Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 71


__ADS_3

Pagi ini Kinar akan keluar dari rumah sakit, ia memilih ingin istirahat di rumah saja. setelah berhari-hari di rumah sakit membuatnya begitu bosan.


Semua keluarga datang untuk menjemput Kinar termasuk Anand. Anand yang begitu menyayangi Kinar membuat Rangga cemburu melihat sikap Anand ke istrinya.


Pagi itu Anand datang dengan langsung menyapa Kinar yang sedang duduk di atas tempat tidur. dengan wajah yang tanpa ekspresi sedikitpun dan sikap dinginnya. Anand berjalan ke arah Kinar. memeluknya dan juga mencium kepalanya.


Rangga terlihat cemburu namun ia menahan dirinya, walaupun dirinya ingin marah dan menegur Anand. tapi Anand adalah paman dari istrinya. dengan sabar Rangga menahan emosinya ia mencoba mengendalikan dirinya.


"Bagaimana? apa sudah siap untuk pulang?" tanya Anand dengan menatap Kinar


"Hmmm, aku bosan di sini paman"


Anand mendekati dokter Arka yang bertanggung jawab sebagai dokter atas pasiennya. dari pertama Kinar masuk rumah sakit sampai keluar rumah sakit Dokter Arka yang bertanggung jawab..


Dokter Arka yang melihat tatapan Anand yang sedang bertanya padanya, membuatnya sedikit tegang, ia melihat tatapan Anand begitu menakutkan bahkan untuk tersenyum sedikitpun tak terlihat.


Waktu hamil ibunya ngidam apa sih sampai sikap anaknya seperti ini, sungguh menakutkan. aku penasaran apakah selama ini dia memiliki kekasih atau tidak, memikirkannya saja aku takut, apalagi kalau sampai dia memiliki kekasih. kasian kekasihnya pasti tertekan dengan sikapnya yang menakutkan. Dokter Arka.


"Bagaimana kondisinya dokter?" tanya Anand dengan kedua tangannya di lipat di dadanya.


"Kinar sudah bisa pulang tapi bukan berarti dia bisa melakukan pekerjaan ataupun lainnya, ia harus banyak istrahat dulu" jelas dokter Arka


Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter Arka. Anand merasa lega, ketika ia akan nyamperin Kinar tiba-tiba Rangga langsung berdiri di hadapan Kinar seolah Rangga tidak ingin istrinya di dekati siapapun.

__ADS_1


Anand yang melihat sikap Rangga . dirinya hanya bisa menarik nafasnya. karna menurutnya inilah alasan dia yang tidak ingin memiliki kekasih.


Anand menatap dokter Arka kembali.


Ada apa lagi, kenapa kamu menatapku lagi. apa gak cukup dengan penjelasanku. dokter Arka


"Apakah Kinar sudah bisa pergi?" tanya Anand sekali lagi dengan suara tegas.


"Iya, Kinar sudah bisa pulang" jawab dokter Arka dengan mempersilahkan Anand.


Yati memegang tangan suaminya.


"Lihatlah mas, adikmu membuat orang di ruangan ini merasa sesak"


Bram menatap wajah-wajah orang yang berada di ruangan, dan apa yang di katakan istrinya benar. Bram melihat mereka yang berada di ruangan seolah menahan nafas mereka karna sikap Anand.


"Anand seperti itu karna dia harus melihat yang tak harus dia lihat, sebagaimana kejamnya dunia" jelas Bram ke istrinya.


Rangga merapikan rambut istrinya, bahkan pakaian pun ia rapikan. Kinar tersenyum melihat sikap suaminya kepadanya.


Rangga memegang tangan istrinya, menuntunnya untuk berdiri dan duduk di kursi roda. walaupun Kinar sudah bisa berjalan namun Rangga dan Anand tak mengizinkan Kinar berjalan.


"Aku iri sama sahabat kita yang satu ini Lia, begitu banyak perhatian yang ia dapatkan dari suaminya dan juga pamannya" ucap Ria

__ADS_1


Lia tersenyum, "apakah kamu mau mendapatkan perhatian seperti itu ria?" tanya Lia ke sahabatnya


"Iya aku juga mau mendapatkan perhatian seperti itu"


"Benarkah ? " tanya Lia memastikan Ria sambil menatapnya.


"Iya.." jawab Ria sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Aku punya solusinya Ria, kamu mau gak?"


"Iya aku mau dong"


Lia berbatuk, mengatur pernafasannya lalu tersenyum setelah menatap Anand dan juga Frans.


"Benar kamu mau?"


"Iya aku mau, kenapa sih Lia?" tanya Ria dengan mulai kesal


"Kamu tinggal milih aja satu di antara mereka berdua" ucap Lia dengan menunjuk Frans dan Anand dengan wajahnya.


Ria melototkan matanya ketika Lia menunjuk Anand dan juga Frans.


"Kamu gila Lia, kamu ingin aku mati berdiri dengan dua pria itu? melihatnya saja aku gemetaran apalagi berpacaran dengan mereka yang setiap hari harus bertatapan dengan mereka, bisa-bisa aku mati berdiri Lia."

__ADS_1


Berhasil mengerjai sahabatnya Lia tidak mengontrol tertawanya sehingga membuat yang berada di ruangan itu menatapnya termasuk Anand dan juga Frans ketika mendengar suara tawa dari Lia.


Gila!! ku berasa dua macan ini akan memangsa ku, kenapa sih walaupun menakutkan tapi kalian berdua terlihat begitu tampan dan keren. Lia


__ADS_2