
Rangga tidak bisa tidur, ia menatap langit kamarnya karna memikirkan Deri, betapa bodohnya dia yang mengorbankan masa depannya hanya untuk wanita yang tak pernah meliriknya, yang tak pernah menganggapnya ada.
Kinar menarik nafasnya melihat Rangga belum tidur.
"Belum tidur sayang?"
"Aku belum ngantuk sayang" jawab Rangga dengan merangkul istrinya sambil mengusap lengan istrinya.
Kinar memeluk suaminya dengan meletakan tangan kanannya di atas dada bidang suaminya.
Rangga mencium dahi istrinya penuh kasih sayang. lalu menatapnya sambil tersenyum.
"Tidurlah, kamu pasti capek dengan acara hari ini" ucap Rangga ke istrinya.
Kenapa dia gak menanyakan soal KNR hotel, tadi siang kan dia kaget mendengar namaku di panggil. apa ada sesuatu yang dia sembunyikan dari aku.
Rangga tertawa melihat wajah istrinya yang sedang memikirkan sesuatu. ia langsung memeluknya dengan erat sambil kaki kirinya ia pergunakan untuk memeluk erat istrinya.
"Aku tau apa yang kamu pikirkan, jadi malam ini aku belum menanyakannya, karna aku tau kamu pasti capek apalagi ada kekacauan seperti tadi"
"Hmmm,baiklah" ucap Kinar dengan mencium bibir suaminya lalu ia melingkarkan tangannya di pinggang dengan memeluk erat dan meletakan wajahnya di dada bidang suaminya yang saat ini tidak memakai kaos.
Rangga mengusap-usap rambut istrinya, dengan pelannya Rangga memejamkan matanya menurutnya hari ini begitu membuatnya capek
Keesokan paginya Anand membuat janji bertemu dengan Rangga di sebuah restaurant miliknya. ada hal yang ia bicarakan dengan Rangga.
Rangga dan Anand saat ini sedang duduk berhadapan dengan di temani oleh secangkir kopi.
"Aku tidak suka dengan basa basi jadi aku akan mengatakannya ke intinya" ucap Anand dengan wajah tanpa ekspresi sedikitpun.
"Aku akan kembali ke kota C besok pagi, selama aku tidak berada di dekat kinar. aku harap kamu bisa menjaganya sebagai seorang suami. aku tidak ingin sesuatu terjadi pada Kinar"
Rangga pun sama halnya dengan Anand, pagi ini wajah kedua orang ini terlihat begitu serius dengan pertemuan mereka.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu khawatir, Kinar adalah istriku sudah tanggung jawabku untuk menjaganya" ucap Rangga dengan meminum kopinya
"Bagus kalau begitu, aku tidak perlu khawatir lagi. tapi aku ingatkan berhati-hatilah akan banyak orang mengincar kalian" Anand memperingati Rangga untuk berhati-hati.
"Aku bisa mengatasi mereka"
Anand menarik nafasnya dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
Anand membahas alasannya mengajak Rangga bertemu yaitu mengalihkan tanggung jawabnya ke Kinar dan juga ruangan yang ia miliki untuk menghukum orang-orang yang mengganggu kehidupannya. dan juga beberapa orangnya untuk menjaga Kinar.
Walaupun Kinar memiliki seni bela diri Anand tetap mengkhawatirkan Kinar. sehingga ia memberitahu ke Rangga. Kinar saat ini menggantikan Anand sebagai ketua mafia di kota A.
Anand pun sudah memberitahukan kepada orang-orangnya kalau mereka harus menjaga Kinar dan Rangga. saat ini merekalah orang yang harus mereka patuhi.
Setelah pertemuannya dengan Rangga, Anand mengajak kinar bertemu dengan menghabiskan waktu bersama sebelum Anand kembali.
Seharian mereka hanya makan, nonton, lalu pergi berlatih sampai malam. Anand tipe orang yang gak suka pergi belanja, nonton ataupun jalan-jalan. ia lebih suka menghabiskan waktunya untuk latihan bela diri, menembak.
"Aku pasti merindukan paman nanti" ucap Kinar dengan duduk sambil meminum air mineral
"Tapi kan paman sibuk disana" ucap Kinar dengan wajah cemberut
"Eee kenapa wajahnya seperti itu, ingat keluarga mafia gak ada yang wajahnya cengeng seperti itu. apalagi kamu adalah ketua mafianya Kinar"
"Dasar paman sialan bikin moodku hilang aja"
Anand tertawa mendengar Kinar mengumpatnya, ia berdiri dengan memukul kaki milik Kinar.
"Ayo cepat bangun, lawan paman jika kamu menang paman akan datang mengunjungimu setiap kamu merindukan paman"
Kinar tersenyum mendengar apa yang pamannya katakan. "Janji ya Paman"
"Gimana mau janji kita belum bertanding"
__ADS_1
Kinar mulai bersiap-siap menyerang pamannya. "Paman harus kalah yaa jangan menang biar Kinar bisa bertemu paman lagi"
"Mana ada seperti itu, lebih baik gak usah bertanding kalau gitu mah" ucap Anand dengan tertawa.
****
Kinar tiduran sambil meminta bantuan ke pelayan agar memijitnya, tubuhnya terasa pegal gara-gara pamannya yang gak mau mengalah alhasil Kinar mengeluarkan semua tenaganya untuk melawan Anand agar Kinar bisa bertemu dengannya lagi.
Kinar tertidur dengan di pijit oleh pelayan, sampai akhirnya Rangga datang Kinar sudah tertidur di temani pelayan yang memijit.
Rangga menyuruh pelayan untuk meninggalkan mereka, Rangga menatap posisi tubuh Kinar yang tiarap hanya memakai handuk saja dengan rambutnya di kuncir. Rangga menelan salivanya melihat kulit putih istrinya. namun Rangga segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai Rangga pergi mengganti bajunya hanya memakai celana boxer saja. ketika Rangga siap-siap mau tidur, posisi istrinya berubah. Rangga menelan salivanya ketika melihat handuk yang Kinar pakai terangkat sedikit hingga memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
Rangga menggeleng-gelengkan kepalanya agar tidak terpancing, ia tidak mau mengganggu istrinya yang sudah tidur. Rangga mematikan lampu dan hanya menghidupkan lampu tidur mereka agar ia tidak melihat tubuh istrinya lagi.
Tapi apa yang Rangga lakukan dengan mencoba menghindarinya semua itu sia-sia. Kinar yang saat mengeliat dalam tidurnya dengan mengangkat kakinya ke atas paha suaminya dan juga tangan Kinar berada di dada bidang suaminya.
Rangga yang melihatnya mencoba menutupinya kembali dengan selimut dan menurunkan tangan dan kaki istrinya dari tubuhnya. namun Kinar melepaskan selimut katanya panas. tiba-tiba Kinar berbalik dengan memeluk Rangga kakinya ia letakan di atas perut Rangga dan tangannya ia letakan di dada bidang suaminya sambil mengelus-ngelusnya dengan lembut.
Rangga yang batinnya tersiksa mencoba melawan nafsunya agar tidak terpancing dengan ulah istrinya. Kinar mengeliat dengan memainkan jarinya di atas dada Rangga. mata Rangga melotot ketika melihat bela kedua dada Kinar terlihat karna saat ini handuk yang di pakai Kinar melorot sedikit kebawah.
"Astaga apa kamu mau menggodaku wahai istriku" ucap Rangga dengan benar-benar tersiksa.
Kinar yang mendengar apa suaminya katakan ia menahan tawanya agar tidak ketahuan oleh suaminya. untuk mengerjai Rangga Kinar mencoba naik keatas tubuh Rangga dengan mata yang tertutup, ia mencoba tidur di atas tubuh Rangga dengan membenamkan wajahnya ke leher Rangga.
Kinar membuka matanya lalu menutup kembali matanya dengan mendekatkan hidungnya ke leher Rangga, agar hembusan nafas Kinar bisa merangs*** Rangga.
Rangga yang merasakan sesuatu yang aneh dengan hembusan nafas istrinya, ternyata selain hembusan nafasnya kinarpun meniupkannya dengan mulutnya.
Rangga tertawa dengan langsung memindahkan Kinar berada di bawah tubuhnya.
"Jadi kamu menggodaku ya, jangan harap malam ini kamu bisa lepas, menjeritpun aku gak akan berhenti karna kamu yang memulainya lebih dulu"
__ADS_1
"Rangga melepaskan handuk yang di pakai oleh istrinya, ia melemparkan handuk itu ke lantai. Rangga mulai menciumi wajah istrinya, bibirnya lalu berpindah ke dadanya.
Malam itu menjadi malam yang panas buat Rangga dan Kinar untuk membuat junior mereka.