
Waktu terus berputar perkembangan si kembar pun berlalu begitu cepat, saat ini si kembar sudah mulai sekolah namun penjagaan mereka tetap berlanjut dengan mulai di perketat.
Aditia mulai kesel dengan om-om bodyguardnya, ia selalu di ledek di sekolah karna selalu di ikutin oleh beberapa orang sewaan Daddy nya.
"Kalian kenapa sih selalu ngikutin aku." ucap Aditia ke bodyguardnya dengan tatapan kesel.
"Kalian tau gak, gara-gara kalian aku di ledek perempuan yang ada di sekolahku" ucap Aditia lagi.
Sedangkan Gavin ia cuek saja dengan terus menggambar yang selalu menjadi hobby nya.
"Vin, kamu koq santai-santai aja dengan keberadaan mereka" tanya Aditia karna ia ingin Gavin juga seperti dirinya yang risih dengan keberadaan mereka.
Gavin seorang anak yang begitu cuek, bahkan selama bodyguardnya tidak melewati batas, ia baik-baik saja dengan keberadaan mereka.
Hari ini Rangga mendapatkan kabar dari orang suruhannya bahwa pria yang mencoba mengganggu si kembar sudah di temukan keberadaannya.
Dengan mendengar apa yang di katakan oleh orang suruhannya, ia beranjak dari tempat duduknya dengan langsung berdiri.
__ADS_1
"Jangan lepaskan orang itu, dan terus kalian awasi" ucap Rangga dengan bergegas pergi.
Dalam perjalanan Rangga menelfon Kinara kalau dirinya tidak bisa menjemput si kembar di sekolah.
******
Pria yang mengganggu si kembar terlihat bersantai dengan teman-temannya, dari kejauhan Rangga menatap mereka dengan marah. dengan kemarahannya mengingat putranya menangis dan terluka Rangga menabraknya namun pria itu menghindar ketika melihat mobil Rangga ke arahnya.
"Sial" umpet Rangga ketika dirinya gagal menabraknya
Pria itu lari ke arah mobilnya dan masuk, ia pergi melarikan diri namun Rangga mengejarnya sehingga terjadilah kejar-kejaran.
Rangga semakin mengejar mobil pria itu dengan mensejajarkan mobil mereka, pria itu menyambar mobil Rangga dengan pinggiran mobilnya, ia terus menempelkan mobilnya ke mobil Rangga.
Mobil yang di naikin Rangga mulai terlihat rusak dan bagian sampingnya mengeluarkan cahaya karna gesekan mobilnya dan mobil pria itu. Rangga menghindarinya lalu membalasnya dengan menempelkan mobilnya sambil mendorong mobil pria itu. dengan sangat emosi Rangga hampir saja kehilangan keseimbangan, mobil yang di naikin Rangga hampir saja terbalik untunglah Rangga bisa menghindari sesuatu yang ada di depannya.
Pria itu tersenyum melihat mobil Rangga terhenti dengan mengeluarkan asal dalam bagasi mobilnya.
__ADS_1
pria itu menunjukan dirinya dengan membuka atap mobilnya dan berdiri sambil tersenyum.
Rangga memukul stir mobilnya karna gagal menangkap dan membunuh pria itu. sedangkan pria itu tertawa terbahak-bahak sambil menghidupkan mobilnya, ketika pria itu mulai melajukan mobilnya tiba-tiba Bruuuuukkk mobil pria itu di tabrak, sehingga mobil itu melayang dan terbalik sampai tiga kali.
Rangga terkejut, ia bergegas keluar dari mobilnya ketika mendengarnya.
Dari dalam mobil Anand keluar dengan membawa senjata apinya dan mengambil posisi dengan bersiap-siap mengarahkan senjata apinya kearah mobil pria itu. Anand menarik pelatuknya dan doorrrr .
Mobil milik pria itu meledak dan terbakar dengan sekali tembakan dari Anand. sedangkan Rangga mendekati Anand.
"Kapan kamu datang Anand?" tanya Rangga keheranan melihat Anand sudah berada di sana
"Aku sudah beberapa hari berada di kota ini namun aku tak mengatakan ke kalian"
"Apakah Kinar tak mengetahuinya"
"Iya, kinarpun tak tau kalau aku ada di kota ini"
__ADS_1
Anand menawarkan akan pergi mengantarkan Rangga ke rumah sakit untuk membalut luka yang ada di lengannya, namun Rangga menolaknya karna menurutnya ini hanyalah luka kecil. dan sebelum pergi mereka melirik ke arah mobil pria yang sudah terbakar itu.