
Kinar yang melihat Rangga berjalan ke arah mereka, ia berdiri dan menghampiri Rangga
"Kamu gak apa-apa kan sayang?" tanya Kinar dengan memeriksa tubuh Rangga. dan betapa terkejutnya ia melihat luka goresan di tangan Rangga.
"Aku gak apa-apa sayang"
"Gak apa-apa gimana, tangan kamu terluka sayang"
"Ini hanya luka kecil koq sayang" ucap Rangga dengan melihat tangannya. trus ia menatap Sera yang terluka karna menyelamatkan Kinar istrinya.
"Bagaimana dengan Sera?"
"Sera gak apa-apa sayang, lukanya udah di obati oleh dokter Arka"
"Hmmm" Rangga memeluk Kinar dengan erat, ia memikirkan jika terjadi apa-apa dengan kinar ia tidak tau lagi bagaimana hidupnya.
"Aku gak apa-apa sayang, kamu kan liat tadi yang terluka Sera bukan aku"
Rangga menarik nafasnya lalu mencium kepala istrinya. mereka berjalan mendekati Sera.
Kinar menyuruh Rangga duduk, ia mengambil kotak p3k yang di pakai dokter Arka mengobati luka Sera.
"Sayang ini hanya luka kecil"
"biarkan aku mengobatinya"
Rangga menatap Kinar yang sedang mengobati lukanya, Rangga tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Oh iya sayang, bagaimana dengan pelayan itu, apa kalian menangkapnya?"
"Iya dia sudah tertangkap, Anand sedang mengurusnya"
"Bagus kalau begitu" Kinar tersenyum melihat luka suaminya sudah ia perban.
Acara peresmian berjalan dengan lancar walau ada sedikit kekacauan tapi kekacauan itu cepat teratasi tanpa di ketahui para tamu.
Selesai Acara mereka beristirahat di KNR hotel, Rangga yang sedang berada di kamar dengan Kinar. ia meminta izin untuk keluar sebentar.
"Sayang, aku ingin menemui Anand dulu"
"Hmmm" jawab Kinar dengan menganggukan kepalanya.
"Hati-hati sayang"
"Iya.." sebelum pergi Rangga tak lupa mencium dahi istrinya.
Kebiasaan mencium dahi dan memeluk istrinya sebelum pergi sudah menjadi makanan Rangga setiap hari. jika ia melupakannya ia akan kembali melakukannya atau ia akan kembali dengan mengganti dua kali lipat.
Rangga menghubungi Anand dan menanyakan posisinya di mana. setelah Anand memberitahu Rangga pergi ke alamat yang di kirim oleh Anand.
__ADS_1
Rangga melihat tempat yang alamatnya di berikan oleh Anand. Rangga penuh keheranan kalau Anand memiliki tempat yang begitu bagus.
Salah satu pengawal menuntun Rangga untuk masuk ke tempat yang dulunya ia menyekap Mira dan putrinya.
Rangga melihat wajah Deri sudah babak belur dan tangannya yang saat ini sedang di injak oleh Anand.
Rangga terkejut melihat Anand yang menginjak tangan Deri
"Kamu sudah datang Rangga?"
"Iya, aku baru saja sampai" jawab Rangga
"Aku rasa cukup buat aku, sekarang giliramu. apa yang ingin kamu tanyakan padanya"
Rangga mendekati Deri. ia mencekram bajunya.
"Apa salah istriku sehingga kamu melakukannya"
"Oh iya aku lupa memberitahumu kalau pria ini sering menyelakai istrimu tapi dia selalu gagal melakukannya" jelas Anand
Rangga mulai geram dengan Deri yang berniat membunuh Kinar.
"Aku tanya apa salah istriku padamu, jawab Deri?"
"Kenapa kamu menanyakannya padaku, seharusnya kamu tau alasannya Rangga."
"Ini masalah kita, istriku tidak ada sangkut pautnya dengan masalah kita"
Deri merasa iri karna Berly lebih memilih Rangga dari pada dirinya di masa lalu, selama sebelum bersama dengan Rangga, Deri adalah orang yang menemani Berly dan dirinya yang memperkenalkan Rangga dengan Berly. karna Deri dan Rangga adalah teman kuliah dulu.
"Kamu tau bagaimana Berly saat ini, dia seperti orang gila yang selalu menangis dengan menyebut nama kamu, bahkan Berly nyaris melakukan bunuh diri tapi nyawanya masih bisa tertolong"
"Semua ini dia yang menimbulkan, seharusnya dia tak seperti itu. karna semua adalah kesalahannya dulu"
"Aku tau dia membuat kesalahan dengan meninggalkanmu, tapi apakah tak sedikitpun kamu masih mencintainya"
"Stop Deri, aku sudah tidak mencintainya lagi karna yang aku cintai saat ini adalah istriku" ucap Rangga dengan mengeraskan suaranya.
"Sadarlah Deri, masih banyak wanita di luaran sana kenapa kamu harus mengorbankan dirimu demi dia"
"Karna aku mencintainya Rangga"
"Tapi gak seperti ini Deri, apa yang kamu lakukan adalah salah"
Deri mulai marah mendengar perkataan Rangga yang menyalahkan Berly dan menyuruh Deri meninggalkan Berly.
"Sampai kapanpun aku akan mencintai Berly, siapapun yang membuatnya menangis aku akan membunuhnya"
"Jika kamu ingin membunuhku, bunuhlah aku tapi jangan menggangu hidup istriku"
__ADS_1
"Tapi aku tidak begitu tertarik membunuhmu dengan cepat, aku ingin menyiksamu melalui istrimu"
"Sialan kamu Deri"
Bruuukkk..
Rangga melayangkan sebuah pukulan ke wajah Deri. Rangga berteriak dengan mengusap wajahnya.
Deri tertawa melihat Rangga, dendamnya kepada Rangga yang sudah lama akhirnya bisa ia balaskan dengan mengganggu istrinya
Rangga menelfon Frans agar mengawasi Kinar, karna saat ini Kinar masih dalam bahaya.
"Kamu awasi istriku, saat ini dirinya terancam, jika sampai terjadi apa-apa dengan istriku kamu akan tanggung akibatnya Frans"
" Baik tuan"
"Buahahaha, ternyata kamu cerdas Rangga, aku pikir kamu akan mengabaikan apa yang aku katakan"
Rangga mendekati Deri dengan mengcekram bajunya. "Jika sampai terjadi apa-apa dengan Kinar, aku akan membunuhmu Deri. aku akan membunuhmu" teriak Rangga dengan marah.
Anand yang mendengar teriakan Rangga, ia masuk ke dalam ruangan Rangga dan Deri.
"Ada apa Rangga?"
"Kinar masih dalam bahaya"
"Kamu tenang saja, semua akan baik-baik saja" ucap Anand dengan mencoba menenangkan Rangga dari rasa khawatirnya.
Dengan kesal Anand menendang wajah Deri yang sedang tertawa.
"Dasar bedebah" ucap Anand dengan menarik Deri dan di ikatnya deri di tembok. Anand mengambil sebuah pisau dan mengeker bidikannya yaitu apel yang berada di atas kepala Deri.
"Apa yang akan kamu lakukan?"
"Seperti apa yang kamu lakukan saat ini"
"Lepaskan aku"
"jangan salahkan aku jika pisau ini mengenai mata,wajah atau bagian lehermu"
Deri yang tadinya terlihat bahagia berhasil membuat Rangga begitu khawatir dengan istrinya, sekarang tawa itu hilang ketika Anand melemparkan pisaunya yang mengenai rambutnya.
Deri terlihat ketakutan tubuhnya bergetar, dengan apa yang Anand lakukan.
Sekali lagi Anand melemparkan pisau mengenainya tangannya sedikit. Deri meringis karna tangannya tergores.
Anand mencoba mengambil pisau ketiganya untuk di lemparkan ke arah Deri. ketika Anand siap melemparkannya Deri memohon agar tak melemparkannya.
"Tapi aku belum puas bermain-main denganmu" ucap Anand dengan melemparkan pisau dan kali ini pisaunya mengenai tepat apel yang ada di kepala Deri.
__ADS_1
Anand mendapatkan telfon bahwa mereka berhasil menangkap orang-orang suruhan Deri. Rangga yang mendengarnya terlihat lega kalau istrinya tidak dalam bahaya lagi.
Deri terjatuh ke lantai karna tubuhnya terlihat lemas karna ulah Anand, di tambah Rangga dan Anand beberapa kali memukul Deri sehingga Deri terlihat lemas dengan wajahnya yang sudah babak belur, pipi dan bibirnya mengeluarkan darah karna pukulan dari Rangga. dan Anand.