Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 50


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang suasana hati Rangga tidak baik-baik saja, dalam mobil Rangga terlihat kesal. bahkan ia melonggarkan das nya dengan kasar.


Frans terlihat kebingungane dengan sikap Rangga, melihat tatapan Rangga saat ini Rangga bener-bener marah.


"Lama-lama aku bisa gila Frans kalau begini"


"Gila kenapa tuan?"


Rangga memukul jendela mobilnya.


Sampainya di rumah Rangga masuk dengan mengambil segelas air putih untuk di minumnya.


Mereka keheranan melihat sikap Rangga, nyonya Tika mendekati Rangga.


"Kamu kenapa?"


Rangga melepaskan jasnya, menatap mamanya dan juga Kinar.


"Apa kamu tidak memiliki mulut, apa kamu tidak bisa bicara? haaa" ucap Rangga marah dengan langsung pergi di hadapan Kinar sambil menunjuk Kinar


Kinar yang mendengar ucapan Rangga terdiam, ia tidak mengerti maksud Rangga bicara seperti itu,


"Kenapa kamu bicara seperti itu Rangga? kamu harus menjaga emosi kamu jika kamu tidak menyukai Kinar. karna di sini ada kedua orang tuanya Rangga.


"Ada apa Rangga? kenapa kamu marah-marah begitu ke Kinar?" tanya papanya


Rangga menarik nafasnya, lalu mengeluarkannya kembali.


"Kamu kenapa? bicara sama mama dan papa, tapi jangan seperti ini Rangga, ibu dan ayahnya Kinar sedang melihatmu"


"Rangga kesal pa" ucap Rangga dengan suara rendah


"Kesal kenapa? beritahu papa. kasian Kinar yang tidak tau apa-apa"


"Kinar tau pa, dia hanya pura-pura tidak tau" jawab Rangga dengan menatap Kinar.


Tuan Hans menatap Kinar yang sedang berdiri, nyonya Tika mendekati Kinar.


"Ada apa Kinar?" tanya nyonya Tika dan juga ibunya


"Kinar tidak tau ma, Bu" jawab Kinar tidak tau apa-apa


"Mereka menjelek-jelekan Kinar ma, istri Rangga. Rangga tidak terima kalau Kinar di jelekin" ucap Rangga dengan duduk


Mereka yang mendengarkan apa yang Rangga katakan tersenyum lega, ternyata yang membuat Rangga marah adalah Kinar menjadi topik pembicaraan di acara rama tamanya di kampus tadi.


"Apa dia tidak punya mulut, begitu saja Kinar hanya diam, Kinar yang ku kenal bukan seperti itu, dan tadi mama juga melarangku untuk membela istriku"


"Mama melarangmu karna kalau kamu sampai membela Kinar itu akan memperburuk keadaan Rangga"


"Rangga kan suaminya, Rangga berhak marah dan seharusnya Rangga membela Kinar di acara tadi"


"Jika kamu membelanya tadi, mama yakin besok lebih para lagi dari malam ini Rangga"


"Kenapa?"


"Karna mereka tidak tau Kinar adalah istrimu, yang ada mereka akan mengatakan kalau Kinar adalah wanita murahan" ucap nyonya Tika


"Semua ini salah siapa? tanya mama sama kamu Rangga"


"Rangga gak tau" ucap Rangga dengan wajah cemberut


"Apa harus mama yang mengatakannya?"

__ADS_1


"Iya Rangga tau, kalau ini adalah kesalahan Rangga. karna Rangga tidak ingin orang tau Kinar istri Rangga, makanya dulu pernikahan Rangga gak di ekspos"


"Nah kamu tau, jadi kamu tidak perlu gegabah dalam mengurusnya"


"Besok Rangga akan mengumumkan hubungan Rangga dengan kinar ma"


Kedua orang tua Kinar, dan kedua orang tua Rangga tertawa melihat Rangga yang menyadarinya jika ia menutupi hubungannya dengan kinar, ia tidak bisa melakukan apa-apa.


"Berhasil..." sorak nyonya Tika di dalam hati


Ia berhasil memanasi putranya untuk mengetahui perasaan sesungguhnya putranya ke istrinya.


Pada hal Rangga bisa membela Kinar karna itu menjadi tanggung jawab Rangga sebagai suaminya, namun semua itu di lakukan nyonya Tika agar dirinya benar-benar yakin kalau putranya sudah mencintai istrinya, Kinar


"Sekarang waktunya kita istrahat" ucap nyonya Tika


Ketika Rangga menarik tangan Kinar, nyonya Tika menahannya.


"Mau kemana kamu?"


"Kan kata mama tadi waktunya istrahat, jadi Rangga mengajak Kinar ke kamar"


"Gak boleh, malam ini Kinar tidur bersama dengan orang tuanya"


"Aturan macam apa itu" ucap Rangga tidak terima


Nyonya Tika menatap Kinar, dengan mengusap-usap pundak menantunya.


"Kamu pasti kangen orang tuamu, jadi malam ini kamu bisa tidur dengan mereka"


"Benarkah ma?" tanya Kinar dengan tersenyum bahagia


"Iya"


"Makasih ma" ucap Kinar dengan memeluk nyonya Tika


"Diam kamu"


"Gak apa-apa nak, kamu bisa tidur dengan suami kamu, kan ada ayah yang akan menemani ibu"


"Iya benar, aku setuju sama ibu" ucap Rangga


"Gak Bu, Kinar bisa tidur bersama dengan Rangga besok, tapi malam ini Kinar ingin tidur dengan ibu dan ayah"


Rangga yang mendengar perkataan Kinar, ia kaget, dirinya tidak menyangka Kinar mengatakannya.


Rangga pergi ke kamarnya, ia meninggalkan mereka di ruang keluarga.


"Heran aku sama mama, seharusnya mama belain aku. ini malah sebaliknya, mama yang minta agar Kinar tidur dengan kedua orang tuanya" ucap Rangga dengan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


Nyonya Tika menatap putranya yang pergi ke kamarnya dengan wajah yang kesal, namun itu cara nyonya Tika menghukum Rangga. sikapnya ke Kinar dulu tidak seberapa dengan ini. dan Kinar hanya tidur dengan kedua orang tuanya bukan tidur dengan pria lain.


"Kamu susul suami kamu Kinar" suruh ibunya


"Gak perlu Bu Yati"


"Tapi"


"Gak perlu khawatir, Rangga emang seperti itu, tapi bentar lagi pasti moodnya akan baik lagi koq" jelas nyonya Tika ke besannya agar mereka tidak memikirkan sikap Rangga


Setelah membersihkan tubuhnya, Rangga menatap tempat tidur. yang selalu ada Kinar di sampingnya namun malam ini Kinar tidak tidur bersamanya.


Rangga tidak bisa tidur, ia berguling-guling ke kiri dan ke kanan, bangun mengerjakan pekerjaan kantornya di leptop, tapi ia masih merasa kesepian tidak ada Kinar di sampingnya.

__ADS_1


Rangga bangun ia duduk di depan tv dengan mulai bermain game, nyonya Tika mengintip putranya lalu tersenyum.


Kinar yang datang ingin membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, ia masuk ke dalam kamar. nyonya Tikapun masuk ke dalam kamar


Rangga melihat Kinar masuk ke dalam kamar, Kinar dan Rangga saling bertatapan.


"Bahkan malam ini bayanganmu muncul di hadapanku" ucap Rangga dengan mengalihkan pandangannya ke arah tv.


Nyonya Tika duduk di dekat Rangga.


"Jangan seperti itu, wajahmu kelihatan jelek kalau cemberut seperti itu"


"Bayangan Kinar selalu muncul ma" ucap Rangga dengan wajah sedih


"Kamu kenapa sih Rangga, Kinar kan hanya ada di kamar sebelah gak kemana-mana, kenapa kamu terlihat sedih seperti itu?"


"Rangga sudah terbiasa ada Kinar di samping Rangga ma"


Selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya, Kinar berdiri di dekat tempat tidur.


Rangga melihat Kinar yang sedang berdiri


"Ma, bayangan Kinar muncul lagi kan. bisa-bisa aku jadi gila kalau begini ma" ucap Rangga dengan berdiri menuju ke kamar mandi mencuci wajahnya


Nyonya Tika menahan dirinya agar tidak tertawa.


nyonya Tika menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.


Rangga yang saat ini berpapasan dengan Kinar.


"Kenapa kamu terus menatapku, menghilanglah" ucap Rangga


Ketika Rangga berjalan ke kamar mandi, dirinya dan Kinar saling menghalangi.


"Ma, bayangan Kinar ingin menyiksaku" teriak Rangga dengan menatap mamanya.


Namun ia melihat mamanya yang menahan tawa, lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah kinar. Rangga yang berencana menyentuh hidung Kinar tiba-tiba nyonya Tika memanggil Kinar.


"Kinar, pergilah ke kamar orang tuamu saatnya kamu tidur"


"Ma, kenapa mama gak bilang kalau Kinar dari tadi di sini?"


"Siapa suruh kamu hanya cuek saja, waktu kamu sudah berakhir Rangga , mama beri kamu kesempatan memeluk Kinar tapi kamu tidak memeluknya"


"Rangga kan tidak tau ma"


"Itu masalah kamu, ayo Kinar kita pergi" ajak nyonya Tika pergi


Rangga yang tidak tahan lagi ia mendekati Kinar dan memeluknya dari belakang.


"Kamu tidak boleh pergi, kamu harus tidur denganku malam ini"


"Rangga lepasin Kinar"


"Gak " ucap Rangga dengan langsung menggendong Kinar ke tempat tidur.


"Mama pergi saja, Rangga sama Kinar mau istrahat" ucap Rangga dengan memeluk Kinar di tempat tidur.


"Rangga lepaskan aku" ucap Kinar dengan merontak-rontak


"Gak akan" jawab Rangga dengan terus memeluk Kinar dengan erat.


"Ya sudah mama pergi dulu, kalian cepat beristirahat"

__ADS_1


Nyonya Tika meninggalkan mereka berdua, nyonya Tika tersenyum. awalnya Kinar memang tidur di kamar dengan Rangga, namun nyonya Tika membuatnya seperti ini melihat seberapa besar Rangga merasa kesepian selama Kinar tidak di sampingnya. dan semuanya sudah jelas kalau Rangga benar-benar mencintai istrinya. nyonya Tika menjadi lega dan tidak perlu khawatir lagi jika ada yang mengganggu hubungan putranya dan menantunya.


#Jangan lupa like, rate, vote dan beri hadiah yaa, biar author lebih semangat lagi 🤗


__ADS_2