Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 54


__ADS_3

Anand dan Kinar pergi ke tempat di mana Anand dan Kinar latihan, dari dalam mobil para pengawal terlihat menjaga tempat yang selalu menjadi tempat latihan mereka.


Anand dan Kinar turun dari mobil, ketika mereka masuk ke dalam. para pengawal menundukkan kepala mereka. Kinar melihat beberapa para pengawal sedang berlatih bela diri.


Kinar melanjutkan langkah masuk ke ruangan untuk mengganti pakaiannya. setelah selesai Kinar keluar dengan berlatih bela diri.


Anandpun keluar dari ruang ganti, ia menunjuk Kinar agar naik ke atas ring untuk latihan.


Kinar sudah terbiasa dengan berlatih, dari duduk di bangku SMU Kinar sudah menguasai beberapa jurus bela diri karna dirinya mengikuti taekwondo.


Kinar mulai berlatih kembali ketika dirinya menjadi mahasiswa, dan di bantu oleh pamannya sendiri yaitu Anand. karna Anand tidak ingin terjadi sesuatu kepada keponakannya. dan Anand juga memerintahkan beberapa pengawal untuk selalu memantau dan menjaga Kinar.


Kinar semakin mahir dengan bela diri yang di milikinya, Anand tidak perlu khawatir lagi ketika dirinya tidak berada di dekat Kinar.


"Bagaimana? apa kamu siap Kinar?" tantang Anand untuk bertanding dengan dirinya dan menjadikan saksi pertandingan itu adalah para pengawal yang berada di tempat.


"Siapa takut" ucap Kinar dengan tersenyum sambil mulai melakukan pemanasan


Ketika mereka mulai bertanding para pengawal bersorak dengan menyemangati Kinar sebagai nona mereka.


*****


Rangga yang mengikuti kemana Kinar pergi, ia kehilangan jejak mereka sehingga membuatnya menjadi frustasi, ia begitu kesal.


"Sial, kemana mereka pergi"


Rangga terus mencari namun tak menemukannya, akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke rumah. Rangga melewati mereka yang ada di ruang keluarga.


Nyonya Tika menatap putranya dari Rangga masuk sampai ia pergi ke kamar. nyonya Tika tau apa yang putranya rasakan, dan nyonya Tika merasa kasian melihat putranya yang acak-acakan.


Kinar sampai di rumah setelah menghabiskan waktunya untuk latihan bersama dengan pamannya. Kinar masuk menuju ke kamar dengan langsung menuju ke kamar mandi setelah menaruh tasnya di atas meja.


Rangga begitu kesal dengan terus menatap Kinar.


Setelah membersihkan tubuhnya Kinar keluar dari kamar mandi dengan mengganti pakaiannya. Kinar duduk di atas tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya.


Rangga terus menatap apa yang Kinar lakukan, ketika menerima telfon, wajah Rangga berubah ketika melihat Kinar tertawa menerima panggilan telfon.


Kinar mengkhiri panggilannya, Kinar menaruh kembali handphonenya di atas meja, lalu ia tersenyum. ketika Kinar hendak pergi keluar.


Rangga menahan Kinar dengan menggendongnya duduk di sofa, dengan Kinar berada di pangkuan Rangga.


"Apa yang kamu lakukan Rangga, lepaskan aku"ucap Kinar dengan terus merontak-rontak


"Gak bakalan"

__ADS_1


"Mau kamu apa Rangga?"


"Mau aku kamu menemaniku, dan terus mencintaiku"


"Aku tidak mau"


"Apa! tidak mau?"


"Iya"


Rangga melepaskan Kinar, saat ini mereka berdiri saling berhadapan.


"Oh.. jadi sekarang kamu lebih memilih laki-laki itu?"


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan Rangga" ucap Kinar dengan berbalik mencoba meninggalkan Rangga. namun Rangga menghalanginya.


"Minggir Rangga, aku mau keluar"


"Gak, sebelum kamu menjelaskan siapa laki-laki itu"


"Laki-laki siapa sih?"


"Laki-laki yang pergi denganmu tadi"


"Oh laki-laki yang tadi" ucap Kinar seolah dirinya baru mengingatnya.


"dia itu kan pa" Kinar terhenti dengan memainkan bola matanya dengan mencari ide untuk memanasi suaminya.


"Siapa? jawab Kinar." ucap Rangga dengan suara yang benar-benar marah.


"Siapa yaa" kata Kinar dengan menaruh telunjuknya di kepala sambil mengingat-ngingat.


"Jadi kamu mulai selingkuh dengannya di belakang aku?"


Kenapa sih suamiku ini, biasanya juga dia tidak perduli denganku, apa yang aku lakukan. kenapa sekarang dia terobsesi sekali dengan apa yang aku lakukan.


*Dan juga laki-laki itu kan pamanku, bukan siapa-siapa, masa iya aku selingkuh dengan pamanku, ngaco banget deh suamiku ini.


Tapi kenapa aku gak manfaatin aja selagi paman ada di sini*.


"Kenapa kamu senyum-senyum?"


"Awas, aku mau keluar"


"Gak bakalan Ku izinin"

__ADS_1


Rangga kesal dengan Kinar yang tidak menjawab apa yang ia tanyakan. sehingga ia memeluk Kinar dengan erat.


"Lepaskan aku Rangga"


"Gak sebelum kamu menjawab pertanyaanku"


"Baik akan ku jawab, tapi lepaskan dulu"


Rangga melepaskan pelukannya.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Siapa laki-laki itu"


"Namanya Anand"


"Punya hubungan apa kamu dengannya?"


"Aku dan dia sedang menjalin hubungan yang tidak akan terpisahkan"


Rangga mendengar apa yang Kinar ucapkan, kedua tangannya mengepal. dengan kesal Rangga mencium bibir Kinar.


"Apa yang kamu lakukan" ucap Kinar dengan mendorong tubuh Rangga.


"Apa dia juga menciummu seperti itu?"


Ini laki kenapa sih, gak mungkinlah aku ciuman seperti itu dengan pamanku


"Iya kita melakukannya, bahkan dia memberikan kehangatan padaku" ucap Kinar dengan mengingat Anand memeluknya, mengusapkan kepalanya seperti seorang kakak.


Rangga mencium bibir Kinar lagi, tapi kali ini Rangga tidak mendengarkan Kinar yang merontak-rontak untuk melepaskannya.


Rangga menggendong Kinar ke tempat tidur, ia meletakkan Kinar di atas tempat tidur, Rangga menciumi wajah kinar dengan Rangga ikut naik ke atas tempat tidur. saat ini Rangga berada di atas tubuh Kinar.


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku" teriak Kinar dengan terus merontak-rontak


"Aku ingin meminta hakku kepadamu sebagai istri melayani suaminya"


"Hey lepaskan Rangga."


Rangga terus melakukan aksinya, bahkan tangannya sudah masuk ke dalam pakaian Kinar. dengan ia menciumi leher Kinar dan memberikan stempel kepemilikan.


Kinar sedikit mengeluarkan rintihan karna ulah Rangga.


"Apa kamu menikmatinya" ucap Rangga dengan terus melakukannya, bahkan kinarpun menikmati setiap apa yang Rangga lakukan.

__ADS_1


__ADS_2