Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 99


__ADS_3

Anand memulai latihannya dengan senjatanya, ia mencoba mengeker bidikannya agar tembakannya tepat sasaran. Anand mencoba menembak buah apel yang berada di atas kepala Reni.


Dor...


Anand tersenyum ketika melihat tembakannya tepat di buah apel sehingga buah apel itu hancur. Anand mencoba mengisi senjatanya dengan dua peluru saja untuk menembak buah apel yang ada di pundak Reni, namun sebelum menembak buah apel Anand menakuti Reni dengan mencoba mengarahkan senjatanya tepat di kepala Reni.


Reni yang melihat senjata itu membuat detak jantungnya bekerja keras karna takut. ketika Anand mencoba menarik pelatuknya Reni menutup kedua matanya dan ternyata senjata itu tidak ada peluruhnya.


Anand tersenyum melihat wajah Reni yang ketakutan dengan apa yang Anand lakukan. dan Anand mencoba sekali lagi tapi kali ini ia arahkan ke apel yang berada di pundak Reni. karna menurutnya ini adalah tembakan yang akan bisa melukai Reni jika ia mencoba menakutinya lagi


Doorr....


Tembakan di pundak Reni dengan percikan buah apel yang hancur mengenai wajah Reni. dan yang terakhir yang di lakukan Anand adalah tembakan tetap sama apel yang berada di pundak Reni. tembakan terakhir mendapatkan tepukan tangan dari Rangga.


"Apa kabar Rangga" tanya Anand dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan


"Baik, tembakanmu bagus Anand" puji Rangga


"Mau mencobanya ?" tanya Anand dengan mengajak Rangga mencoba menembak.


"Aku tidak sepandai kamu dalam menembak Anand"


"Cobalah, permainannya seru"


"Benarkah?"


"Iya"


Rangga menatap ke arah Reni.


"Apalah aku harus menembaknya tepat di sana?"


"Iya, kamu harus menembaknya di sana"

__ADS_1


"Kalau aku mengenainya bagaimana?"


"Gak apa-apa menggoresnya sedikit"


"Baiklah"


Ketika Rangga mencoba mengatur posisinya tina-tiba handphone Reni berbunyi di saku celananya. Anand dan Rangga saling menatap lalu Anand menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengambil handphone itu.


Anand menatap nomor yang tertera di layar handphone Reni, Rangga yang merasa mengenal nomor itu. ia meminta Anand mengangkatnya dan memberikan ke Reni agar Reni yang berbicara.


"Kamu dimana Reni?, kenapa kamu belum memberikan kabar padaku, sekarang katakan bagaimana rencanamu. apakah Kinar sekarang ketakutan dengan menangis atau sudah mati" tanya pendiri kampus dengan panjang lebar.


Rangga kaget mendengar apa yang di katakan pendiri kampus, Rangga yang tidak mengetahui bahwa pendiri kampus dalang dari semua ini yang mencoba membunuh istrinya. Rangga hanya mengetahuinya bahwa pendiri kampus mencoba menjatuhkan perusahaannya. tapi hari ini pendiri kampus dan Reni mencoba menyakiti istrinya dan juga anaknya yang bahkan belum melihat dunia.


"Reni....Reni bicaralah, jika kamu berhasil aku sudah menyiapkan uang yang kamu minta"


Rangga mengambil handphone yang di pegang dan ia menjawab apa yang pendiri kampus tanyakan.


"Reni saat ini sedang bersamaku dan untuk rencananya menyakiti istriku semua gagal karna saat ini istriku sedang istirahat bersama dengan anakku" ucap Rangga.


"Anda jangan senang dulu tuan Rangga Wijaya, karna aku sudah menyiapkan hadiah besar untukmu dan juga istrimu" ucap pendiri kampus mengancam Rangga kalau dirinya tidak berhenti sampai melihat kehancuran Rangga dan Kinar.


Dengan marah mendengar apa yang pendiri kampus katakan, Anand melempar pisau ke arah Reni dan Pisau yang di lemparkan Anand mengenai kupingnya. membuat Reni menjerit kesakitan yang di dengar oleh pendiri kampus.


Pendiri kampus terdiam mendengar jeritan Reni, tapi ia terus berbicara dengan mengancam Rangga.


Anand melakukannya sekali lagi tapi kali ini mengenai wajah Reni di bagian pipinya tergores oleh pisau yang di lemparnya. dan jeritan keras Reni membuat pendiri kampus terdiam dan mengakhiri panggilannya tanpa pamit.


Rangga yang begitu marah mendengar apa yang pendiri kampus katakan membuatnya murka sehingga ia melempar beberapa pisau ke arah Reni dan mengenai wajah, dan lengan Reni yang saat ini mengeluarkan darah akibat goresan yang di lakukan Rangga dan Anand.


Tubuh Reni di lepaskan dari ikatannya, ia terjatuh tergeletak di lantai dengan tak berdaya karna rasa takutnya dengan apa yang di lakukan Rangga dan Anand.


Anand mencengkram baju yang di pakai oleh Reni, ia menatap wajah Reni dengan tatapan tidak suka. wajah itu terlihat lemes namun Reni masih bisa tersenyum licik.

__ADS_1


"Kalian pikir dengan menyiksaku dan membunuhku akan membuat Kinar menjadi Aman, kalian salah karna saat ini pendiri kampus telah menyiapkan rencana yang bisa menghilangkan nyawa Kinar sekali saja" ucap Reni dengan tertawa


"Apa yang kalian rencanakan?" tanya Anand dengan mulai mencekik leher Reni.


Sedangkan Rangga mencoba menghubungi Kinar dan ibunya mengingatkan agar tidak membukakan pintu, siapapun itu sebelum dirinya pulang.


"Kalian berhati-hatilah karna pendiri kampus adalah manusia paling licik di muka bumi ini"


"Apa yang kalian rencanakan?" tanya Anand dengan berteriak


"Aku tidak bisa mengatakannya karna itu adalah rahasiaku dengan pendiri kampus, sekalipun kamu membunuhku aku tidak akan mengatakannya" jawab Reni dengan menertawakan Anand dan juga Rangga yang begitu khawatir kepada Kinar.


Dengan kesal Anand mencekik leher Reni, Reni memukul-mukul tangan Anand dengan tangannya, dan ia mengesek-gesekan kakinya karna cekikan Anand terlalu keras. lalu Anand melepaskan cekikan tangannya.


Reni terbatuk-batuk karna lehernya di cekik.


"Ikat dia dan letakan ular di bawah kakinya" ucap Anand memerintahkan anak buahnya.


"Baik tuan"


Reni yang mendengar apa yang Anand katakan membuatnya takut, ular itu ia beli karna gigitannya mematikan. tapi hari ini ular itu akan menggigit dirinya sendiri.


Reni bangun dengan berlari mengejar Anand untuk memohon ampunan dengan apa yang ia lakukan kepada Kinar.


"Tuan maafkan aku, tolong lepaskan aku ku mohon tuan, aku tidak ingin mati karna gigitan ular itu" ucap Reni dengan mencoba menahan kaki Anand.


"Tuan Rangga aku mohon, aku tidak akan mengganggu hidup kalian lagi termasuk Kinar"


Namun Anand dan Rangga terus berjalan, mereka tak mendengarkan apa yang Reni katakan.


Beberapa pengawal menarik Reni untuk di masukan ke dalam penjara, tapi penjara kali ini berbeda. Reni di ikat tergantung dengan di bawahnya ada beberapa batu dan juga tumbuhan. tepat di bawah kaki Reni ular yang ia beli untuk membunuh Kinar di letakan di bawah kakinya.


Reni berteriak dengan memohon ampun dan memint tolong agar di bebaskan tapi tak seorang pun yang mendengarkannya. tubuh Reni gemetaran dan dirinya berkeringat dingin karna ketakutan. sedangkan ular itu mulai mencoba memanjat di atas batu dan juga tumbuhan yang hanya beberapa jarak saja dari kaki Reni. tubuh ular itu menyentuh telapak kakinya tapi ketika ular itu mulai mendekati kaki Reni, ular itu terjatuh lagi karna terlalu tinggi.

__ADS_1


Walaupun ular itu belum bisa menggigit Reni tapi saat ini Reni ketakutan karna di bawah kakinya bukan hanya ada satu ular tapi ada beberapa ular salah satunya ular yang dia beli.


"Aku mohon tolong lepaskan aku, ampuni aku tuan. aku berjanji tidak akan melakukannya lagi dan aku siap menerima hukuman dari kalian, tolong lepaskan aku dan singlirkan ular-ular itu" ucap Reni dengan berteriak-teriak sambil menangis tapi tak satu orangpun menolongnya, mereka hanya mendengarkan apa yang Reni katakan.


__ADS_2