
Kinar sudah mulai beraktivitas dengan kembali bekerja mengelolah perusahaan yang ia miliki. Gavin dan Aditia di asuh oleh ibu dan mertuanya di bantu oleh dua baby sister.
Nyonya Tika dan ibu Yati mulai kewalahan menjaga cucu mereka satunya bernama Aditia yang super duper aktif, Aditia melakukan hal yang membuatnya penasaran seperti naik turun naik di sofa berulang-ulang kali, memanjat di kursi makan. ketika nyonya Tika dan baby sister mencoba menjaganya agar tidak jatuh itu membuatnya tertawa seolah nyonya tidak mengajaknya bermain. Aditia berlari di atas sofa menghindar dari nyonya tika sedangkan nyonya Tika terus mengejar takut jika Aditia terjatuh.
Gavin seorang kakak yang lahir lebih dulu dari Aditia itu menyusun permainannya dengan membentuk sebuah susunan tinggi. setelah susunannya selesai Gavin bertepuk tangan dengan sendirinya dan mengajak baby sister yang menjaganya untuk bertepuk tangan.
Aditia yang melihat susunan mainan Gavin dengan sigap ia turun dari sofa yang hampir saja terjungkir ke bawah. nyonya Tika mengelus dadanya karna ia bisa menangkap Aditia yang hampir saja jatuh terjungkir.
Aditia mendekati Gavin dan dengan nakalnya ia menendang mainan yang Gavin susun, dan tak lupa juga Aditia mulai meraih rambut Gavin untuk di tariknya.
Nyonya Tika menghela nafasnya dengan keras melihat kedua cucunya sedang bertengkar, nyonya Tika memisahkan mereka dengan menyuruh baby sister membawah Aditia keliling-keliling taman sedangkan Gavin. nyonya Tika meninggalkannya dengan di jaga oleh baby sister yang satunya.
Nyonya Tika menyiapkan makan siang untuk kedua cucunya, setelah makan siang ia memandikan mereka berdua dan menidurkan dengan memegang DOT milik mereka.
Nyonya Tika merasa lega ketika kedua cucunya itu sudah tidur, ia bisa bernafas dan beristirahat, namun beberapa menit Adit bangun dengan mulai turun dari ranjangnya dan melihat itu membuat nyonya Tika berteriak khawatir takut jika Aditia terjatuh.
"Kenapa kamu bangun, cepat tidur lagi" ucap nyonya Tika dengan menidurkan Aditia kembali.
"Susu.." ucap Aditia dengan memberikan dot kepada nyonya Tika agar mengisikan susu di DOT miliknya.
"Baiklah, Aditia tunggu di sini jangan turun dari tempat tidur mengerti"
"Key" jawab Aditia dengan menganggukan kepalanya.
Dengan cepat nyonya Tika membuatkan susu untuk Aditia dan memberikan ke Aditia, sedangkan Gavin ia tertidur begitu pulas berbeda dengan Aditia yang banyak maunya.
Baby sister hanya membantu nyonya Tika dan Bu Yati menjaga Gavin dan Aditia tapi nyonya Tika tidak ingin semua keperluan mereka di siapkan baby sister. apapun keperluan kedua cucunya nyonya Tika dan Bu Yati yang menyiapkannya.
******
Kinar memeriksa data-data perusahaannya selama ia cuti, Kinar memeriksa data pemasukan dan pengeluaran, setelah melihatnya ia sangat kagum kepada asistennya yang begitu sigap dan rapi untuk menyelesaikan semua urusan perusahaan.
Kinar akan membuat pesta perusahaan dengan mengajak semua staff perusahaannya untuk makan-makan bersama namun sebelum melakukannya ia harus mengatakannya dan meminta izin kepada suaminya dulu.
Siang ini pukul 1 Kinar akan kembali kerumah, mengingat ia harus banyak menghabiskan waktu bersama dengan kedua putranya sebagai seorang ibu, ia tidak ingin kedua putranya merasa kekurangan perhatian darinya.
Rangga sebagai kepala keluarga dan seorang suami memiliki tanggung jawab untuk keluarga kecil dengan memberikan nafkah sehingga mengharuskan ia bekerja keras walaupun dalam keluarganya secara material sangat berkecukupan dengan harta yang di milikinya dari kedua orang tuanya. namun Rangga ingin mendidik kedua putranya dari pengalaman yang ia miliki. Ranggapun menginginkan agar kedua putranya menjadi seorang pria yang bertanggung jawab seperti dirinya yang tak mengharapkan bantuan dari siapapun termasuk keluarga, ia ingin Agar Gavin dan Aditia bertanggung jawab kelak saat dewasa nanti dan tak merepotkan orang lain.
*****
__ADS_1
Kinar sampai dari kantornya, ia masuk ke dalam rumah, ia merasa begitu sepi tak mendengarkan suara kedua putranya yang setiap ia pulang rumah seperti kapal pecah dan suara teriakan mereka berada di mana-mana.
"Ibu sama mama kemana bi?"
"Nyonya Tika dan ibu Yati sedang berada di kamar tuan Gavin dan tuan Aditia nona"
"Terima kasih bi"
Kinar pergi ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaian, ia tidak ingin kedua putranya terkena kuman dari tubuhnya yang seharian di luaran bertemu dengan polusi.
Setelah selesai ia pergi menemui kedua putranya, Kinar tersenyum ketika melihat kedua putranya tersenyum menatapnya.
"Mom..." panggil Gavin sambil tersenyum
Kinar masuk ke dalam kamar mereka ia mendapatkan pelukan dari kedua putranya.
"Mommy dari mana saja?" tanya Aditia
"Mommy kerja sayang"
"Kerja di mana ?"
"Di mana?" tanya Aditia lagi
"Nanti kalau udah besar begini Aditia dan Gavin mommy ajak kesana" ucap Kinar dengan memperagakan tangannya mengukur ketinggian kedua putranya
"Mana?" tanya Aditia lagi dan lagi
"Di kantor mommy yang besar"
"Besar mana mom?"
Kinar memijit jidatnya, ia terlihat mulai sakit kepala dengan pertanyaan Aditia yang selalu menanyakan di mana, di mana terus, walaupun udah di jelaskan oleh Kinar namun tak membuat Aditia puas.
"Mommy baru sampai dari bekerja untuk Gavin dan Aditia, jadi biarkan mommy istrahat jangan di tanya lagi"
"Beli mainan nek"
"Iya beli mainan yang banyak untuk Aditia dan juga Gavin"
__ADS_1
"Banyak begini nek" ucap Aditia dengan memperagakan tangannya seolah mainan yang akan ia beli sebanyak panjang tangannya.
"Iya.."
Gavin memeluk Kinar dan mencium Kinara penuh kasih sayang sedangkan Aditia terus bercerita dengan neneknya.
"Vin mau mainan robot dan juga senjata mom"
"Iya sayang, nanti mommy akan belikan"
"Mommy robot seperti ini"
"Iya, nanti mommy belikan yang seperti itu"
"Adit juga mau mom, lebih besar dari Gavin"
"Vin yang besar mom, Adit yang kecil saja"
"Gak, Adit yang besar" teriak Aditia dengan menatap Gavin sambil meletakan kedua tangannya di pinggangnya
"Kamu gak boleh beli yang besar, kamu beli yang kecil aja" ucap Gavin dengan membalas tatapan Aditia
"Gak, Adit gak mau" ucap Aditia dengan mulai mendekati Gavin dan mengulurkan tangannya yang siap menarik baju yang di pakai Gavin sedangkan Gavin mulai meraih tangan Aditia dengan mulai mencubitnya.
Nyonya Tika, Bu Yati dan Kinar yang melihatnya menarik nafas dalam-dalam melihat Gavin dan Aditia saling cakar-cakaran. dengan cepat nyonya menjadi penengah buat mereka.
"Cukup sayang, kasian mommy terlihat sedih melihat Gavin dan Aditia bertengkar"
"Adit dan Gavin gak bertengkar koq" ucap Aditia
"Astaga, kalau gak bertengkar trus kalian ngapain dari tadi"
"Adit hanya menarik Gavin aja"
"Gavin hanya membalas Adit aja koq nek"
"Ya sudah sekarang saling minta maaf, kasian mommy tuh terlihat sedih, mommy mau nangis tuh"
"Vin maaf " ucap Adit dengan langsung memeluk Gavin lalu menghampiri Kinar dan memeluknya tak lupa mereka mencium pipi Kinara.
__ADS_1