Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 73


__ADS_3

Kini Kinar sudah bisa beraktivitas lagi walaupun perhatian dari suaminya yang begitu takut Kinar kenapa-napa terus berlanjut. setiap menit, jam, Rangga menghubungi Kinar.


Hari ini Kinar akan pergi melihat hotel miliknya yang belum sempat ia lihat dari dirinya kecelakaan. Kinar pergi dengan di jemput oleh Anand.


"Paman.."


"Hmmm"


"Apakah paman secepatnya akan kembali ke kota C? "


"hmmm"


Kinar menatap pamannya dengan begitu kesal, karna Anand menjawab singkat pertanyaanya.


"Paamaan, bisa gak jawabnya agak sedikit panjang"


"Iya nanti paman jawab dengan sedikit panjang"


"Huft, dasar paman kulkas"


"Kamu ngomong apa tadi Kinar?"


"Gak, Kinar gak ngomong apa-apa koq paman"


Anand tersenyum dengan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keponakannya yang lucu, sehingga Anand mencubit pipi kanan milik Kinar.


"Aauu, sakit paman" ucap Kinar dengan meringis sedikit karna sakit.


Sesampainya di hotel, Kinar dan Anand berkeliling melihat, semua sudah beres 100% hanya tinggal meresmikannya saja, dan yang memutuskan kapan peresmian di buka KNR Hotel hanyalah Kinar.


"Wuaaa paman, akhirnya Kinar bisa membangun hotel ini"


"Hmmm, kapan kamu akan mengadakan acara peresmiannya?"


"Mungkin dua hari lagi paman"

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, paman masih bisa menghadiri dan menemanimu di acara nanti"


Kinar tersenyum menatap pamannya, lalu ia memeluk Anand dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ponakan kecilku yang selalu gemesin, jangan menangis nanti kamu akan paman panggil bayi kecil"


"Apaan si paman, Kinar itu udah gede dan udah punya suami"


"Ya, ya, yaa"


Kinar tertawa bahagia, Anandpun tersenyum melihat Kinar begitu bahagia.


*****


Rangga menyelesaikan semua pekerjaan kantornya, ia sedikit frustasi melihat beberapa pemegang saham berhenti untuk kerja sama dengan perusahaannya. namun Rangga mencoba tenang agar tidak diketahui oleh orang tuanya dan juga istrinya.


Frans memperlihatkan sebuah bukti bahwa dalang semua ini adalah pendiri kampus, dia mencoba menghasut semua pemegang saham dengan beralasan Rangga dan sekretarisnya bukanlah contoh yang baik sebagai pemimpin. karna mereka berani main tangan pada staff mereka. sehingga membuat pemegang saham menghentikan kontrak kerjasamanya dengan perusahaan milik Rangga.


"Kita harus mencari kolega yang siap bekerja sama tuan, jika tidak kemungkinan perusahaan ini akan jatuh"


"Kamu punya solusi Frans tentang kolega yang kamu maksud itu ?"


"Kenapa?"


"Pemilik perusahaan beatiful sering keluar kota tuan, sehingga membuat orang-orang sulit menemuinya"


Rangga memegang dagunya dengan terus berfikir ketika mendengar penjelasan dari sekretarisnya


"Kita akan coba Frans, kamu atur kapan kita akan kesana bertemu dengannya"


"Baik tuan"


Rangga sedang berdiskusi dengan sekretarisnya tiba-tiba seseorang datang dengan mengetuk pintu ruangannya. Rangga dan Frans saling bertatapan lalu Rangga mempersilahkan masuk.


"Apa kabar tuan Rangga?" sapanya

__ADS_1


Frans yang melihatnya ingin rasanya Frans menonjok wajah pria separuh baya itu.


"Seperti anda lihat, kalau saya baik-baik saja" jawab Rangga dengan sesantai mungkin.


"Aku datang kemari hanya ingin memberikan undangan perayaan kelulusan untuk putriku"


Setelah memberitahunya pria separuh baya itu langsung pamit tapi tiba-tiba langkahnya terhenti.


"Saya harap anda akan datang tuan Rangga, besok adalah penentuan keberuntungan" ucapnya dengan tersenyum licik, lalu meninggalkan ruangan Rangga.


Dengan rasa kesalnya Frans memukul meja kerja milik Rangga, Rangga terkejut dengan apa yang di lakukan sekretarisnya.


"Aku tau kamu lagi kesal Frans tapi kamu harus mengontrol emosimu"


Rangga tau Frans begitu kesal ketika melihat pria separuh baya yang datang adalah pendiri kampus, yang saat ini dalang perusahaan Rangga terombang ambing.


"Kita ikuti permainannya Frans, tapi kita harus berusaha agar bisa bertemu dengan pemilik perusahaan beatiful itu"


"Baik tuan"


*****


"Papaaa" panggil Helena dengan mendekati pendiri kampus yang baru saja sampai


"Ada apa? kelihatannya kamu bahagia"


"Gimana pa, kak Rangga akan datang kan?"


"Dia pasti akan datang karna saat ini hanya kita yang bisa membantu perusahaannya"


"Aku gak sabar pa, nunggu hari esok"


"Udahlah, kamu istrahat saja, besok adalah hari bahagiamu"


"Makasih pa" ucap Helena penuh bahagia dengan mencium pipi pendiri kampus.

__ADS_1


Helena pergi ke kamarnya dengan berlari penuh kebahagiaan, ia tidak sabar menunggu acara besok nanti. ia akan mengumumkan ke semua orang bahwa dirinya dan Rangga akan segera bertunangan.


"Akhirnya kamu akan menjadi milikku kak Rangga" ucap Helena dengan menatap foto Rangga yang di genggamnya.


__ADS_2