
Mira dan Serina keluar dari restaurant, namun Mira menghentikan langkahnya dengan menatap Lia.
"Awas kamu Lia" ucap Mira dengan marah
"Bu.." panggil Serina
"Kenapa lagi ?"
"Bagaimana Bu, itukan uang untuk kita sebulan dan buat nyicil hutang ibu ke rentenir" ucap serina, karna uang itu baru saja ayahnya kirimkan.
"Ini semua gara-gara kamu, gara-gara ide kamu. akhirnya kita terjebak"
"Koq gara-gara aku sih Bu, ibu kan yang mesan banyak makanan itu"
"Diam kamu" teriak Mira dengan marah
"Maafkan saya tuan"
"Saya tidak butuh maaf dari kamu, tapi yang aku butuhkan bagaimana cara kerja kamu untuk mengelolah restaurant ini" ucap Anand dengan pergi, namun ia menghentikan langkahnya dan berbalik melangkah ke arah Lia
"Satu lagi, kalau ada orang yang membuat keributan dan tidak ada kerja sama dengan kita untuk menyelesaikan permasalahannya, kalian bisa menelfon petugas keamanan restaurant atau pihak berwajib (polisi)"
"Baik tuan"
Anand pergi meninggalkan restaurant, ia menghentikan langkahnya dengan melirik ke arah Lia.
Lia terus berdiri dan menatap punggung Anand, setelah tak terlihat Lia mulai melakukan tugasnya, walaupun Lia sebagai manager tapi dirinya turut ikut serta dalam menyapa dan mempersilahkan setiap pengunjung yang datang menempati meja dan kursi yang mereka sediakan.
******
Dengan bahagianya Kinar pergi ke kantor mengantarkan makan siang, begitupun dengan Rangga yang sudah tidak sabar bertemu dengan istrinya. makan siang inilah pertama kali mereka lakukan selama mereka menikah.
__ADS_1
Kinar terkejut ketika seseorang memegang pundaknya dan mendorongnya. Kinar berbalik menatap seseorang yang mendorongnya, tapi ketika ia melihatnya tamparan melayang ke wajahnya dan membuatnya terkejut.
"Dasar wanita sialan, wanita murahan, kamu berani menggoda calon suamiku dengan datang ke tempat ini" teriak wanita itu dengan keras
"Helen !!" ucap Kinar terkejut ternyata seseorang yang mendorongnya adalah Helen.
Ketika Helen akan menampar Kinar lagi, Kinar menangkap tangan Helen dan menghempaskannya.
"Aauu sakit" teriak Helen
Frans datang untuk menjemput Kinar, namun ia melihat istri bosnya di tampar.
"Hati-hati dengan anda nona" ucap Frans dengan berdiri tepat di depan Kinar.
"Siapa lagi ini" ucap Helen dengan menarik nafasnya. "Apa dia salah satu laki-laki yang tidur denganmu?" ucap Helen lagi dengan tersenyum
Frans mengepalkan tangannya tidak terima jika Helen menuduh nonanya.
Semua karyawan, petugas keamanan yang bekerja di gedung itu melaksanakan perintah Frans.
Ada apa ini, kenapa mereka berbalik sesuai apa yang laki-laki ini perintahkan, apa dia berusaha menjadi penguasa di gedung ini. Helen
Kinar terkejut mendengar teriakan Frans, selama ia menikah dengan tuannya. Kinar tidak pernah mendengarkan Frans semarah itu.
"Jadi kamu mau menakuti aku, jangan harap aku takut denganmu, kamu itu hanyalah sampah di gedung ini" ucap Helen dengan menghina Frans.
"Dan juga kalian berdua begitu serasi sama-sama sampah" ucap Helen lagi.
Kinar yang melihat Frans mengeraskan rahangnya dan mengepalkan kedua tangannya. Kinar berusaha menghentikan agar Helen tidak mengatakan omong kosong lagi.
"Cukup Helen, aku bilang cukup" teriak Kinar
__ADS_1
"Kenapa! kamu tidak terima dengan apa yang aku katakan, oh iya atau jangan-jangan kamu sudah tidur bersama dengan laki-laki ini"
Plaaakkkk ..., sebuah tamparan berbunyi keras tepat di pipi Helen.
"Jaga ucapan anda nona, jika anda berani menghinanya, aku pastikan anda tidak bisa melihat dunia lagi" ucap Frans dengan baru saja menampar Helen.
Kinar menutup mulutnya, ia terkejut melihat Frans menampar Helen dengan begitu keras.
Helen yang dirinya di tampar terdiam memegang pipinya dengan menangis, ia merasakan kram, agak pedis di bagian pipinya bahkan ia merasa jika giginya akan jatuh.
Lima jari tepat masih meninggalkan bekas di pipi Helen.
"Saya peringatkan anda kembali, hati-hati dalam berucap, dan berhenti mengganggu jika masih ingin melihat dunia esok hari.
Kinar mendekati Helen, dengan memerintahkan salah satu karyawan di gedung itu mengambilkan kain dan es untuk di gunakan mengompres pipi Helen yang kena tampar.
Helen terdiam dengan menangis, ini pertama kalinya dirinya di tampar oleh seseorang, apa lagi orang itu adalah laki-laki.
Kinar menempelkan es dengan mengompres pipi Helen.
"Biar staff yang melakukannya nona, anda sudah di tunggu oleh tuan Rangga di ruangannya" ucap Frans
"Apa kamu gak melihatnya, wajahnya seperti ini karna kamu menamparnya Frans, seharusnya kamu gak usah ikut campur" teriak Kinar dengan memarahi Frans.
"Maafkan saya nona"
"Dasar laki-laki tak punya hati" ucap Kinar kesal
Frans menyuruh salah satu staffnya membawa Helen ke rumah sakit untuk memeriksakan pipinya yang kena tampar.
"Lepaskan aku, aku bisa sendiri" ucap Helen marah dengan menyeka darah di bibirnya.
__ADS_1
Helen pergi dengan perasaan bercampur menangis, malu, dan juga kesal.