Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 60


__ADS_3

Kinar pergi menuju ke ruangan Rangga, dengan di antar Frans. ketika berada di lift.


Kinar ingin memukul dan menendang Frans, namun dirinya tidak berani melakukannya. walaupun ia menguasai beberapa ilmu bela diri tapi nyalinya menciut mengingat kejadian tadi di bawah. Kinar tidak berani melawan laki-laki yang tidak berpesaraan, dan tidak memiliki belas kasihan seperti Frans.


Kinar berdiri di belakang Frans. Kinar terus menatap Frans.


Aku penasaran, bagaimana kalau dia memiliki pasangan nanti ya, apa dia akan memukulnya atau membunuhnya karna suatu kesalahan kecil.


Kinar menggoyangkan kepalanya ketika ia mengingat sikap Frans ke pasangannya nanti.


Pintu lift terbuka, namun Frans tak beranjak pergi. ia mengatakan sesuatu ke Kinar.


"Berhenti memikirkan yang tidak-tidak nona"


"Siapa yang memikirkan yang tidak-tidak" ucap Kinar dengan mengela


Kenapa dia tau kalau aku sedang memikirkannya yang tidak-tidak, apa dia memiliki Indra ke enam yang bisa mendengarkan isi hati dan isi pikiran orang lain. udahlah Kinar kamu tidak perlu berurusan dengan laki-laki jahat seperti dia.


Rangga yang berada di dalam ruangannya mendengar sentakan langkah seseorang yang datang, ia bergegas merapikan jasnya, mencari model duduknya yang nyaman agar terlihat keren.


"Kenapa aku menjadi gugup seperti ini, dan berhentilah berdetak seperti itu, kamu seperti di kejar hantu tau" ucap Rangga dengan menunjuk dada bidangnya.


Kinar masuk kedalam ruangan Rangga dengan Frans membukakan pintu.


Rangga yang melihat Kinar ia langsung berdiri dari tempat duduknya


"Kamu sudah datang," ucap Rangga dengan berjalan ke sofa.


Kenapa sih ini laki, udah tau aku datang masih di tanya kamu sudah datang.


Kinar menatap Frans yang masih berdiri tepat di belakang Rangga.


"Kamu masak apa hari ini?" tanya Rangga dengan menatap rantang yang di bawah Kinar.


"Oh iya aku memasak masakan kesukaan kamu" jawab Kinar dengan membuka rantang dan memisahkan rantang satu persatu.


Rangga menatap Kinar yang sesekali menatap Frans, Rangga mengalihkan pandangannya ke arah Frans.


"Kamu terganggu dengan dia berada di sini?" tanya Rangga dengan menunjuk Frans


"Iya, aku merasa sedikit tidak nyaman"


"Baiklah, Frans kamu bisa keluar skarang" perintah Rangga agar Frans keluar dari ruangan.


Setelah perginya Frans, Rangga terus menatap Kinar sehingga membuat dirinya tidak bisa menahan untuk tidak mencium bibir istrinya.


"Apa yang kamu lakukan, ini kantor Rangga"

__ADS_1


"Aku bosnya, aku aturan yang harus mereka dengar jadi terserah aku. apa yang aku lakukan" ucap Rangga dengan mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan pundaknya.


"Oh iya satu lagi, mulai sekarang kamu harus memanggilku sayang di manapun" ucap Rangga dengan terus memasukan makanan di dalam mulutnya.


"Hmmmm" jawab Kinar


"Jawab dengan benar, apa kamu mau aku melakukannya di sini" ancam Rangga.


"Baik, mulai hari ini aku akan memanggil dengan kalimat itu"


"Aku ingin kamu memanggilku dengan panggilan itu sekarang"


"Tapi kan kita sedang makan"


"Aku bilang sekarang ya sekarang"


Kinar mengunyah dengan kasar makanan yang ada di dalam mulutnya. ia kesal dengan sikap Rangga yang selalu memaksa dan mengancam dirinya.


"Hati-hati, jangan sampai kau menggigit bibirmu sendiri saat makan seperti ini"


Kinar berbatuk dengan mengatur suasana hatinya yang kesal.


"Baik sayang aku akan hati-hati"


"Katakan dengan baik tanpa ada paksaan dan kekesalan"


"Cepat habiskan makananmu"


"Baik sayang, bagaimana makanannya sayang?" tanya Kinar dengan selembut mungkin.


"Enak sayang, tapi aku merasa ini lebih enak dari makanan di restaurant, karna ini ada bumbu-bumbu cinta dari kamu"


Kenapa dia lebay seperti ini, tidak seperti dirinya yang tidak punya hati. apa ini sikap aslinya yang super duper lebay ya.


"Aku bilang makan, habiskan makananmu. bukan bermain-main dengan pikiranmu yang aneh itu" ucap Rangga dengan selesai makan.


"Sayang kamu bisa menambahnya lagi" ucap Kinar dengan berusaha menambah makanan ke piring Rangga.


"Aku sudah kenyang"


"Oh iya sayang"


"cepat habiskan makananmu"


Kinar menghabiskan makanannya, setelah itu ia merapikan rantang yang ia bawah.


Ketika selesai Rangga menyuruh Kinar pindah di sebelahnya.

__ADS_1


"Pindah kemari" ucap Rangga dengan menepuk-nepuk sofa di dekatnya


"Di sini saja sayang" ucap Kinar dengan menolak. ia mulai merasakan sesuatu yang begitu tidak bagus jika ia duduk di dekat Rangga.


"Aku bilang ke sini, ya kesini sayang" dengan tatapan yang tak terbaca kan.


Kinar pindah duduk tepat di dekat Rangga. Rangga mulai memainkan rambut milik Kinar, menyisir dengan jari-jarinya. dan Ranggapun mulai mencium Daun telinga milik istrinya.


"Sayang hentikan, ini kantor dan kita juga baru menyelesaikan makan siang"


"Tapi aku masih ingin memakanmu sayang" bisik Rangga


Apa!! apa dia belum puas melakukannya di rumah bahkan aku saja sudah tidak sanggup, dan apa ini dia malah ingin memakanku yang tandannya ingin melakukannya lagi.


"Sayang nanti Frans masuk melihat kita"


"Biarkan saja dia, dia adalah robot" ucap Rangga dengan bibirnya masih menempel di daun telinga Kinar.


Frans masuk dan melihat tuannya sedang memeluk istrinya sambil menciumnya.


Frans langsung menundukkan kepalanya dan meminta maaf.


"Maaf tuan"


"Ada apa Frans?"


"Tuan harus segera menandatangani semua berkas ini tuan" jawab Frans


"Baiklah letakan di atas meja" ucap Rangga dengan berdiri menuju ke meja kerjanya.


"Kamu harus tunggu di sini" Rangga memberikan perintah ke Kinar agar tidak kemana-mana.


Lima menit Rangga menyelesaikannya, dan menyuruh Frans keluar. namun sebelum Frans benar-benar keluar dari ruangannya, ia memerintahkan ke Frans.


"Jangan izinkan siapapun masuk ke ruangan ini, termasuk kamu gak bisa masuk" perintah Rangga ke Frans


Apa yang akan ia lakukan dengan melarang mereka masuk ke ruangan ini, jangan aneh-aneh Rangga. aku masih lelah ini.


Rangga mendekati Kinar ia duduk di dekat Kinar namun ia langsung mengangkat dan memindahkan Kinar kepangkuannya.


"Sayang jangan melakukannya, aku sudah tidak kuat lagi"


Namun Rangga hanya tersenyum dengan mulai mencium bibir istrinya, Kinar yang tak berdaya mengikuti apa yang Rangga lakukan, walaupun ia bermohon agar Rangga tidak melakukannya tapi percuma.


Saat ini Rangga sudah menggendong Kinar masuk keruangan khusus Rangga beristirahat yang ada di ruangannya itu. ia menjatuhkan istrinya di atas tempat tidur.


Kinar mulai memundurkan tubuhnya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Namun Rangga menarik kakinya dan mulai mendekatnya yang saat ini Rangga berada di atas tubuh istrinya.

__ADS_1


Rangga mulai menyusuri wajah, dan leher istrinya sambil melepaskan kancing baju dirinya satu persatu, Kinar mengeluarkan suara desahan ketika Rangga membuat stempel kepemilikan di leher istrinya. saat itu mereka melakukannya lagi.


__ADS_2