Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 90


__ADS_3

Pagi ini Rangga mengadakan rapat yang akan di pimpin oleh istrinya sendiri, Kinan. dengan adanya kerjasama sehingga rapat pagi ini di adakan di satu tempat yaitu di sebuah aula kantor Rangga.


Rangga yang meminta rapatnya di adakan di kantornya, awalnya Kinar menolak tapi Rangga memohon. ia melakukan semua itu karna ada alasannya tapi ia tidak memberitahukan alasannya apa ke istrinya.


Pagi itu Rangga begitu sibuk menyiapkan ruangan rapat dengan sebaik mungkin, Kinar memberitahu Rangga kalau dirinya sedang dalam perjalanan menuju ke perusahaannya. dengan cepat Rangga menggerakan semua karyawannya berada di lantai satu untuk menyambut CEO beatiful.


Semua orang menjadi keheranan melihat sikap Rangga pagi ini berubah. Rangga tidak pernah mereka lihat turun mempersiapkan rapat atau pertemuan. pagi ini Rangga melakukannya semua tanpa menyuruh orang-orang bahkan Frans pun di larang karna ia takut kalau mereka melewatinya dan menyiapkan sesuatu yang tidak di sukai oleh Kinar.


Kinar telah sampai di depan gedung dengan staffnya dan di kawal tugas keamanannya.


Semua karyawan penuh kagum melihat mobil mewah yang terparkir di depan gedung dengan empat mobil.


Ketika supir membukakan pintu mobilnya, Kinar mengeluarkan kaki kirinya lebih dulu, lalu di lanjutkan dengan seluruh tubuhnya. Kinar begitu terlihat cantik dan elegan dengan kacamata hitam yang ia pakai. Kinar berdiri menatap suaminya, Rangga yang sedang menyambut kedatangannya.


Untuk menjaga kehormatan suaminya dan juga martabatnya, Kinar tersenyum ke arah Rangga dan juga staffnya.


Kinar masuk kedalam gedung, dengan begitu elegannya ia berjalan. semua orang terdiam melihat ternyata wanita CEO beautiful adalah istri bos mereka.


"Mari silahkan masuk nona" ucap Rangga mempersilahkan istrinya.


Frans yang melihat sikap Rangga, ia kebingungan.


Sejak kapan tuan Rangga seperti itu, biasanya dia cuek dan terlihat dingin tapi pagi ini dia terlihat seperti suami takut istri. yang begitu tunduk terhadap istrinya.


"Ingat, kamu bos di sini jangan permalukan dirimu dengan seperti ini" bisik Kinar melihat sikap Rangga yang berlebihan


"Aku melakukannya tidak begitu saja sayang,aku ingin kamu membalas apa yang aku lakukan malam nanti" balas Rangga dengan berbisik sambil tersenyum


"Apa!!"


"Sssttt, kamu harus duduk dan memulai rapat pagi ini"


Kinar menatap semua staff yang menghadiri rapat pagi ini, lalu menatap wajah suaminya dengan kesal karna Rangga tersenyum licik.

__ADS_1


Kinar di persilahkan untuk mempresentasikan tentang produk yang akan ia luncurkan.


"Terima kasih pagi ini kalian sudah meluangkan sedikit waktu dalam berpartisipasi hadir di ruangan ini. langsung saja saya akan menjelaskan sebuah produk yang akan di luncurkan dua Minggu lagi, dan di sini saya akan menjelaskan strategi yang harus kita lakukan." jelas Kinar dengan menayangkan slide yang ada gambar produk.


"Ini adalah gambar produk parfum yang akan kita luncurkan dengan kesepakatan kerjasama dengan perusahaan Wijaya."


Kinar menjelaskan panjang lebar untuk produknya ke semua staff, dengan berjalannya rapat Kinar menutup rapat pagi itu dengan tepuk tangan semua parah staff.


Semua staff kembali bekerja, sedangkan Rangga dan Kinar menuju ke ruangan Rangga.


Setelah masuk kedalam ruangan, Rangga memeluk Kinar dari belakang.


"Terima kasih sayang, tanpa kerjasama denganmu aku tidak tau apa yang terjadi dengan perusahaan ini" ucap Rangga dengan meletakan dagunya di pundak sang istri.


Kinar tersenyum sambil mengusap rambut suaminya. "Sudah tugas seorang istri membantu suaminya sedang dalam kesulitan" ucap Kinar.


Rangga memutar tubuh istrinya agar berbalik menghadap ke arahnya. Rangga menatap mata kinar dengan menyentuh wajah dan juga bibir istrinya dengan tangannya. Rangga memegang leher milik istrinya dan mencium bibir milik istrinya.


Rangga terkejut dengan sikap Kinar yang mendorongnya begitu saja di saat ia mulai mencium bibir istrinya. Rangga terdiam di tempat ia berdiri lalu tersadarkan dengan mendengar Kinar sedang muntah.


"Uuueeeekkk.. uuueeeekkk"


Rangga berlari ke arah kamar mandi, ia mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi


"Sayang kamu kenapa?" tanya Rangga di balik pintu


Rangga mengetuk pintu kamar mandi namun Kinar terus muntah dan membuat Rangga khawatir. sehingga Rangga langsung masuk ke dalam kamar mandi.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Rangga dengan khawatir. sedangkan Kinar terus muntah di wastafel


Rangga terlihat frustasi, ia tidak tau harus berbuat apa-apa, apa lagi ia melihat Kinar terlihat lemas dan sudah pucat.


"Sayang kamu kenapa?" ucap Rangga dengan menggendong Kinar ke shofa.

__ADS_1


"Franss" teriak Rangga dengan marah.


Frans berlari masuk kedalam ruangan, ia melihat Kinar yang sudah terlihat lemas.


"cepat panggil dokter" perintah Rangga dengan tidak mengalihkan pandangannya dari sang istri.


Rangga terus mengusap wajah istrinya dengan penuh khawatir. menunggu dokter begitu lama, Rangga langsung menggendong istrinya keluar ruangan. bahkan lift yang begitu cepat membuatnya marah katanya liftnya begitu lama.


Rangga berlari menuju ke mobil dengan menggendong sang istri, semua staffnya melihat bos mereka begitu terlihat khawatir.


Dalam perjalanan ke rumah sakit Rangga meletakan istrinya di pangkuannya, padahal Kinar sudah mencoba menolaknya namun Rangga tak mendengarkan.


"Sayang aku baik-baik saja, mungkin ini hanya masuk angin saja"


"Gak, kita harus kerumah sakit dan tetaplah seperti ini" ucap Rangga dengan wajah penuh khawatir.


Kinar yang begitu lemah karna tenaganya terkuras ketika sedang muntah di ruangan Rangga tadi. ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Rangga dengan kedua tangannya ia gantungkan di leher suaminya.


Tiga puluh menit sampai di rumah sakit beberapa perawat dan dokter Arka sedang menunggu di depan rumah sakit. Rangga keluar dari mobil dengan menggendong Kinar. dokter Arka langsung menyuruh Rangga untuk meletakan Kinar di tempat yang mereka sediakan untuk mendorong pasien ke ruangan.


Rangga terus memegang tangan Kinar sampai di ruangan yang telah di sediakan yaitu ruangan VVIP.


Orang tua Kinar dan orang tua Rangga datang kerumah sakit ketika mendengar Kinar masuk rumah sakit, dokter Arka memeriksa keadaan Kinar.


Dokter Arka diam setelah memeriksanya karna ia takut salah dalam pemeriksaannya.


Rangga yang melihat dokter Arka hanya diam saja membuatnya marah dan kesal.


"Ada apa dengan istriku dokter"


"Sebaiknya kalian memeriksakan Kinar ke dokter kandungan, saya takut salah jika memberitahunya"


Yati memegang tangan suaminya karna ia tau penyakit tidak bisa di hindari, ia menyadari dirinya dari umur remaja sudah memiliki penyakit tumor walaupun tumor itu berhasil di angkat, tapi tidak bisa di pungkiri jika putrinya Kinar akan mengalami hal seperti dirinya. ia meneteskan air matanya, dan Bram mengenggam tangan istrinya lalu merangkulnya karna ia tau apa yang istrinya rasakan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2