
Kinar dan Rangga sedang bersiap-siap dengan Frans menunggu mereka di bawah. mereka berdua keluar kamar dengan bersamaan.
Frans ingin menanyakan kenapa mereka begitu lama tapi Frans tidak memiliki keberanian untuk menanyakannya. ia hanya melemparkan senyuman kepada kedua majikannya.
Orang-orang berdatangan di gedung hotel untuk menghadiri peresmian KNR hotel. dalam acara semua keluarga hadir bahkan tuan Robert pun.
Anand memasang wajah waspadanya, ia melihat-lihat sekeliling mencari sesuatu mencurigai tapi Anand belum menemukannya.
Mobil Rangga dan Kinar masuk ke halaman depan hotel, semua orang menatap Rangga dan Kinar yang keluar dari mobil. Kinar berjalan sambil menggandeng lengan suaminya dan tak lupa ia memancarkan senyuman dari wajahnya untuk orang-orang yang hadir.
Acara di mulai sebelum ke acara inti pembawa acara yang sering kita dengar dengan sebutan MC, mengisinya dengan beberapa acara. dan memberikan kesempatan kepada tuan Robert untuk menyampaikan sepatah kata sebagai sponsor KNR hotel tersebut.
"Terima kasih atas kesempatan yang di berikan ke saya, sehingga saya bisa berdiri di atas panggung ini. tak banyak yang saya sampaikan, saya hanya ingin mengatakan betapa bangganya dan betapa bahagianya saya memiliki seorang cucu yang begitu cantik, berprestasi, dan juga rendah hati bahkan selalu membantu orang yang membutuhkan bantuan" pujian tuan Robert kepada cucunya siapa lagi kalau bukan Kinara Aurora.
"Betapa beruntungnya cucunya, aku penasaran seperti apa wajah cucunya" ucap Rangga ke Frans dengan penuh rasa penasaran.
Tak berapa lama MC memanggil nama Kinar.
"Baiklah inilah saat yang kita tunggu-tunggu, dan begitu banyak yang ingin melihat seperti apa sosok cucu tuan Robert. tanpa basa basi lagi saya akan memanggilkan wanita pemilik KNR hotel, yaitu nona Kinara Aurora"
Semua orang bertepuk tangan ketika nama Kinar di sebutkan.
Rangga menatap istrinya yang berada di sampingnya, Kinar yang melihat wajah Rangga yang begitu kaget mendengar nama Kinar di sebutkan.
Kinar tersenyum sambil mengangkat kedua pundaknya. lalu berjalan menuju ke atas panggung. Kinar tersenyum bahagia. Kinar menyampaikan beberapa kata, yang berterimah kasih kepada kakek dan juga pamannya yang selama ini membantunya. dan tak lupa juga Kinar menyebutkan kedua orang tuanya.
Orang tua Rangga terkejut melihat pemilik KNR hotel adalah menantunya. begitupun Rangga ia terkejut, tidak menyangka apa yang istrinya katakan semalam adalah benar, malah dirinya mengatakan kalau halu istrinya terlalu ketinggian.
Semua orang bertepuk tangan, dan di lanjutkan dengan pengguntingan pita menandakan KNR hotel di buka dengan resmi. siapa saja bisa menginap di KNR, dan KNR memiliki beberapa fasilitas yang tak di ragukan lagi. dari gedungnya begitu terlihat mewah. bahkan gedung KNR hotel tertata rapi.
__ADS_1
Pendiri kampus dan Helena terkejut melihat tanyangan di tv kalau Kinar adalah pemilik KNR hotel yang begitu mewah. yang membuatnya begitu penasaran saat KNR hotel di bangun.
Berly pun terkejut ia tidak menyangka wanita sebagai saingannya untuk merebut Rangga adalah wanita kaya. Berly masih terlihat sedih karna Rangga tidak bisa menjadi miliknya lagi.
Deri menatap Berly, ia merasa kasian melihat kondisi Berly yang setiap hari terlihat murung dan sedih. Deri selalu merangkulnya dan memberi perhatian lebih agar Berly bisa melihat bagaimana perasaannya terhadap Berly.
Berly menangis dalam pelukan Deri. ia menangis sejadi-jadinya sampai sesegukan dan tak bisa berbicara.
Setelah acara berlangsung dan saat ini semua pengusaha berkenalan dengan Kinar dan juga tuan Robert. siapa yang tidak kenal tuan Robert orang yang sangat berpengaruh di kota C dan juga dia adalah seorang mafia yang mengendalikan semua gangster di kota c.
Jika ada yang tak mengenalnya berarti orang itu tidak pernah melihat berita dan surat kabar.tuan Robert di kenal di seluruh dunia dengan kekayaan yang ia miliki.
Kinar mendekati Rangga suaminya sambil tersenyum, Lia dan Ria masih terkejut mendengar apa yang di umumkan kalau Kinar adalah pemilik KNR hotel.
"Kinar, sebenarnya kamu siapa?"
"Aku? aku manusia seperti kalian dan aku adalah sahabat kalian" jawabnya
Saat itu juga Sera hadir, ia mendekati Kinar dan memeluknya. Sera mengulurkan tangannya dengan mengucapkan "Selamat mba"
"Makasih Ra"
Rangga dan Frans semakin bingung melihat apa yang sebenarnya terjadi bahkan Rangga menatap Frans, ia ingin menendang Frans karna tidak memberitahu kalau istrinya bukanlah orang biasa seperti yang ia ketahui.
Di tengah keasikan mereka tiba-tiba seseorang mendekati Kinar. seorang pelayan menyodorkan pisau tapi dengan cepatnya Sera menahan pisau itu sehingga membuatnya terluka di telapak tangannya.
Sera menatap Anand di pojokan, mengisyaratkan bahwa seseorang akan mencelakai Kinar.
Pria itu menarik pisaunya, ia berlari agar tidak tertangkap. Frans, Rangga dan juga Anand mengejar pria itu. pesta tetap berjalan seperti semula.
__ADS_1
Kinar, Lia dan Ria membawa Sera di tempat yang tak ada orang satupun. ia memanggil dokter Arka untuk mengobati tangan Sera yang terluka.
Semua pelayan membersihkan sisa darah yang menetes di lantai tapi mereka bekerja dengan berhati-hati agar para tamu tidak mencurigai mereka apa yang terjadi. setelah menyelesaikan pekerjaan mereka kembali dengan memberikan minuman ke setiap tamu yang membutuhkan.
"Dokter Arka, aku tinggal sebentar"
"Kamu mau kemana?"
"Aku mau mengejar pria itu"
"Sudahlah kamu di sini saja menemani Sera, biarkan mereka yang mengejarnya"
"Tapi"
"Duduklah Kinar"
Kinarpun mengikuti apa yang mereka katakan, ia duduk di dekat Sera sambil memegangi tangan Sera yang satunya. namun Kinar tidak bisa menghindari rasa khawatirnya terhadap Rangga. terlihat dari wajah kinar begitu khawatir.
***
Anand, Frans dan juga Rangga berpencar mencari pria itu. Rangga menemukan pria itu dan terjadilah baku hantam. Rangga mencoba melepaskan topi dan penutup wajah yang di pakainya.
Frans dan Anand yang mendengar suara baku hantam mereka menghampiri Rangga dan membantu Rangga melawan pria itu.
Lengan Rangga terluka kecil karna mencoba menarik topi dan penutup wajah yang mencelakai Kinar. setelah terlepas Rangga terkejut melihatnya.
"Derii!! kamu?" ucap Rangga menunjuk ke arah Deri
Deri mencoba menghindar dan kabur tapi tak berhasil seluruh orang-orang Anand menghadangnya, bahkan memukulnya sampai babak belur. Deri berlutut di depan Rangga dengan kedua tangannya di tahan oleh orang-orang Anand agar tak melukai Rangga.
__ADS_1
Rangga mengusap wajahnya dengan keras bahkan iya tidak merasakan sakit di tangannya yang terkena goresan pisau dari Deri. Rangga tidak menyangka kalau selama ini Deri berniat mencelakai istrinya, dan ia tau Deri orang seperti apa sehingga membuat Rangga tidak percaya.
Rangga tidak menyangka hanya demi wanita Deri yang di kenalnya seseorang yang begitu baik dan redah hati akan menjadi seseorang pembunuh, dan berani mencelakai istrinya.