Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 21


__ADS_3

Rangga pulang ke rumahnya tepat pukul 22:30, ia masuk kedalam rumahnya setelah memarkirkan mobilnya. ketika ia menuju kamar tiba-tiba ia melihat sesuatu yang berada di dapur dengan pelannya ia mendekati tempat itu.


Rangga menarik nafasnya dan mengeluarkannya kembali dengan wajah yang agak kesal ketika melihat Kinara yang masih gigih menarik perhatiannya.


Rangga meninggalkan kinar. ia pergi ke kamar untuk mandi.


20 menit kemudian kinar terbangun dari tidurnya karna mengingat ia akan makan malam dengan suaminya dan menyambut suaminya. namun ketika melihat jam sudah menunjukan 5 menit lagi jam 12 kinar melihat-lihat keluar.


salah satu pelayan di rumah itu merasa kasian dengan kinar yang sudah dari tadi menunggu majikannya, bahkan majikannya datang tidak membangunkannya ketika melihat kinar tertidur di meja makan dengan menunggunya.


"nona kinar"


"iya bi, ada apa?"


"Anu nona, tuan Rangga sudah sampai, sekarang ia berada di kamarnya"


"kenapa bibi gak bangunin aku?"


"Maafkan saya nona"


"iya gak apa-apa bi" ucap kinar dengan memegang tangan pelayan di rumah itu.


Kinar menuju ke kamarnya bersama dengan Rangga. ketika ia sampai di dalam kamar ia melihat kalau Rangga sudah tidur, sesaat mata kinar berkaca-kaca ketika melihat orang yang ia tunggu tak menyapanya.

__ADS_1


Dengan pelan dirinya meninggalkan kamar, menuju ke dapur. Kinar menatap semua makanan yang ada di atas meja ia menarik nafasnya dengan suara yang sedikit bergetar.


"Semangat kinar, kamu harus sabar demi mendapatkan hatinya Rangga" ucap kinar menyemangati dirinya. walaupun hatinya terasa sakit.


Kinar menatap Rangga di sampingnya, ia akan melakukan apapun demi mendapatkan cinta suaminya. dengan pelan kinar membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


mereka saat ini saling membelakangi walaupun kinar tidak bisa tidur ia mencoba menyamankan dirinya di dekat orang yang begitu tak menganggapnya sebagai istri di rumah itu.


Beberapa jam kemudian kinar tertidur bahkan ia tak bisa mengontrol dirinya sehingga dengan bebasnya ia melakukan apapun ke Rangga. dengan memeluk Rangga, memegang wajah Rangga. Rangga pun tak menyadari kalau saat ini mereka tidur saling berpelukan dan wajah mereka saling berhadapan hembusan nafas mereka menjadi satu.


Kinar terbangun dari tidurnya ia membuka matanya dan pertama kali yang di lihatnya ketika membuka matanya adalah wajah Rangga. kinar tidak terkejut sedikitpun ia hanya tersenyum dengan menyentuh wajah Rangga.


"Apakah tak ada sedikitpun buatku untuk bisa masuk ke dalam hidupmu?, apakah aku hanya wanita yang tidak begitu penting bagimu? apakah kamu gak mau memberiku kesempatan untuk masuk ke dalam pikiranmu?"


"Astaga ada apa deganku, kenapa tiba-tiba jantungku berdetak cepat" ucap kinar dengan memegang dadanya.


Tak ingin terjadi apa-apa dengan tangannya yang asal main nyosor aja, ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. di dalam kamar mandi ia memegang dadanya.


"Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini, ada apa denganmu haaa" ucap kinar dengan mengomeli jantungnya yang berdetak kencang pada hal dirinya tidak berolahraga atau lari jarak jauh.


Setelah kinar pergi ke kamar mandi Rangga membuka kedua matanya, ia mendengar semua apa yang kinar ucapkan bahkan ia membiarkan apa yang kinar lakukan padanya yaitu menyentuh wajahnya.


Rangga tak berbicara sedikitpun, ia hanya mengusap wajahnya dengan tangannya, ia tidak tau harus bagaimana lagi memberitahu kepada kinar agar berhenti mengharapkan dirinya bisa jatuh cinta padanya. karna di dalam hatinya masih ada nama berly kekasihnya.

__ADS_1


Kinar keluar dari kamar mandi ketika ia membuka pintu kamar mandi dan melihat Rangga sedang duduk, dirinya menjadi salah tingkah namun kinar berusaha menguasai dirinya agar terlihat biasa saja.


Setelah mengganti pakaiannya, kinar kembali dengan rutinitasnya yaitu menyiapkan pakaian yang di pakai Rangga ke kantor, menyiapkan sarapan untuknya.


Setelah selesai menyiapkan semuanya ia hendak mengajak Rangga untuk sarapan pagi tapi apa yang kinar lihat tidak seperti yang ia harapkan, sudah beminggu-minggu kinar berusaha mendapatkan hati Rangga dan melakukan semuanya demi menarik perhatian suaminya namun hari ini Rangga tak menghargainya lagi, pakaian yang ia siapkan tak di pakai oleh Rangga. melihat itu hati kinar sakit namun ia berusaha ceria dan menutupi kesedihannya.


"Kamu hari ini pakai jas warna Navy yaa? maaf aku gak tau" ucap kinar dengan mendekati Rangga dan mencoba membantu memakaikan das untuk Rangga.


"Kamu tidak perlu melakukannya, aku bisa melakukannya sendiri"


"oh tidak sayang, ini sudah menjadi tanggung jawabku" ucap kinar dengan berusaha memakaikan das di leher suaminya.


Rangga menelan salivanya melihat kinar yang masih gigih dengan tujuannya, pada hal dirinya sudah kasar pada dirinya namun kinar tetap tidak pantang menyerah.


"Aku harus bagaimana lagi agar kamu tidak melakukannya" batin Rangga.


"okey, sudah bagus sayang kamu sudah terlihat begitu ganteng pagi ini" ucap kinar tersenyum sambil memuji Rangga.


"Kamu tidak perlu melakukannya lagi, jangan sampai apa yang kamu lakukan akan sia-sia nanti, dan aku tidak ingin di bilang orang tidak berperasaan" ucap Rangga dengan mencoba memperbaiki pakaian yang ia pakai.


"Aku akan melakukannya sampai hatiku belum mengatakan untuk berhenti, selama hatiku mendukung semua apa yang kulakukan aku akan berusaha agar bisa mendapatkan hatimu" ucap kinar


Rangga pergi meninggalkan kinar yang tengah berdiri di dalam kamar, bahkan Rangga tak sarapan pagi, selama dirinya menikah ia tidak pernah sarapan dan makan malam di rumah.

__ADS_1


Kinar yang mendengar ucapan Rangga terduduk di atas tempat tidur, ia tidak menyangka Rangga akan mengatakan hal seperti itu.


__ADS_2