Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 63


__ADS_3

Kinar merasa lega melihat kedua orang tuanya bahagia, dan menerima hadiah darinya. sudah saatnya Kinar pamit pulang. ia tidak ingin Rangga khawatir karna dirinya belum sampai di rumah. Kinar pamit ke orang tuanya.


"Ayah, ibu Kinar pamit dulu, nanti Kinar akan datang lagi kemari" pamit Kinar dan di antarkan oleh kedua orang tuanya menuju ke taksi.


Kinar menatap kedua orang tuanya sambil melambaikan tangannya dan tersenyum, lambaian tangan Kinar di balas oleh kedua orang tuanya sambil tersenyum.


Ketika Kinar berjalan menyebrangi jalan menuju ke arah taksi, sebuah mobil berwarna hitam melaju ke arah Kinar. Kinar terdiam dan menatap mobil itu.


Kinar tidak bisa melakukan apa-apa ketika mobil hitam sudah berada di dekatnya.


Bu Yati yang melihatnya, ia berlarian menghampiri Kinar begitupun dengan Bram, namun mereka terlambat. mobil hitam itu menabrak Kinar tepat di depan kedua orang tuanya. Bu Yati berteriak memanggil nama putrinya.


Bram dan Bu Yati menghampiri putrinya dengan Bu Yati mengangkat kepala putrinya ke pangkuannya sambil menangis. Bram sibuk menelfon ambulance dengan tubuh yang gemetar dan mata berkaca-kaca.


Mereka telah sampai di rumah sakit, para dokter menangani Kinar. Bram dan Bu Yati mondar mandir di depan pintu ruangan yang sedang menangani Kinar.


Dalam perjalanan Rangga terlihat begitu gusar, bahkan ia sering meneriaki Frans agar melajukan mobilnya, walaupun mobilnya sudah melaju diatas rata-rata tapi bagi Rangga mobilnya belum melaju.

__ADS_1


Rangga telah sampai di rumah sakit, ia berlari mencari ruangan istrinya. ketika ia menemukannya Rangga memaksa masuk kedalam ruangan namun Rangga di larang masuk.


Setelah memberikan pertolongan pertama, Kinar di bawah masuk ke ruangan operasi, karna saat ini Kinar banyak mengeluarkan darah.


Rangga menangis melihat istrinya yang tak sadarkan diri. ia menarik rambutnya dengan terus mondar mandir di depan pintu ruang operasi.


Sayang kamu harus kuat demi aku, kamu harus sadar, jangan meninggalkanku seperti ini, aku mohon padamu bertahanlah.


Frans mulai menghubungi orang-orangnya untuk mencari tau mobil yang menabrak Kinar.


Dalam rumah sakit semua sudah berkumpul bahkan kedua orang tua Rangga, dan kedua orang tua Kinar. Anand pun hadir bahkan sahabat-sahabatnya Lia dan Kinar berada di rumah sakit menunggu operasi Kinar selesai.


Walaupun terlihat mulai menua namun auranya masih terlihat begitu menawan.


"Papa..." ucap Anand dan Bram bersamaan


Pria itu adalah orang tua Bram dan Anand, seorang kakek buat Kinar. Tuan Robert datang ketika mendengar cucuk semata wayangnya terluka, ia bergegas terbang dengan jet pribadinya menuju ke kota A.

__ADS_1


Handphone Anand berdering, Setelah menerima telfon Anand pergi meninggalkan Rumah Sakit, ia pergi ke tempat di mana tempat itu hanya dirinya dan orang-orangnya yang tau dan salah satu orang yang mengetahuinya selain dirinya adalah keponakannya yaitu Kinar yang sedang terbaring di rumah sakit.


Anand menatap pria yang sudah berlumuran darah, ia memasang sebatang rokoknya dan menghisapnya dengan mulai mengintrogasi pria yang terlihat menatapnya.


Anand menarik nafasnya dengan kesal, lalu ia berteriak sambil menendang pria itu.


"Kamu punya masalah apa dengan Kinar?" tanya Anand dengan berteriak.


Pria itu terlihat ketakutan ketika melihat wajah Anand yang tadinya baik-baik saja sekarang menjadi singa yang marah yang sudah siap menerkam mangsanya.


Anand menginjak tangan pria yang menabrak Kinar, lalu mematahkan tangannya lagi.


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu melukainya?" teriak Anand lagi


Pria itu mengatakan seseorang yang menyuruhnya, ia mendapatkan bayaran asal dengan melukai Kinar.


Pria itu terkejut ketika melihat ternyata wanita yang ia lukai bukanlah wanita sembarang. dari dirinya di sekap ia bisa melihat Jika Kinar adalah orang yang banyak pelindungnya.

__ADS_1


Pria itu memohon agar di maafkan, tapi Anand tidak memaafkannya. Anand mulai menyiksa pria itu dengan mematahkan kedua tangannya, Anand membunuhnya dengan perlahan.


__ADS_2