Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 61


__ADS_3

Di rumah kecil seseorang terlihat begitu gelisa, Mira ibu tiri Lia mondar mandir dengan mencari alasan yang masuk akal ketika rentenir datang menagih hutang kedirinya.


Ayah Lia adalah seorang supir, dan ayahnya pun seminggu sekali atau dua kali pulang ke rumah sehingga ayahnya Lia memberikan uang hasil nariknya ke istrinya.


Namun terlihat begitu gelisa dan khawatir, ia tidak mungkin meminta uang ke suaminya sedangkan suaminya sudah memberikan dengan jumlah yang banyak.


Handphone Mira berdering, mendengar handphonenya berdering Mira kaget dan tidak berani mengangkatnya karna ia tau siapa yang menelfon.


"Bu angkat"


"Ibu takut Serina"


"Ibu sih"


"Diam Serina, jangan bikin ibu kesal"


Mira memberanikan diri mengangkatnya, sebelum mereka datang ke rumahnya. Mira bermohon dengan wajah ketakutan agar mereka memberikannya waktu. namun seseorang di balik telfon hanya memberikan waktu satu kali dua puluh empat jam saja.


Mira mengiyakan apa yang mereka katakan, setidaknya ia bisa terlepas siang ini. Mira mencoba menghubungi seseorang untuk membantunya namun panggilannya tak mendapatkan jawaban.


Mira kesal dengan membanting handphonennya, ia tidak tau harus bagaimana lagi. bahkan ia siap melakukan sesuatu yang bisa membahayakan dirinya sekaligus asalkan dirinya mendapatkan uang.


*****


Rangga duduk di sofa dengan Frans yang setia menemaninya berdiri di belakangnya. Rangga mendapatkan laporan kalau pendiri kampus melaporkan ke Rangga bahwa salah satu staffnya memukul Helen putrinya.

__ADS_1


"Siapa yang melakukannya Frans?" tanya Rangga tapi Frans hanya diam saja.


"Apa itu kau yang memukulnya Frans?" tanya Rangga lagi


"Iya tuan" jawab Frans singkat


"Kenapa kamu memukulnya Frans?"


Frans diam tak menjawab pertanyaan Rangga.


"Kenapa kamu memukulnya?"


"Nona Helen menghina Nona Kinar tuan"


Frans ragu menjawabnya, karna ia takut menyakiti hati tuannya.


"Jawablah Frans"


"Nona Helen menghina kalau nona Kinar wanita murahan yang selalu menggoda tuan. bahkan nona Helen mengatakan kalau nona Kinar menggunakan tubuhnya untuk menggoda Anda tuan."


"Apa dia menyebutkan pria lain?"


"Iya tuan"


"Kamu menamparnya berapa kali Frans?"

__ADS_1


"Hanya sekali tuan"


"Kenapa kamu tidak menamparnya berulang kali sampai wajahnya rusak atau merobek mulutnya saja, karna dia sudah berani menghina istriku"


Rangga kesal dengan mengepalkan tangannya ketika mendengar perlakuan Helen ke istrinya. seharusnya ia ikut turun menjemput Kinar bukan menunggunya di ruangan.


"Apa masih ada yang harus aku tanda tangani Frans?"


"Maaf tuan, nona Berly mengajukan permohonan agar perusahaan menjadi sponsor untuk pamerannya"


Frans memberikan berkas ke Rangga.


"Terserah kamu saja Frans, aku ingin dia tidak mengganguku lagi dan juga kinar, aku tidak ingin dia mengganggu kehidupanku lagi"


"Baik tuan"


Setelah makan siang bersama dengan Rangga. Kinar pergi ke suatu tempat untuk membelikan hadiah untuk kedua orang tuanya. sudah saatnya ia memberikan hadiah kecil. namun sebelum pergi membelikan hadiah untuk orang tuanya. ia pergi ke tempat kerja Ria. ia ingin melihat sahabatnya bekerja.


****


Di tempat lain seorang wanita menangis tidak terima atas perlakuan Frans terhadapnya. yang mempermalukan dirinya dengan menamparnya.


Helen terus menangis kepada ayahnya, dan meminta agar ayahnya membalaskan apa yang mereka lakukan pada dirinya.


Pendiri kampus pun tidak terima putri semata wayangnya di perlakukan seperti itu di depan umum. pendiri kampus menelfon seseorang dan memerintahkan mereka agar melakukan sesuatu kepada orang yang telah membuat putrinya menangis.

__ADS_1


__ADS_2