
Keesokan paginya Kinar pergi dengan Rangga untuk mengantar pamannya ke bandara, setelah mengantarkannya Kinar pergi ke KNR hotel dengan di antar suaminya.
Kinar memeriksa semua yang ada di KNR hotel, ia juga memindahkan beberapa orang kepercayaannya yang bekerja di beautiful untuk bekerja di KNR hotel. setelah menyelesaikan semua dan membuat rapat. Kinar pergi ke kantor Beautiful yang niatnya hanya mengecek hotel. maka Kinar hanya memakai pakaian casualnya saja.
Kinar pergi ke kantornya, sesampainya di sana ketika Kinar masuk orang-orang memandanginya sambil berbisik-bisik. semua karyawan berdiri di lantai satu untuk menunggu kedatangan bos mereka. karna hari ini bos mereka akan datang.
Beberapa bidang menunggu kedatangan Kinar untuk menandatangi berkas peluncuran produk baru.
Seperti biasa Kinar menaati peraturan kantor yang di buatnya walaupun dirinya bosnya, ia pergi ke resepsionis dulu untuk mengisi daftar tamu dan mengisi nama orang yang membuat janji.
Resepsionis pun ikut bergosip dengan melihat Kinar. dari pakaiannya mereka membicarakannya. Kinar yang mendengar apa yang mereka katakan ia tersenyum dan pergi meninggalkan lantai bawah menuju ke lift.
Tapi beberapa karyawan melarangnya karna masuk ke lift khusus atasan mereka. mereka menyuruh Kinar duduk untuk menunggu bos mereka datang.
Kinar yang mendengarkan omongan mereka tertawa, ia merasa lucu dengan perlakuan karyawannya terhadap dirinya. hingga beberapa menit menunggu Kinar mulai merasa jenuh karna dirinya masih banyak urusan.
Beberapa karyawan tertawa melihat Kinar yang masih menunggu berjam-jam, mereka mengerjai Kinar karna mereka gak suka. pakaian Kinar yang biasa saja dan selalu menggunakan lift khusus setiap kali datang membuat mereka tak menyukainya.
Kinar begitu kesal, ia menelfon Sera kalau dirinya belum bisa menemuinya.
"Mba ada dimana?"
"Aku di lantai satu Sera, kata mereka kamu memiliki tamu pagi ini makanya aku di suruh menunggu di sini sampai tamu kamu datang"
Sera menepuk jidatnya. "Astaga, Mba tunggu Sera di situ, Sera akan turun sekarang" ucap Sera dengan berlari.
"Ada apa Sera?"
"Gak ada apa-apa mba, mba tunggu Sera di situ Sera akan segera turun"
"Baiklah"
Sera berlarian, kini ia keluar dari lift dengan melebarkan pandangannya untuk mencari Kinar.
Para karyawan yang melihat Sera yang sedang berlarian, membuat mereka pun ikut panik karna mereka berpikir kalau bos mereka sudah dalam perjalanan untuk berkunjung.
"Mba.." panggil Sera ke Kinar
"Kamu kenapa Sera?"
"Gak mba"
"Aku masih banyak urusan, kalau ada yang perlu di tanda tangani letakan saya di mejaku, besok aku akan masuk pagi dan umumkan kalau besok aku akan membuat rapat"
__ADS_1
"Baik Mba"
Kinar pergi meninggalkan gedung beautiful, ia berencana ke kantor suaminya untuk mengajaknya makan siang bersama di luar.
Salah satu karyawan memanggil sekretaris Sera.
"Sekretaris Ra" panggilmya
Sekretaris Sera sering di panggil dengan sekretaris Ra dari pada sekretaris Sera. mereka memanggilnya dengan akhiran namanya karna menurut mereka terlalu kepanjangan.
Sera menatap karyawan itu yang bernama Lusi.
"Ada apa Lusi?"
"Apakah bos belum datang hari ini?"
"Udah datang koq Lusi"
Lusi kebingungan dengan mencari-cari orangnya berada tapi ia tidak menemukannya.
"Besok bos mengadakan rapat mendadak ada sesuatu hal penting yang ingin ia sampaikan"
"Baik sekretaris Ra"
****
Kinar sampai ke kantor suaminya, ia masuk dengan menebarkan senyumannya. petugas keamanan menundukan kepalanya. resepsionis acuh tak acuh ketika Kinar menanyakan Rangga.
"Permisi, pak Rangganya ada"
"Iya ada, beliau di atas" jawab ketus salah satu resepsionis wanita.
Sombong banget mba, aku kan hanya menanyakannya. jawabnya gak perlu segitunya juga.
"Saya ingin bertemu dengan pak Rangga" ucap Kinar sesopan mungkin.
"Maaf pak Rangganya masih ada tamu, beliau belum bisa di ganggu"
"Kira-kira jam berapa saya bisa bertemu dengan beliau?"
"Untuk hari ini gak bisa, dan seterusnya pun belum bisa"
Wua wua ada masalah apa sih resepsionis ini sama aku, koq jawabnya ketus banget. mana dia kelihatan gak suka kalau aku menemui Rangga. apa aku telfon saja ya, biar Rangga turun ke lantai satu. gak perlu Kinar biarkan saja.
__ADS_1
"Koq begitu mba, saya perlu bertemu dengan beliau"
"Ya saya bilang gak bisa ya gak bisa, karna beliau lagi ada tamu"
Beberapa karyawan Rangga tak mengenali Kinar karna cara pakaiannya berbeda, jika di acara peresmian KNR Kinar terlihat anggun tapi hari ini ia terlihat lebih ke wanita tomboy gak ada feminimnya.
Tak berapa lama Rangga turun, ia berencana makan siang di luar bersama dengan sekretaris Frans. saat Rangga keluar dari lift semua orang menundukan kepala mereka.
Kinar berbalik karna kebingungan melihat sikap para karyawan. ketika ia berbalik Rangga berjalan melewati resepsionis, tapi langkahnya terhenti ia merasa dirinya melihat sang istri.
Ketika Rangga mengalihkan pandangannya ke arah resepsionis di mana Kinar sedang berdiri. Rangga seperti tidak percaya melihat istrinya datang ke kantornya. Rangga tersenyum ketika istrinya menatapnya dan tersenyum.
"Sayang" panggil Rangga
Beberapa karyawan dan resepsionis terkejut mendengar panggilan Rangga untuk wanita yang mereka remehkan. wanita yang meminta ingin bertemu dengan Rangga tapi mereka melarangnya dengan berbagai macam alasan.
Rangga tersenyum dengan menghampiri istrinya. Rangga langsung memeluknya tak lupa ia mencium dahi istrinya.
"Kenapa hanya berdiri di sini, gak langsung masuk saja"
"Takut mengganggu aku, katanya kamu memiliki tamu hari ini" ucap Kinar dengan melirik resepsionis di sebelahnya
"Tamu, aku gak ada tamu seharian ini, emang siapa yang mengatakannya sayang"
"Sudahlah, lupakan saja sayang yang penting aku udah ketemu kamu"
"Aku begitu merindukanmu"
"Sayang, jangan berlebihan banyak yang melihatnya nanti reputasimu tercoreng"
"Biarin aja itu terserah mereka" ucap Rangga dengan memeluk Kinar dengan erat.
Rangga mengajak Kinar pergi mencari restaurant untuk mereka makan siang, tapi sebelum pergi ia memanggil sekretarisnya dengan mengatakan agar mencari apa yang terjadi hari ini. dan siapa yang berani membohongi istrinya.
Frans yang paham maksud dari tuannya, ia menelfon seseorang untuk mengirimkan rekaman cctv hari ini.
Frans mengemudikan mobil yang di naiki oleh Rangga dan Kinar. Frans menjadi nyamuk melihat kemesraan tuan dan nonanya yang saat ini sedang bermesraan.
Rangga yang tidak ingin jauh-jauh dari Kinar, ia memeluknya dengan erat bahkan Kinar menerima telfon pun tak di izinkan. ia tidak ingin pandangan Kinar beralih ketempat lain selain ke dirinya.
"Apa yang kamu lihat Frans, kamu harus secepatnya mencari pasangan biar gak iri melihatku dan istriku" ucap Rangga dengan menatap Frans yang menatap Rangga dari kaca spion yang di dalam mobil.
Frans yang mendengarkan apa yang tuannya katakan hanya tertawa saja dengan apa yang tuannya katakan, menurut Frans ucapan tuannya tidak begitu penting sehingga tak perlu di pikirkan baginya.
__ADS_1