
Frans dan orang-orangnya terus mencari informasi orang yang berusaha membunuh Kinar, sedangkan Rangga menemani istrinya yang saat ini belum sadar.
Lia dan Ria sebagaimana biasa mereka bekerja, setelah pulang dari tempat kerja mereka menyempatkan diri untuk menjenguk sahabat mereka. Lia tidak bisa membendung air matanya ketika melihat kondisi sahabatnya.
Lia begitu sedih bahkan ia memohon agar menggantikan posisi Kinar yang sedang terbaring tak sadarkan diri dengannya.
Anand mendekati Lia dan memberikan sapu tangannya. Lia menatap wajah Anand lalu mengambil sapu tangan itu. "Terima kasih"
Anand yang di tatap Lia, tak bergeming sama sekali, bahkan Anand tak menatap Lia kembali, ia terus menatap ke arah Kinar.
Anand pergi meninggalkan mereka dan ia berencana mengantarkan Lia, namun Lia menolaknya karna masih ada urusan yang harus Lia lakukan.
****
Pendiri kampus dan Helen tetap akan membalaskan dendam mereka karna tidak terima mereka sudah berani meneror mereka dengan mayat. mereka akan membuat rencana untuk membalaskan dendam ke Rangga dengan semua yang terjadi, ia tidak akan memberi pengampunan ke Rangga dan juga sekretarisnya.
Saat ini Frans belum juga mendapatkan informasi tapi dirinya memiliki filling yang kuat pada satu orang, tapi Frans belum bisa menyimpulkan jika belum mendapatkan bukti tersebut.
Sedangkan pendiri kampus ia masih mengira yang melakukan semua dengan mengirim mayat kerumahnya adalah Rangga sehingga ia akan menghancurkan Rangga.
Anand menyelesaikan proyek yang di kerjakan oleh keponakannya, yang saat ini selangkah lagi akan selesai. Anand tersenyum akhirnya apa yang Kinar impikan mulai terkabulkan satu persatu.
Anand tersenyum tipis ketika mengingat Lia yang terus meminta maaf dengan wajah yang begitu pucat karena ketakutan, yang memohon agar tidak di pecat dari restaurantnya.
Pengawal mendekati Anand dan memberikan sebuah tablet Android dan memperlihatkan sesuatu yang terjadi sebelum kinar kecelakaan.
__ADS_1
Anand melihat keberanian Helen yang menghina kinar, bahkan menampar kinar, rahangnya mulai mengeras pengawal yang melihatnya mulai terlihat ketakutan dengan wajah Anand. Namun mata Anand melototkan matanya ketika melihat seorang pria membela kinar dan menampar Helen.
Anand menunjuk pria yang menampar Helen.
"Siapa dia?"
"Dia adalah sekretaris tuan Rangga lebih tepatnya sebagai kaki tangan tuan Rangga suami nona kinar tuan"
"Awasi gerak geriknya dan juga suaminya"
"Baik tuan"
"Dan satu lagi, jangan sampai lepas kalian harus terus mengawasi wanita ini dan ayahnya"
"Baik tuan"
Lia sesegukan menangis, ia menceritakan semua yang terjadi padanya, dirinya yang kehilangan ibunya orang yang berharga dalam hidupnya, dan saat ini ia memohon agar mengembalikan sahabatnya seperti semula.
"Bu, Lia begitu merindukan ibu, Lia ingin bertemu dengan ibu. banyak hal yang ingin Lia ceritakan ke ibu. ibu ingat gak beberapa bulan lalu Lia datang kesini dan menceritakan seseorang yang baik sekali pada Lia? tapi sekarang orang baik itu sedang berjuang untuk hidup Bu. Lia tidak ingin kehilangan orang itu seperti Lia kehilangan ibu." ucap Lia dengan menangis sesegukan.
"Apa kita perlu menghampirinya tuan?"
"Tidak perlu, biarkan dia sendiri."
"Baik tuan"
__ADS_1
Mobil yang membawa Anand itu pergi meninggalkan pemakaman. Anand menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, dan menarik nafasnya dengan suara terdengar keras.
"Kita kembali ke rumah dulu"
"Baik tuan"
Anand pergi ke rumahnya dulu untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu ia pergi keruang rahasianya yang tak satupun yang tau, bahkan pengawalnya pun tak mengetahuinya.
Ruangan rahasia itu adalah ruangan tempat semua sejanta milik Anand yang ia letakan. dari pisau sampai senjata lainnya. Anand ternyata adalah seorang ketua mafia namun dirinya menyembunyikan indentitasnya di depan orang-orang termasuk Kinar. melihat ayahnya tuan Robert yang sudah mulai terlihat menua Anand mengambil alih apa yang ayahnya didirikan ketika kakak sulungnya Bram memilih pergi dari rumah meninggalkan mereka dulu.
Anand yang berencana akan meninggalkan kota A, dan kembali ke kota c untuk mengurus semua urusan di sana membantu ayahnya.
Sedangkan semua yang ada di kota A akan di berikan ke Kinar, bahkan ia akan memindah tangankan ketua mafia itu ke tangan Kinar. saat peresmian KNR HOTEL nanti yang saat ini selangkah lagi akan selesai, namun semua tertunda karna kinar mengalami kecelakaan.
Handphone Anand tiba-tiba berdering, ia menatap layar handphonenya.
"Hallo kak"
"Kinar sudah siuman, sekarang di periksa kembali oleh dokter Arka"
Anand yang mendapatkan kabar bahwa Kinar telah siuman, ia buru-buru pergi. tak lupa ia menggunakan kaca mata hitam dan juga jaket hitam yang selalu ia gunakan di luar.
#Jangan lupa add Instagram aku yaa
@suzanarbabu
__ADS_1