang berada di depan pintu ruang kerja milik Rangga, ia mengatur pernafasannya sebelum masuk ke dalam. setelah sudah merasa lebih baik ia mengetuk pintu ruangan milik Rangga dan masuk.


Rangga melihat kinar masuk ke dalam ruangannya, Rangga terus menatap kinar yang berjalan ke arah dirinya.


Rangga terkejut melihat kinar masuk ke ruangannya, karna di kamar tadi dia marah-marah bahkan melawan Rangga, tapi sekarang malah dia yang datang menghampiri Rangga kembali.


Kinar meletakan cangkir yang berisikan kopi itu ke meja tepat di depan Rangga


"Silahkan minum sayang, kamu pasti capek kan seharian bekerja" ucap kinar dengan pergi ke belakang Rangga


"Kamu ngapain ?"


"Aku mau mijitin kamu sayang" lalu kinar mulai memijit Rangga dengan lembut

__ADS_1


Rangga yang merasakan pijitan dari kinar, istrinya. membuatnya merasa tenang dan menikmatinya.


Kinar tersenyum melihat Rangga yang membiarkan dirinya untuk memijat Rangga.


"Aku minta maaf ya sayang, kalau aku sudah membentak kamu di kamar tadi" ucap kinar meminta maaf dengan penuh penyesalan


Rangga membuka matanya, ini pertama kali ia mendengar kinar meminta maaf kepadanya, Rangga baru menyadari sekeras kepala apapun kinar. dia akan meminta maaf jika berbuat salah.


Rangga memegang tangan kinar yang sedang memijatnya.


"Aku juga minta maaf karna memaksamu untuk melakukannya"


"Gak apa-apa sayang, aku akan melakukannya jika aku bersalah tapi sebaliknya aku gak akan melakukanya jika aku tidak pernah melakukannya" ucap kinar


Berly yang sedang berdiri di depan pintu itu mendengar apa yang mereka katakan, Kekesalan Berly menggembu-gebu, niatnya untuk menghancurkan kinar semakin besar.


Berly pergi menuju ke kamarnya dan mengambil handphone miliknya, Berly mulai menghubungi seseorang yang namanya tertera di layar handphonenya.


"Kamu lihat saja kinar, kamu sudah menantang ku dan kamu sudah mengambil miliku" ucap Berly


***


Malam itu entah apa yang membuat Rangga bersikap lembut ke Kinara, bahkan Rangga meminta maaf ke istrinya itu.


Rangga berdiri dari tempat duduknya, ia membalikan tubuhnya menghadap ke arah kinar. dengan lembut Rangga mencium dahi milik kinar dan itu di lakukan Rangga dengan lembut.

__ADS_1


Kinar yang merasakan ciuman dari Rangga, membuatnya bahagia.


__ADS_2