Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 116


__ADS_3

Kinar yang belum selesai berbicara dengan anak itu tiba-tiba sepasang suami istri berjalan dengan sombongnya menghampiri mereka, pasangan itu histeris melihat putra mereka yang tengah terluka.


"Sayang kamu kenapa? apa yang terjadi ? siapa yang melakukan ini?" tanya wanita itu dengan wajah yang khawatir.


Kepala sekolah dan wali kelas mencoba menenangkannya namun tidak berhasil, wanita itu marah dengan menunjuk wali kelas.


"Apa yang kamu lakukan sebagai wali kelas sehingga putraku seperti ini" ucap wanita itu.


Wanita itu bernama nyonya Yenti salah satu donator di sekolah.


Kinar berdiri dari duduknya mencoba mengajak nyonya Yenti berbicara baik-baik, namun nyonya Yenti menatap Kinar dengan tatapan tak suka.


"Nyonya mari kita bicarakan masalah ini baik-baik, dan mencari solusi untuk mereka" ucap kepala sekolah


"Apa ? kalian ingin aku aku bicara baik-baik setelah putraku seperti ini? Cih, dasar sampah" ucap nyonya Yenti.


Gavin dan Aditia diam saja dengan menunduk, mereka tidak ingin mommy mereka marah karna ulah mereka.

__ADS_1


"Kami sudah mengeluarkan semua untuk membantu sekolah ini, membantu memenuhinya, tapi kalian membalas semua ini dengan menganiaya putraku" ucap suami nyonya Yenti.


"Maaf tuan, bisakah kalian duduk dulu kita bicara baik-baik mengenai masalah anak-anak" ucap Kinar dengan tenang.


Nyonya Yenti dan suaminya duduk dengan wajah tak suka ke Kinar.


"Saya tidak mau tau kalian harus menghukum orang yang membuat putra saya seperti ini" ucap nyonya Yenti dengan tidak terima.


"Tapi putra anda yang memulai lebih dulu" ucap Aditia yang tidak tahan melihat sikap orang tua dari temannya.


"Apa ? putraku yang salah? itu terserah putraku apa yang akan ia lakukan karna kami memberikan donatur yang cukup besar untuk sekolah ini" ucap nyonya Yenti dengan sombong.


"Memangnya kamu siapa mengatur-ngatur kami,mengatur cara mendidik putra kami? itu terserah kami" ucap suami nyonya Yenti dengan membentak dan menunjuk Kinar.


Gavin mengepalkan tangannya rasanya ia ingin memukul pria itu yang berani membentak mommy nya.


Kepala sekolah bingung apa yang harus ia lakukan, keduanya adalah donatur sekolah tapi nyonya Kinar adalah istri dari pengusaha ternama sehingga membuat dirinya tidak berani bicara dengan suara tinggi ke Kinar.

__ADS_1


"Nyonya, tuan. tenang dulu, kita harus menyelesaikan masalah ini bukan kita yang harusnya berantem seperti ini, ingat sebagai orang dewasa tidaklah bagus kita bicara di depan anak-anak seperti itu"


"Apa pun alasan kalian, aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum dan melaporkannya" ucap nyonya Yenti


"Nyonya kita bisa bicarakan baik-baik tidak perlu seperti itu" ucap wali kelas.


"Anda harus menenangkan pikiran anda dulu, dan tidak perlu membesar-besarkan masalah ini, kedua putraku akan meminta maaf kepada kalian" ucap Kinar yang mencoba mengalah dan berdamai karna ia tidak ingin masalah ini di besar-besarkan dan di dengar sampai ke telinga suaminya yaitu tuan Rangga.


"Kami tidak membutuhkan permintaan maaf dari kalian, kalian telah melakukan kekerasan kepada anakku jadi kalian harus menanggungnya. aku ingatkan kalian sudah bermain-main dengan keluarga Prayoga" ucap nyonya Yenti dengan mengancam Kinar dan juga kedua putranya. lalu ia pergi begitu saja dengan suaminya dan mengajak putra mereka pergi.


Kepala sekolah terlihat begitu gelisah, ia tidak ingin reputasi sekolah menjadi rusak karna masalah ini.


Kinar sebagai orang tua anak yang membuat masalah di sekolah, ia meminta maaf dan di ikuti oleh kedua putranya.


"Maaf atas kesalahan kedua putra saya Bu" ucap Kinar


"Nyonya Kinar tidak perlu minta maaf, mereka hanya anak-anak dan ini tanpa di sengaja nyonya" ucap kepala sekolah dengan melarang Kinar untuk meminta maaf karna sepenuhnya bukan salah Gavin dan Aditia.

__ADS_1


Semua guru-guru di sekolah sudah tau bagaimana kenakalan putra nyonya Yenti.


__ADS_2