Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 105


__ADS_3

Setelah seminggu di rawat di rumah sakit, Hari ini Kinar mendapatkan izin keluar dari rumah sakit oleh kakeknya dan mertuanya. mereka ingin Kinar benar-benar pulih dan sehat.


Rangga sudah menyiapkan kamar untuk kedua putranya, dan di lengkapi dengan banyaknya mainan. Kinar yang melihat kamar kedua putranya itu terkejut,


"Sayang, apakah mainan ini tidak terlalu banyak?"


"Gak sayang, ini hanya sebagian saja aku sudah memesan mainan lainnya"


"Apa? " Kinar terkejut dengan apa yang di ucapkan suaminya.


"Kamu tau gak sayang, anak-anak kita itu masih kecil bahkan berbicarapun mereka masih dalam belajar"


"Iya aku tau, tapi kamu tenang saja mainannya di kirim ketika mereka sudah berumur 4 tahun nanti"


"Itu terlalu lama sayang, bisa-bisa mainannya ketinggalan zaman"


"Kamu tenang saja sayang, biarkan ini menjadi urusanku" ucap Rangga dengan merangkul istrinya.


Gavin dan Aditia sedang tidur dengan habis di mandikan oleh nenek mereka. dengan apa yang terjadi beberapa bulan lalu, penjagaan rumah Rangga semakin ketat bahkan baby sister nya adalah orang-orang yang terpilih dan sudah terlatih. mereka adalah pilihan tuan Robert.


Gavin merupakan putra sulung yang terlahir lebih dulu, dan ia juga merupakan anak yang tidak rewel berbeda dengan Aditia yang selalu rewel ketika di mandikan, di susui ataupun di tidurkan.


Kinar menikmati hidupnya sebagai seorang ibu dengan merawat kedua putranya di bantu oleh ibunya dan mertuanya dan juga di bantu oleh baby sister. Selama merawat kedua putranya Rangga mengambil ahli perusahaannya. Rangga tidak ingin Kinar memikirkan pekerjaannya dan terlalu capek, sehingga ia mengambil ahli sementara waktu sampai kedua putranya sudah besar.


Anand dan tuan Robert sesekali melihat Gavin dan Aditia. selain datang melihat mereka selalu membawakan hadiah untuk mereka berdua yaitu mainan. Tuan Robert selalu bermain dengan mereka berdua ketika datang. sedangkan Anand lebih menghabiskan waktunya dengan ponakannya.

__ADS_1


Bagi Anand, Kinar adalah ponakannya yang begitu ia sayangi, bahkan Rangga selalu di beri peringatan jika berani menyakiti Kinar, maka habislah dia.


Tuan Robert lebih suka bermain dengan Aditia yang selalu tertawa, berbeda dengan Gavin yang hanya diam saja. semua orang menyerah jika membujuk Gavin agar tersenyum. putra sulung Kinar dan Rangga itu sangatlah sulit melihatnya tersenyum, ia tersenyum ketika bersama dengan kinar saja.


Setiap hari sudut ruangan rumah Kinar dan Rangga di penuhi suara tangisan bayi dan juga suara bayi sedang tertawa. suara Aditia begitu nyaring ketika ia tertawa dan juga menangis.


Setiap pagi Kinar selalu menyiapkan keperluan suaminya, dari pakaian, sepatu, tas kantor dan juga sarapan. dan tak lupa kiss pagi untuk suaminya. walaupun Kinar sibuk mengurus kedua putranya tapi ia menyempatkan dirinya mengurus sang suami.


Waktu terus berlalu pertumbuhan Gavin dan Aditia terus bertambah, dengan bertambahnya usia Gavin dan Aditia semakin terlihat aktif.


Beberapa hari lagi Gavin dan Aditia berusia 1 tahun, Rangga menyiapkan sebuah acara ulang tahun yang begitu mewah untuk kedua putra kembarnya.


Kinar mencoba membujuk Rangga agar membuat acara ulang tahun mereka tidak terlalu mewah, Kinar takut dengan kemewahan malah akan mengundang orang-orang berbuat jahat. ia terus membujuk suaminya, Rangga. tapi semua itu gagal karna Rangga tetap akan membuatkan pesta mewah untuk kedua putranya.


Tak terasa besok adalah hari kelahiran kedua putra mereka, Rangga dan Kinar begitu bahagia. mereka mengajak kedua putra mereka tidur bersama malam ini. Kinar ingin mengucapkan doa untuk kedua putranya malam nanti. ia tidak ingin melewatinya.


"Selamat bertambah usia jagoan mommy dan Daddy, mommy berharap kelak kalian menjadi anak baik, saling menyayangi dan saling membantu satu sama lain" ucap Kinar yang mengingat dirinya dan juga Rangga merupakan anak tunggal dari keluarganya.


Kinar tidak bisa lari dari apa yang ada di keluarganya yang merupakan bagian dari mafia, ia hanya bisa berharap kelak mereka akan menjadi anak yang baik dan bertanggung jawab.


Rangga yang melihat wajah istrinya berubah, ia langsung memeluk istrinya.


"Jangan berfikir yang macem-macem, ingat Gavin dan Aditia adalah anak-anak yang bertanggung jawab dan baik" ucap Rangga dengan mencoba menenangkan Kinar.


Kinar hanya takut jika besar nanti mereka akan mengikuti kakeknya, tuan Robert.

__ADS_1


Malam itu Kinar dan Rangga menghabiskan waktu mengobrol, Rangga terus menenangkan pikiran istrinya agar tidak memikirkan sesuatu yang belum terjadi.


"Kamu tenanglah, buanglah semua pikiran kamu tentang kedua putra kita sayang"


"Hmmm, aku percaya kepada Gavin dan Aditia kalau mereka akan menjadi anak yang baik, dan berbakti" ucap Kinar dengan memeluk suaminya sambil meletakan wajahnya di dada bidang Rangga.


Malam itu Rangga dan Kinar kembali tidur setelah memberikan ucapan selamat hari lahir, dan doa untuk kedua putra mereka. tepat pukul setengah 6 Kinar terbangun sedangkan suaminya bangun lebih dulu dengan menggendong Aditia yang sudah bangun. Gavin tidur di sebelah Kinar dengan memeluknya, melingkarkan tangannya di leher Kinar.


Rangga melihat pemandangan putra sulungnya dan istrinya tersenyum, ia begitu bahagia melihat ibu dan anak saling berpelukan. Rangga pun ikut bahagia dengan ia memeluk Aditia dan mencium pipi Aditia.


Kinar tersenyum menatap Gavin yang sedang memeluknya, Kinar mencoba melepaskan pelukan Gavin, karna ia harus menyiapkan semua keperluan mereka sore nanti.


Kinar memeriksa satu persatu, ia tidak ingin yang lainnya terlewati sehingga membuat acara kedua putranya nanti akan kacau. ia ingin pesta untuk kedua putranya terlihat baik-baik saja dan berjalan lancar agar acara ini membawa dampak yang baik untuk Gavin dan Aditia.


Waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, Kinar dan juga kedua baby sister nya sibuk membantu kinar mengganti pakaian dan mendadani Gavin dan juga Aditia. agar terlihat lebih memukau dan tampan.


Rangga, ayahnya dan juga ayah mertuanya menyambut para tamu yang datang ke acara Gavin dan Aditia, semua orang terkagum melihat gedung yang sudah di dekorasi dengan bagus dan menarik. acara hari ulang tahun Gavin dan Aditia 1 tahun membuat semua orang memuji gedung itu. dan banyak orang begitu iri dengan keluarga Rangga. merekapun membicarakan kalau anak-anak Rangga sangatlah beruntung lahir dari keluarga kaya.


Sebelum Gavin dan Aditia datang, semua pengawal sudah siaga untuk menjaga tuan kecil mereka. semua pengawal adalah rekomendasi dari tuan Robert yang terlihat begitu sangat menakutkan. bahkan pelayan di pesta itu tuan Robert mengambilnya dari pelayan yang ia miliki.


Tuan Robert begitu menjaga keamanan kedua cucunya, ia tidak ingin cucunya Gavin dan juga Aditia tergores sedikitpun. bahkan beberapa orang yang membicarakan kedua cucunya. tuan Robert langsung mengingatkan mereka kalau cucunya bukanlah topik untuk perbincangan oleh orang-orang.


Tuan rumah yang mereka tunggu-tunggu akhirnya telah datang dengan setelan jas dan das berbentuk kupu-kupu. Gavin dan Aditia berjalan bersama dengan Rangga dan Kinar dan tak lupa juga dengan beberapa pengawal di belakang mereka.


Dengan kedatangan Gavin dan juga Aditia, acara ulang tahun mereka di mulai. pesta itu terlihat begitu mewah, sore itu keluarga Rangga melarang para wartawan datang dan menayangkan pesta kedua putranya di sosial media, dan surat kabar.

__ADS_1


Rangga dan Kinar masih menyembunyikan identitas kedua putranya dari publik, mereka tidak ingin Gavin dan Aditia menjadi incaran orang-orang yang melakukan hal jahat.


Mereka mengundang para tamu hanyalah rekan-rekan bisnis, kerabat dan juga keluarga saja, namun para tamu masuk tidaklah gampang mereka harus menggunakan sidik jari jempol mereka dengan mengabsen diri mereka, dan semua para tamu yang datang di larang mengambil gambar kedua putra mereka yaitu Gavin dan juga Aditia,


__ADS_2