Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 87


__ADS_3

Ayah Reni yang mendengar kalau putrinya di perkerjakan di bagian OB, ia tidak terima. Ayah Reni mengadakan pesta di rumahnya untuk perayaan putri bungsunya yang baru saja menyelesaikan studinya di luar negri.


Ayah Reni mengadakan pesta dengan mengundang semua pengusaha-pengusaha dan orang penting lainnya. pesta akan di adakan besok malam di rumahnya.


Pendiri kampus begitu senang, akhirnya ia tidak perlu menunggu waktu bertemu dengan CEO beautiful.


"Ini adalah kesempatan yang bagus, aku harus mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin" ucap pendiri kampus dengan tertawa bahagia.


*****


Kinar berada di ruangannya. Sera memberikan undangan dari tuan Endrow. ayah Reni.


Kinar menatap Sera lalu melirik undangan yang ia letakan di meja kerjanya.


"Nona mendapatkan undangan dari tuan Endrow, ayah Reni"


Kinar melanjutkan pekerjaannya tanpa melihat undangan yang di berikan oleh Sera.


"Sera bagaimana dengan cabang beautiful, apa ada masalah?"


"Sejauh ini belum ada Nona"


Beautiful sudah memiliki cabang, sahabatnya Ria sedang bekerja di beautiful yaitu beatiful cabang, sehingga membuatnya tidak bertemu dengan Kinar sebagai pemilik beautiful.


Siang itu seseorang datang ke kantor Kinar tanpa membuat janji. tamu yang akan datang Sera yang selalu mengurusnya sehingga membuat Kinar tidak mengetahui siapa tamu yang datang siang ini.


Sera memberitahu ke resepsionis agar membiarkan tamu yang datang menemui Kinar. Sebelum Sera menuntun tamu itu masuk ke dalam ruangan Kinar. ia terkejut tamu yang datang adalah suami Kinar, tuan Rangga.


"Tuan" ucap Sera dengan membungkukkan setengah tubuhnya.


Sera menuntun mereka masuk namun Kinar tak berada dalam ruangan, karna ia pergi ke toilet.


Rangga terkejut melihat istrinya berada di kantor beatiful begitupun dengan Kinar.


"Sayang! kamu sedang apa di sini?"


"A-aku sedang"


Rangga bergegas melihat berkas kerja samanya dengan perusahaan Beautiful. ketika Rangga memeriksakan tanda tangan KNR.


"Jadi kamu?"


"Aku bisa jelasin sayang"


"Ini kejutan apa lagi sayang?"

__ADS_1


"Maaf sayang karna menyembunyikannya dari kamu" ucap Kinar dengan memeluk Rangga.


Rangga hanya tertawa karna seperti di permainkan oleh istrinya, yang awalnya hanya sebagai wanita biasa, yang kedua pemilik KNR hotel, cucu dan ponakan dari konglomerat dan mafia. di tambah hari ini pemilik beautiful adalah istrinya sendiri. Rangga benar-benar tidak bisa berkata apalagi. tapi untuk marah ke istrinya tak pernah terlintas sedikitpun di pikirannya.


Kinar memeluknya sambil tersenyum, melihat wajah suaminya yang kebingungan.


"Maafin aku sayang" ucap Kinar dengan mencium bibir suaminya.


Rangga tersenyum dengan apa yang istrinya lakukan, bagaimana ia bisa marah jika melihat istrinya yang begitu lucu dan di tambah dengan cara Kinar membujuknya seperti itu.


"Maafin aku ya sayang"


"Hmmm" ucap Rangga dengan menganggukan kepalanya.


Kinar mengeratkan pelukannya sambil tersenyum, Ranggapun membalas pelukan sang istri.


"Apakah ini kejutan terakhir sayang, atau masih ada kejutan lainnya?"


"Semoga saja ini yang terakhir sayang"


Rangga melepaskan pelukan dan menatap wajah kinar.


"Apa?! kamu mengatakan semoga saja sayang"


"Aku memaafkanmu untuk kali ini, tapi untuk kedepannya jika kamu menyembunyikannya aku gak tau apa yang akan aku lakukan padamu"


"Iya, iya"


Rangga yang kesal dengan sikap Kinar yang selalu membohonginya, ia mencium bibir istrinya.


Frans dan Sera yang berada di dalam ruangan bersama dengan Rangga dan Kinar. hanya diam saja, apa yang mereka bisa lakukan jika tuan dan nona mereka yang melakukannya.


"Sayang, malu ada mereka"


"Itu peringatan untukmu jika ada kebohongan lagi maka siap-siap menerima hukuman dariku"


Rangga dan Kinar membicarakan kerja sama mereka. dalam beberapa bulan lagi Rangga dan Kinar akan meluncurkan produk baru tapi mereka akan mengadakan rapat dengan kolega lainnya.


******


Waktu yang di tunggu oleh pendiri kampus telah tiba. dengan penuh semangat ia menuju ke tempat tuan Endrow bersama dangan putrinya, Helen.


Begitupun Kinar dengan Rangga bersiap-siap pergi ke pesta tuan Endrow.


Saat ini mereka telah tiba, Rangga masuk dengan sang istri dan tak lupa dengan sekretaris mereka yaitu Frans dan juga Sera.

__ADS_1


Frans yang menjaga tuannya, begitupun dengan Sera menjaga nonanya.


Sisil dari kejauhan melihat Rangga masuk, alasan Sisil membuat pesta yaitu ingin melihat Rangga.


"Malam ini kamu terlihat begitu tampan, Rangga." puji Sisil dengan melihat Rangga.


Kinar sedang berkumpul dengan para istri pengusaha sedangkan suami mereka berada di tempat lain. mereka berbicara tentang bisnis mereka sedangkan Kinar hanya tersenyum mendengar saja.


Sera yang mendengar beberapa istri pengusaha yang memamerkan kekayaan milik mereka, Sera hanya tersenyum saja dengan Kinar. Sera sebagai pendengar ia ingin menutup mulut mereka dengan apa yang Kinar miliki tapi sayang Kinar hanya tersenyum mendengar mereka saling memamerkan satu sama lain.


"Oh iya, kalau nyonya Kinar tidak perlu di khawatirkan, karna siapa yang gak kenal dengan tuan Rangga. pengusaha termuda dan terkaya di kota ini."


"Terima kasih" ucap Kinar


"Tapi kalau aku ya jeng-jeng, aku malu hanya mengandalkan kekayaan suami loh" ucap salah satu istri pengusaha


"Iya bener jeng, makanya aku sekarang membangun sebuah butik yang besar tanpa bantuan suamiku, karna kalian Taukan kalau aku adalah putri tunggal yang memiliki kekayaan juga, walaupun tak sebanyak tuan Rangga setidaknya itu bukan milik suamiku"


"Iya bener jeng"


Sera bener-bener kesal mendengar apa yang mereka katakan di depan Kinar. mereka merendahkan Kinar karna hanya berpangku pada kekayaan suaminya.


Kinar menahan tangan Sera agar menahan emosinya. karna menurut Kinar orang yang seperti mereka tidak perlu di ladenin.


"Aku tau kamu menyukai kak Rangga, tapi jangan mengharapkannya kalau kamu bisa memilikinya" ucap Helen


"Aku tidak peduli siapapun itu, sampai kapanpun Rangga adalah milikku." ucap Sisil putri dari tuan Endrow adik Reni.


Reni tertawa bahagia melihat Kinar di perlakukan oleh istri-istri pengusaha yang datang di pesta adiknya. ia tidak terima dengan apa yang di lakukan Kinar padanya sehingga mengompori istri-istri pengusaha.


"Menurutku nyonya Kinar bukanlah apa-apa tanpa tuan Rangga, benar gak ?"


"Iya benar Reni. Kinar hanyalah orang yang nasibnya beruntung karna mendapatkan suami seperti tuan Rangga"


Rangga mengajak istrinya untuk di perkenalkan ke pungusaha lainnya.


"Kenalkan ini adalah istri saya"


"Waw nyonya Wijaya cantik Skali malam ini, sungguh beruntung tuan Rangga memiliki istri secantik nyonya Kinar"


"Terima kasih"


Walaupun sedikit cemburu karna istrinya di tatap oleh pengusaha lainnya, Rangga membuang egonya karna ia bisa melihat betapa tidak nyamannya Kinar berada di sekitar istri-istri pengusaha lainnya.


Pendiri kampus melebarkan pandangan mencari CEO perusahaan Beautiful, ia mendapatkan bocoran kalau pemilik beautiful akan datang dengan memakai gaun berwarna gold, tapi ia tak melihatnya yang ia lihat hanyalah Kinar dan itu membuatnya berfikir gak mungkin kalau Kinar orangnya.

__ADS_1


__ADS_2