Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 84


__ADS_3

Rangga dan Kinar terkejut melihat siapa yang datang, Berly yang melihat kemesraan Rangga dan Kinar, ia mengepalkan tangan, perasaannya untuk Rangga masih ada sehingga melihat pun ia merasa sakit.


Kinar yang selalu ramah dengan siapapun termasuk Berly saat ini. Kinar menyuruh Berly untuk masuk walaupun Rangga menatap Kinar.


Kinar hanya tersenyum menatap suaminya.


"Ada apa Berly kamu datang kemari?"


"Maaf kalau sudah mengganggu kalian"


"Gak apa-apa"


"Aku datang kemari meminta bantuan ke Rangga untuk menemukan Deri."


"Ada apa dengan Deri?"


"Aku dan dia bertengkar, sampai saat ini Deri tak ada kabar" ucap Berly dengan merasa sedih


Rangga terlihat seperti gak suka melihat Berly yang menangis. Kinar yang menatap suaminya, ia memegang lengan suaminya.


"Kamu tau apa yang di lakukan Deri selama ini?"


Berly dan Kinar menatap Rangga, mereka tidak tau apa yang di lakukan Deri. bahkan Kinar tak mengetahui bahwa Deri lah yang mencoba membunuhnya.


"Sayang! apa maksud kamu?"


Rangga menatap istrinya dengan mengenggam tangan istrinya. lalu menatap Berly.


"Deri sekarang hidup sebagai pembunuh, dia berani berniat membunuh istriku, dan kamu tau itu semua ia lakukan karna siapa" ucap Rangga dengan membentak dan marah


Berly menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak percaya jika Deri sampai melakukannya.


"Kamu tau siapa yang menjadikannya seperti itu"


"Gak mungkin dia melakukannya"


"Semua itu terjadi karna kamu, karna kamu Berly. kamu sudah membuat orang baik menjadi jahat hanya agar kamu melihatnya sebagai pria, sebagai seseorang yang peduli padamu" teriak Rangga marah sambil menunjuk Berly.


"Sayang.." panggil Kinar dengan mencoba meredahkan amarah Rangga dengan cara memeluknya.


"Dan apakah kamu tau, bahkan nyawanya pun melayang ia tidak peduli, semua itu karna kamu"


Berly menangis mendengar apa yang Rangga katakan, Rangga yang ingin Berly tidak memperalat Deri lagi, dan melihat bagaimana tulusnya Deri padanya. Rangga memberikan rekaman pengakuan Deri yang akan melakukan apapun demi seorang Berly.


Berly melihat dalam video itu bagaimana Deri berbicara dengan wajah yang sudah babak belur dan tak berdaya.


Kinar terkejut ia tidak menyangka banyak hal yang terjadi di belakangnya.


Berly berlutut di hadapan Rangga dan Kinar agar mereka membawanya bertemu dengan Deri. ia mengatupkan kedua tangannya sambil menangis.


Kinar yang tidak tega melihatnya, ia menuntun Berly untuk duduk di kursi lagi.


Kinar menatap suaminya, ia mendekati suaminya.


"Sayang..." panggil Kinar sambil tersenyum dengan wajah memohon.


Rangga merangkul istrinya dan mencium dahi istrinya. ( marah pun Rangga masih sempatnya mencium dahi istrinya. astaga benar-benar kebucinan gak ketulungan.)


"Baiklah kamu ikutlah, aku akan membawahmu ke Deri, dan kamu juga ikut bersamaku"

__ADS_1


"kamu aja pergi dengan Berly"


"Sayang.."


"Baiklah, bentar aku siap-siap dulu"


Rangga dan Kinar masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian mereka, setelah selesai mereka menuju ke tempat penyekapan Deri.


Berly merasa merinding melihat aura gedung itu, ia takut tapi dirinya ingin melihat dan bertemu dengan Deri.


"Kamu datang juga Rangga" ucap Deri yang duduk bersandarkan di tembok.


"Cih, dasar"


"Aku tau kamu akan selalu menjengukku" ucap Deri lalu pandangannya terhenti ke arah Kinar.


"Hay nyonya Rangga Wijaya, apakah sekarang kamu bahagia dengan melihat orang lain menderita"


"Diam kamu Deri, istriku tidak ada sangkut pautnya dengan ini"


"Benarkah? tapi aku merasakannya"


"Sialan kamu" ucap Rangga dengan emosi dengan melayangkan pukulannya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan"


"Aku memberikan pelajaran padanya"


Kinar mendekati Deri, ia mensejajarkan tingginya dengan Deri.


"Aku membawakan seseorang buatmu, dia menangis dengan berlutut di hadapanku dan juga suamiku" ucap Kinar dengan tersenyum


Kinar menatap ke arah pintu masuk, ia menyuruh salah satu pengawal membawahnya masuk.


Berly masuk dengan mata yang sudah membengkak wajah melembab.


Deri menjadi kaku melihat wanita yang ia cintai datang di tempat ia di sekap. Berly berjalan mendekati Deri.


"Kenapa kamu seperti ini Deri?" tanya Berly dengan menatap Deri.


"Kamu sedang apa di sini, pergilah tempat ini sangat berbahaya"


"Tapi sayang dia sudah masuk ke sini kemungkinan dia akan menggantikan posisi kamu di sini Deri" ucap Kinar


"Dasar wanita sialan" ucap Deri dengan mencoba bangun mendekati Kinar.


"Stop Deri, kamu tidak perlu marah ke mereka, aku yang memintanya sendiri untuk datang kemari"


"Aku mohon pergilah Berly, aku tidak ingin kamu kenapa-napa" ucap Deri sambil memegang kedua pipi Berly.


Berly menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak mau meninggalkan Deri sendirian. Berly mendekati Kinar dan juga Rangga berlutut memohon agar Deri di bebaskan


"Aku mohon bebaskan dia" ucap Berly memohon


"Apa yang kamu lakukan Berly, berdirilah" teriak Deri


"Gak Deri, aku harus memohon agar mereka melepaskanmu"


Deri mencoba mendekati Berly walaupun ia tidak berdaya untuk bergerak.

__ADS_1


"Hentikan berly aku mohon"


"Apa kamu bodoh, apa kamu tidak memikirkan dirimu sendiri"


"Aku tidak peduli, asalkan kamu bahagia"


"Bodoh kamu Deri"


Berly menatap Rangga dan Kinar memohon agar mereka melepaskan Deri.


"Yang di lakukan Deri sangatlah fatal Berly, ia mencoba membunuh istriku beberapa kali"


"Aku mohon Rangga" ucap Berly dengan menangis


Kinar menatap suaminya.


"Sayang.."


"Hmmm"


"Apakah kamu mencintaiku"


"Aku sudah mengatakannya bahwa aku sangat memcintaimu"


"Jika kamu mencintaiku, bebaskan mereka demi aku"


"Tapi sayang, mereka hampir membunuhmu"


"Apa yang kmu lihat sekarang?"


"Aku melihatnya bahwa istri cantik sehingga membuatku ingin memakanmu (Dasar, Rangga malah ngelawak)


"Aku serius sayang"


"Baiklah, apapun keputusanmu aku akan menyetujuinya, tapi ada syaratnya"


"Iya syarat apapun aku menyetujuinya" ucap Kinar menerima syarat Rangga padanya tanpa mendengarkannya.


"Istriku yang akan memberikan keputusannya, kalian lihatkan orang yang ingin kalian bunuh, memaafkan kalian dan tak menyimpan dendam buat kalian" ucap Rangga dengan kesal


"Aku akan membebaskan kalian, tapi sebagai jaminannya apa. aku gak tau kapan saja kalian akan membunuhku"


"Aku janji akan pergi jauh bersama dengan Deri, kita tidak akan mengganggu kalian lagi."


Kinar membebaskan mereka dengan Berly dan Deri pergi meninggalkan kota A, untuk memulai kehidupan mereka berdua.


Berly menuntun Deri berdiri dan mengajaknya pergi meninggalkan tempat yang Deri tinggali beberapa hari.


Berly menangis sampai kedalam mobil melihat pengorbanan dan cinta Deri yang begitu besar, tapi ia tidak pernah meliriknya. Berly mengabaikannya hanya untuk mencari kebahagiaannya sendiri.


Deri yang melihat Berly menangis ia mengusap air matanya.


"Jangan menangis seperti itu, nanti wajah cantikmu akan hilang"


Berly tertawa sambil menangis melihat Deri.


"Maafkan aku yang begitu bodoh mengabaikanmu" ucap Berly dengan masih menangis.


Deri memeluk Berly, iya mencium kepala Berly.

__ADS_1


__ADS_2