Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 43


__ADS_3

Rangga sedang mengadakan pertemuan dengan pemegang saham di ruangannya, dan Frans mencoba menghalangi Berly agar tidak masuk ke dalam ruangan Rangga, namun Berly bersikeras untuk masuk kedalam.


Sehingga terdengar ke dalam ruangan Rangga ada keributan di luar ruangannya, namun Rangga tetap meneruskan pertemuannya dengan pemegang saham,


Tapi tiba-tiba Berly berhasil menerobos masuk ke dalam ruangan dan langsung memeluk Rangga.


"Apa yang kamu lakukan Berly?" tanya Rangga dengan wajah malu


"Aku kangen sama kamu, aku ingin ketemu dengan kamu" jawab Berly


"Berly lepaskan, aku sedang ada pertemuan penting"


"Aku ingin dekat dengan kamu, aku tidak mau keluar"


"Berly mengertilah, aku sedang ada pertemuan" ucap Rangga dengan suara berbisik


Orang-orang yang berada di ruangan Rangga menatap Rangga dan Berly, yang sedang berpelukan di depan mereka. yang saat ini mereka berjumlah 3 orang. salah satu pemegam saham terkejut melihat wanita yang memeluk Rangga.


salah satu di antara mereka adalah tamu undangan di pernikahan Rangga dan Kinar, sehingga ia terkejut melihat wanita lain memeluk Rangga.


Rangga yang mulai kesal melihat sikap Berly yang semakin menjadi-jadi, Rangga memberi isyarat ke Frans agar membawa Berly keluar.


Berly tidak melepaskan pelukannya, sehingga Rangga mengakhiri pertemuannya.


Setelah pemegang saham keluar dari ruangannya, Rangga marah besar ke Frans.


Rangga marah ke Frans yang tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik.


Berly tersenyum ketika melihat Rangga memarahi Frans, ia begitu bahagia melihat Rangga membelanya.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa mengurus satu orang saja, dan malah membuat pertemuan ini menjadi hancur"


Berly mencoba membujuk Rangga agar tidak mamarahi Frans.


"Sudahlah sayang, semua sudah terlanjur dan aku minta maaf karna sudah merusak pertemuanmu dengan mereka" ucap Berly dengan wajah bersalah


Rangga menatap Berly dengan penuh emosi. Rangga melepaskan tangan Berly yang memegang lengannya.


"Lepaskan aku, kamu bisa pergi meninggalkan aku dan Frans"


"Tapi sayang, aku masih ingin berada di dekat kamu"


"Aku bilang keluar, keluar Berly. jangan memancing aku marah"


"Kalau aku memancing kamu marah, kamu mau apa. kamu mau nampar aku" bentak Berly ke Rangga


"Aku kecewa dengan sikap kamu Berly" ucap Rangga dengan pergi keluar meninggalkan Berly


"Aku tidak ingin berdebat denganmu"


"Yang kecewa itu seharusnya aku bukan kamu, kamu berani mengkhianati aku dengan menikah wanita lain"


"Aku mengkhianati kamu, kamu yang mengkhianati aku Berly. dan membiarkan wanita lain masuk ke dalam kehidupanku"


"Aku memiliki alasan waktu aku meninggalkanmu, dan kamu seharusnya kamu menungguku bukan malah menikah dengan wanita lain"


"Sudahlah Berly, aku tidak ingin membahas masalah ini lagi"


"Kenapa kamu tidak ingin membahasnya, kenapa!" teriak. Berly

__ADS_1


"Cukup Berly" ucap Rangga dengan mencoba mengalah


"Kenap? apa wanita jalang itu sudah menggodamu dengan tubuhnya atau"


"Cukup Berly, Kinar bukan wanita seperti itu dan berhenti memanggilnya seperti itu"


"Kenapa! kamu gak suka Rangga, atau jangan-jangan kamu sudah tergoda dengan rayuannya? dasar wanita jalang berani-beraninya dia menggoda pasanganku apa gak cukup dia merebut kamu dari aku"


"Tutup mulutmu Berly"


"Kenapa kamu marah, apa jangan-jangan kamu mencintai dia Rangga ? jawab aku Rangga"


"Iya aku mencintai dia, bahkan di dalam pikiran dan hatiku hanya ada dia, jadi cukup menyebutnya seperti itu"


"Rangga, kamu benar-benar jahat Rangga. kamu mengkhianati janji yang pernah kita buat"


"Yang mengkhianati dan melanggar perjanjian di antar kita adalah kamu Berly bukan aku"


"Aku punya alasan melakukannya Rangga"


"Dan aku juga punya alasan melakukannya Berly"


"Alasanmu karna tergoda oleh wanita jalang, yang rela menjual dirinya demi uang" ucap Berly dengan melototkan matanya


"Diam Berly, sekali lagi kamu menyebut wanitaku seperti itu lagi jangan harap kamu bisa berada di kota ini"


Berly tercekam dengan air mata yang jatuh membasahi kedua pipinya ketika mendengar Rangga menyebutkan Kinar sebagai wanitanya.


"Mari kita akhiri semuanya Berly, dan kamu tidak perlu menemuiku atau menghubungi ku. berhentilah menggangguku karna saat ini aku sudah menikah, dan aku tidak ingin istriku terluka" ucap Rangga

__ADS_1


Rangga mengambil kunci mobilnya dan handphonenya di atas meja, Rangga pergi meninggalkan Berly setelah apa yang Rangga katakan.


Frans yang tengah berdiri di ruangan Rangga, yang sebagai saksi perdebatan di antara mereka. tersenyum bahagia ketika Rangga mengakui perasaannya bahwa ia mencintai istrinya, di hadapan Berly.


__ADS_2