Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 96


__ADS_3

Rangga melempar sebuah kotak ke hadapan Frans. ia menyuruh Frans untuk menyelidiki siapa yang berani mengirimkan paket ke Kinar siang tadi. Rangga berjanji tidak akan mengampuni orang yang berani mengganggu istrinya.


"Aku tunggu besok"


"Baik tuan"


Rangga menyuruh Frans untuk pulang dan ia pergi ke kamar untuk istrahat, tapi sebelum istrahat ia menatap istrinya dengan mengelus-ngelus pipi Kinar.


Kinar terbangun dari tidurnya karna sentuhan Rangga di wajahnya.


"Kamu sudah pulang sayang?" tanya Kinar dengan mengucek matanya agar penglihatannya jelas.


"Hmmm" jawab Rangga dengan mengecup kening istrinya.


"Tadi apa saja yang kamu lakukan di rumah?" tanya Rangga dengan menatap wajah sang istri


"Gak ngapa-ngapain, hanya duduk menonton tv dan ngobrol saja dengan mama" jawab Kinar dengan memeluk Rangga


"Apa dia membuatmu muntah tadi sayang?" tanya Rangga lagi dengan menatap perut sang istri yang masih merata.


"Tidak, hari ini dia tidak membuat masalah sayang"


"Baguslah.." ucap Rangga dengan memeluk erat sang istri dengan membenamkan wajah kinar di dada bidangnya.


"Ada apa sayang?" tanya Kinar karna ia melihat Rangga aneh malam ini


"Gak ada apa-apa, aku hanya merindukanmu saja" jawab Rangga dengan menyembunyikan kekhawatiran nya.


Kinar menatap wajah Rangga untuk mencari sesuatu tapi ia tidak menemukannya, sehingga membuatnya tersenyum lalu mencium bibir sang suami.


"Jangan menggodaku sayang, aku tidak mau anak kita kenapa-napa karna dokter sudah memperingati kita"


"Siapa yang mau menggoda kamu sayang, aku hanya merindukanmu saja seperti kamu merindukan aku"


Rangga tersenyum menatap wajah kinar, lalu ia mencium bibir dan kening sang istri.


"Tidurlah, tidak baik untuk orang hamil jam segini belum tidur"


"Baiklah" jawab Kinar dengan mengeratkan pelukannya.


Aku berjanji akan menghancurkan hidup mereka yang berani mengganggumu siapapun itu. ucap Rangga dengan memeluk erat sang istri.


Keesokan paginya sebelum pergi ke kantor ia selalu mencium bibir dan kening Kinar, tak lupa memeluk kinar.


"Jangan terlalu capek, banyak istirahatlah"


"Iya suamiku tersayang"


Jawaban Kinar membuat Rangga tersenyum bahagia. dan mencium kembali bibir sang istri.


"Ma, tolong jaga istriku baik-baik"


"Iya mama akan menjaganya untukmu, sana berangkatlah nanti kamu terkena macet di jalan"


Rangga meninggalkan Kinar dan nyonya Tika dengan melambaikan tangannya sambil tersenyum.


"Ini tuan yang anda minta" ucap Frans dengan memberikan sebuah map coklat ke Rangga.


Rangga terkejut ternyata orang yang meneror istrinya dengan mengirimkan paket adalah putri tuan Endrow. Rangga mengepalkan tangannya tidak menyangka kebaikannya di balas dengan seperti ini.


"Frans tarik semua saham yang kita miliki di perusahaannya dan batalkan kontrak kerja sama dengan mereka" ucap Rangga dengan menyuruh sekretarisnya.


"Baik tuan"

__ADS_1


Sesampainya di kantor Frans menyelesaikan apa yang Rangga perintahkan. tanpa menunggu waktu lama semua sudah di lakukan.


Tuan Endrow begitu mendapatkan pemberitahuan bahwa perusahaan Wijaya menarik semua sahamnya dan membatalkan kontrak kerja sama dengannya, ia pergi ke perusahaan Wijaya untuk menemui Rangga.


"Maaf tuan, ada tuan Endrow di bawah" lapor Frans ke Rangga


"Biarkan dia masuk"


"Baik tuan"


Tuan Endrow masuk ke ruangan Rangga dengan menanyakan maksud Rangga melakukan semuanya.


"Apa yang anda lakukan tuan, jika saya memiliki kesalahan mohon dimaafkan"


"Saya bekerja sama dengan anda karna anda memiliki pendirian pada dirimu sendiri. tapi kali ini saya tidak bisa melanjutkan kerja sama ini"


"Tapi tuan apa salah saya tuan"


"Bukankah Anda tau tuan apa kesalahan Anda"


Tuan Endrow terlihat kebingungan karna ia tidak tau apa yang di katakan oleh Rangga.


Rangga menatap Frans, lalu Frans memberikan semua informasi yang Frans dapatkan ke tuan Endrow.


"Apa ini tuan Rangga?"


"Lihatlah"


Tuan Endrow makin kebingungan melihat foto putrinya Reni berada di situ.


"Apa ini tuan"


"Putri anda mengganggu istriku dengan mengirim sebuah paket" ucap Rangga dengan memberikan paket yang di kirim Yeni kerumah Rangga.


Tuan Endrow tidak bisa berkata apa-apalagi ia hanya bisa mengucapkan permintaan maafnya lalu pergi.


*****"


"Reni.. Reni..." panggil tuan Endrow sambil berteriak.


"Ada apa mas, kenapa teriak-teriak seperti itu"


"Mana Reni Bu?"


Reni yang mendengar namanya di panggil oleh ayahnya dengan berteriak, Reni keluar dari kamarnya pergi menghampiri tuan Endrow.


"Ada apa ayah, kenapa ayah teriak-teriak seperti itu?" tanya Reni


Reni tak mendapatkan jawaban ia malah mendapatkan tamparan dari tuan Endrow


Plaaakkkk... sebuah tamparan di pipi Reni dari tuan Endrow


Reni terkejut melihat tuan Endrow yang marah-marah dengan menampar pipinya, begitupun istrinya ia terkejut melihatnya.


"Ada apa mas, kenapa kamu menamparnya?" tanya istrinya dengan memegang lengan tuan Endrow.


"Dia kurang ajar Bu" jawab tuan Endrow dengan duduk memegang kepalanya merasa frustasi dengan apa yang terjadi.


"Kak, apa yang kamu lakukan? ayah tidak akan marah seperti itu jika kamu tidak melakukan kesalahan yang ayah benci kak" tanya Sisil adik Reni


"Tenang dulu mas"


"Bagaimana aku bisa tenang Bu, dia sudah menghancurkan semua kerja kerasku"

__ADS_1


"Apa maksudmu mas"


"Dia meneror istri tuan Rangga Wijaya dengan mengirimkan paket yang isinya mengancam Bu"


Istrinya yang tadinya menatap tuan Endrow beralih menatap putinya, Reni.


"Apa yang ayahmu katakan benar Reni?" tanya ibunya


Reni hanya diam saja tidak menjawab.


"Jawab Reni" teriak ibunya dengan memegang kedua pundak Reni sambil menggoyangkan tubuhnya agar menjawab apa yang ia tanyakan.


"Iya Reni melakukannya karna Reni tidak menyukai Kinar bahagia setelah mempermalukan Reni. dan Reni tidak pernah menyesali melakukannya untuk membalas dendam.


Plaaakkk... tamparan dari tuan Endrow ke pipi Reni. tubuh tuan Endrow gemetar karna sikap Reni.


"Dia melakukan itu karna kesalahan kamu, mereka tidak akan memperlakukan staffnya kalau menaati semua aturan dan bersikap ramah"


"Kak Reni kamu harus minta maaf ke kak Kinar" ucap Sisil


"Tau apa kamu menuyuruh aku minta maaf padanya"


"Benar apa yang adikmu katakan Reni, kamu harus minta maaf kepada mereka"


"Gak, sampai kapanpun Reni gak akan minta maaf padanya"


"Kamu tau tidak gara-gara sikap kamu perusahaan Wijaya membatalkan kerja sama dengan perusahaan ayah"


"Baguslah biar kita bisa membalaskan dendam pada mereka"


"Reni.." teriak ibunya. "Apa kamu tidak kasihan dengan ayahmu yang sudah bekerja keras bertahun-tahun mendapatkan semua ini tapi kamu menghancurkannya." ucap ibunya.


"Itu bukan urusan Reni, siapa suruh ayah memilih kerja sama dengan mereka padahal banyak perusahaan yang lebih dari mereka" ucap Reni dengan selalu membantah apa yang tua. Endrow katakan dan istrinya.


"Kak Reni berhenti, kasihan ayah, kamu harus meminta maaf ke mereka"


"Aku gak mau" ucap Reni dengan pergi ke kamarnya meninggalkan tuan Endrow.


"Mau kemana kamu Reni? ayah belum selesai bicara"


"Aku mau istrahat Bu"


Dengan marah tuan endorw mengeluarkan kata-kata yang membuat semua orang terkejut.


"Itu bukan kamarmu lagi Reni"


Reni menghentikan langkah kakinya, ia berbalik dengan menatap ayahnya.


"Maksud ayah apa?"


"Kamu tidak punya hak lagi tinggal di rumah ini, silahkan pergi dari rumah ini"


"Baiklah jika itu semua mau ayah"


Reni pergi ke kamarnya mengambil beberapa pakaiannya dan pergi.


"Mas, apa itu tidak keterlaluan dengan mengusir Reni?"


"Biarkan saja Bu, ayah sudah tidak sanggup menghadapi sikap Reni seperti itu"


Reni keluar dari kamar dengan mendekati tuan Endrow sambil menenteng tasnya.


"Ingat ayah, sampai kapanpun Reni tidak akan meminta maaf ke mereka, sudah pantas mereka mendapatkan semua balas dendam dari Reni" ucap Reni dengan pergi meninggalkan rumah. orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2