Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 98


__ADS_3

Waktu yang di tunggu-tinggu oleh Reni telah tiba, ia bersiap-siap untuk mengantarkan barang ke Kinar tapi sebelum berangkat ia pergi sarapan pagi dulu. tepat pukul 9 pagi Reni mulai bersiap-siap pergi ke rumah Kinar. di sana ia melihat kalau Rangga baru saja pergi.


Reni tersenyum licik mengingat apa yang terjadi dalam khayalannya semalam.


Puas-puaslah Kinar karna hari ini adalah hari terakhirmu melihat suami tercintamu yang sombong itu.


Reni merapikan pakaian yang ia pakai, merapikan topi dan masker agar tidak ketahuan. Reni turun dari mobil dengan menarik topinya agar menutupi wajahnya. ketika ia melangkahkan kakinya menuju kearah pintu depan tiba-tiba seseorang memegang pundaknya. Reni kaget.


Seseorang yang memegang pundak Reni itu menatapnya.


"Hay...." sapa orang itu


"Siapa kamu?" tanya Reni


Tanpa menjawab pertanyaan Reni orang itu menempelkan sapu tangan ke hidungnya dan Reni jatuh pingsan. mereka membawa Reni ke suatu tempat yang begitu jauh sehingga tak ada yang bisa menemukan Reni.


Sesampainya di tempat tujuan mereka, seseorang memerintahkan agar Reni di letakan di lantai dan untuk kotak yang di bawah Reni di periksa ada apa di dalam kotak itu.


Seseorang memeriksanya dengan alat yang bisa mengetahui isi kotak itu tanpa membukanya.


"Maaf tuan kotak ini berisi seekor ular"


"Apa? ular?"


"Iya tuan"


"Bangunkan dia siram wajahnya dengan air"


"Baik tuan"


Reni mulai sadarkan diri dari pingsannya, ia melihat sebuah tempat yang begitu menakutkan dan sekelompok pria yang berbadan besar dan berotot. ia mencoba melepaskan kedua tangannya yang terikat.


"Siapa kalian, kenapa aku berada di sini?" tanya Reni dengan merontak tak terima


Seseorang sedang duduk di depannya dengan jarak 5 meter sambil menatap Reni, pria itu menatap Reni dengan tatapan yang tak terbacakan dan aura pembunuh berdarah dingin tapi Reni tak takut sedikitpun dengan pria itu.


Pria itu melempar sebuah foto ke hadapan Reni. Reni melihat gambar itu ternyata yang ada di gambar adalah Kinar yang tersenyum.

__ADS_1


"Cih, dasar wanita sialan" ucap Reni lalu menatap pria yang melemparkan gambar itu ke hadapannya.


" Apa kamu adalah pria simpanan Kinar?" tanya Reni dengan nada suara yang merendahkan. salah satu pengawal berteriak keras mendengar apa yang Reni katakan.


"Hey.. jaga omongan anda nona"


"Kenapa kalian gak suka aku bilang begitu, kalau dia bukan simpanannya lalu siapanya, kakaknya, ayahnya atau siapa" ucap Reni bertanya dengan menunjuk pria yang sedang duduk.


Pria itu tertawa dengan suara yang keras mendengar apa yang Reni katakan. lalu dengan keras ia memukul meja dengan kerasnya sehingga membuat meja itu terbelah.


Reni terkejut melihat apa yang pria itu lakukan, dengan percaya dirinya menghina Kinar sekarang nyalinya menciut tapi Reni mencoba terlihat kuat ia tidak mau di remehkan lagi.


Pria itu mendekati Reni dengan mencengkeram bajunya.


"Kamu bilang Kinar seperti itu?"


"Iya, Kinar adalah wanita murahan yang tergila-gila dengan pria kaya agar bisa bersikap sombong" bentak Reni


Pria itu memegang pelipis kepalanya lalu melayangkan tangannya.


Plaaakkk...


"Kamu sebut keponakanku apa tadi, coba kamu ulangi lagi karna aku tidak mendengarnya" tanya Anand.


Pria yang membawa Reni adalah Anand paman Kinar. sebelum Reni memberikan paket ke Kinar. Anand menggagalkan rencana Reni.


Anand membawa Reni lebih dulu dengan membius dan menculiknya. Anand membawa Reni di tempat biasa yaitu tempat di mana ia memberikan pelajaran ke orang-orang yang mengganggu kehidupan keluarganya salah satunya ponakan kesayangannya, Kinar.


Reni menatap wajah Anand dengan marah, lalu Reni meludahi wajah Anand.


"Dasar sampah" ucap Reni dengan berteriak.


Dengan kesal Anand menakup kedua pipi Reni dan menekannya dengan keras sampai Reni merintih kesakitan.


"Kamu pikir kamu siapa, kamu pikir kamu adalah orang terhebat di sini. ingat aku bisa saja mengambil nyawamu dengan cara mengeluarkan semua organ dari tubuhmu, paham kamu"


"Kamu pikir aku takut dengan apa yang kamu ucapkan, jangan harap aku akan takut"

__ADS_1


Anand tertawa melihat nyali Reni yang begitu berani melawan dirinya, Anand pergi ke tempatnya semula dengan memasang rokoknya dengan korek yang di berikan pengawalnya.


"Lepaskan aku dasar sampah" teriak Reni dengan keras di hadapan Anand. "Sampai kapanpun aku gak akan takut denganmu, memangnya siapa kamu harus kutakuti, aku peringatkan padamu sebelum kamu akan menyesal nanti. jangan pernah ikut campur dalam urusanku." ucap Reni dengan berteriak sampai urat di lehernya terlihat.


"Aku gak akan ikut campur jika kamu tak mengganggu ponakanku"


"ini masalahku dengan Kinar tak ada urusannya dengamu sialan"


"Tapi ini akan menjadi urusanku jika kamu terus mengganggu dan mengusik kehidupannya, ingat itu"


"Kamu pikir aku takut denganmu"


Dengan kesal dan marah Anand menyuruh pengawalnya untuk memasukan Reni di sebuah penjara dengan melepaskan tali yang terikat di tangannya.


Reni berteriak-teriak memanggil Anand dengan sebutan sampah.


"Lepaskan aku sialan, jangan menyentuhku. dasar sampah beraninya hanya sama perempuan"


"Aku benci dengan seorang pria yang menyiksa perempuan, tapi kalau perempuan seperti dirimu jangan harap aku akan mengampunimu" ucap Anand mencengkram baju Reni lalu mendorongnya dengan keras hingga tubuhnya terbentur keras di tembok.


Anand tidak perlu menanyakan siapa yang berada di belakang Reni. Anand sudah bisa menebak pria tua itu tidak kapok-kapok dengan apa yang Anand lakukan ketika Anand masih berada di kota A.


Anand yang mulai kesal dengan teriakan Reni, ia meminta pengawalnya untuk mengeluarkan Reni dan mengikatnya di tempat biasa karna saat ini Anand ingin latihan menembak, memanah dan melempar pisau. Anand mengambil buah apel di letakan di kepala dan pundak Reni.


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku" teriak Reni dengan melawan


Dengan kesal Anand melemparkan pisau mengenai pakaian yang di pakai Reni dan sedikit menggores kulitnya.


"Sekali lagi kamu melawan dan berteriak, aku akan membuat kulitmu tergores bahkan aku akan membuat wajahmu seburuk rupa hingga semua orang jijik melihatmu" ucap Anand dengan menarik rambut Reni. lalu melepaskannya dengan mulai meletakan buah apel di kepalanya.


"Jika kamu bergerak sedikit saja jangan menyesalinya karna bisa saja pisau ini menggores wajah pas-pasan yang kamu banggakan itu"


Reni menatap Anand dengan marah ketika dirinya di katakan memiliki wajah pas-pasan.


"Kenapa?! kamu gak suka aku mengatakan bahwa wajahmu pas-pasan, kamu gak suka haaaa" tanya Anand dengan berteriak keras membuat Reni terlihat ketakutan.


"Begitu pun aku tidak menyukai jika keluargaku di ganggu, maka jangan harap kamu akan keluar hidup-hidup dari tempat ini atau akan keluar dengan tubuhmu yang masih utuh. aku akan menyiksamu sampai kamu lupa bagaimana kamu hidup senang di dunia ini, bagaimana cara kamu tertawa dengan kesombonganmu, aku akan membuat kamu menyesali telah mengganggu orang yang salah, telah mengganggu keluargaku.

__ADS_1


Nyali Reni mulai menciut ketika melihat tatapan Anand yang ingin menyiksa dan membunuh Reni keluar, Anand yang tadinya biasa-biasa saja, sekarang Anand bersemangat dan sangat marah.


__ADS_2