Sebagai Wanita Pengganti

Sebagai Wanita Pengganti
Bab 110


__ADS_3

Kinar mencoba membujuk Aditia, namun Aditia terus menangis dan menyuruh Rangga membuatkan adik untuknya.


Aditia terus menyalahkan Rangga dengan menangis menurutnya Rangga telah membohonginya.


"Daddy bohongin Ditia mommy, hiks hiks" ucap Aditia dengan suara menangis


"Cup cup... udah ya sayang nanti kepala Aditia sakit" ucap Kinar dengan menggendong Aditia sambil mengelus belakang putranya.


Dari bawah terdengar suara teriakan nyonya Tika ketika mendengar suara berisik.


"Rangga..!! ada apa?" tanya nyonya Tika dengan berada di tangga sambil menatap kamar mereka.


Rangga turun dari tempat tidur dengan langsung mengambil Aditia dari gendongan Kinar.


"Sini sama Daddy"


"hiks.. gak mau, hiks" jawab Aditia dengan melepaskan tangan Rangga yang mencoba menggendongnya.


Rangga tidak ingin nyonya Tika tau apa yang membuat Aditia menangis, jika sampai dia tau, Rangga akan menerima Omelan selama satu hari satu malam.


Rangga terus membujuk Aditia sampai Aditia diam mendengar apa yang di katakan Rangga. Aditia menatap Rangga.


"Daddy gak bohong, malam ini kita pergi keluar. jalan-jalan ke pasar malam asal Aditia berhenti menangis"


"Daddy gak bohong lagi kan ?" tanya Aditia memastikan jika dirinya tak di bohongi oleh Rangga lagi


"Gak, kita akan pergi sekarang kalau Aditia gak nangis lagi"


"Aditia gak nangis lagi" jawab Aditia sambil mengusap air matanya.


Rangga tersenyum lalu mencium kepala putranya.


"Sekarang Aditia, Gavin dan mommy siap-siap ya, kita akan segera pergi jalan-jalan"


"Horeee..." teriak Aditia dengan tertawa bahagia.


Aditia melupakan apa yang sebelumnya terjadi tentang adik yang akan di buatkan Rangga. sekarang Aditia terlihat bahagia dengan ajakan Rangga.


Rangga merasa dirinya terselamatkan dari Omelan nyonya Tika. Rangga, Kinar dan juga kedua putra mereka dengan di gendong menuruni anak tangga. di lantai bawah nyonya Tika sedang berdiri dengan menatap mereka.


"Kalian mau kemana?" tanya nyonya Tika


"Rangga mau ngajak mereka jalan-jalan ke pasar malam, ma. sudah lama Rangga gak pergi keluar bersama dengan mereka" jawab Rangga dengan menatap ibunya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kinar dan juga kedua putranya.

__ADS_1


"Ya sudah, kalian pergilah tapi jangan pulang kemalaman Rangga, kasian mereka nanti masuk angin"


"Baik ma, Rangga hanya mengajak mereka sebentar aja koq"


"Nenek, ditia pamit dulu, ingat jaga rumah ya nek" ucap Aditia dengan meledek neneknya


"Dasar kamu ya, udah mulai memerintah nenek" ucap nyonya Tika dengan menggelitik cucunya, Aditia.


"Daaaahh... nenek" ucap Aditia dan juga Gavin sambil melambaikan tangan mereka.


Rangga dan keluarga kecilnya menikmati perjalanan mereka menuju ke pasar malam, Rangga memutarkan lagu anak-anak untuk kedua putranya. dan siapa sangka Aditia lebih keras suaranya mengikuti lagunya, sedangkan Gavin ia menyandarkan kepalanya di dada Kinar.


Rangga sengaja memutarkannya agar Aditia dan Gavin tidak tertidur saat dalam perjalanan.


"Daddy... leher ditia sakit" ucap Aditia ke Rangga


"Ya sudah minum dulu, mungkin leher Aditia sakit karna menyanyi sambil teriak-teriak"


Aditia meminum air yang di berikan Rangga. lalu melanjutkan kembali nyanyiannya.


30 menit Rangga dan keluarga kecilnya sampai, ia memarkirkan mobilnya lalu turun dengan menggenggam tangan Aditia, dan Gavin di genggam oleh Kinar.


Aditia merengek minta di gendong karna kakinya sudah kecapean, sedangkan Gavin ia terus mengenggam tangan Kinar tanpa mengeluh kecapean.


Aditia di turunkan dari gendongan Rangga, karna mereka saat ini sedang makan. Aditia melirik kesana kemari sampai ia melihat sesuatu yang membuatnya penasaran. Aditia melepaskan genggaman tangannya dari Rangga. ia berjalan mendekati tempat itu namun sebelum tiba kesana Aditia di hadang oleh seseorang.


Pria itu menatap Aditia, begitupun Aditia. ia mencoba mensejajarkan tingginya dengan membungkuk.


Pria itu memegang pundak Aditia dan menatap Aditia dengan wajah yang membuat Aditia ketakutan.


"Kamu siapa?"


"Aku? Aku adalah musuhmu" ucap pria itu


"Musuh?" ucap Aditia dengan kebingungan


Pria itu mulai mengeraskan pegangannya di pundak Aditia, dan menatapnya dengan tatapan tak terbacakan.


"Kamu kenal orang itu?" tanya pria itu sambil menatap ke arah Rangga dan Kinar


"Dia adalah Daddy dan mommy"


"Bukan, mereka adalah orang jahat, dan seorang pembunuh"

__ADS_1


"Gak, mereka orang baik" ucap Aditia


"Mereka adalah pembunuh dan orang jahat" ucap pria itu dengan membentak sambil berteriak


Aditia menangis air matanya keluar.


"Kenapa kamu menangis?"


"Om jahat, Daddy dan mommy orang baik"


Gavin yang menyadari Aditia tak berada di dekat mereka, ia mencarinya dengan melebarkan pandangannya. tatapan Gavin terhenti ketika melihat Aditia sedang bersama dengan seorang pria.


Gavin berjalan ke arah Aditia, namun langkahnya terhenti ketika mendengar pria itu membentak Aditia saudara kembarnya sampai menangis. seketika raut wajah Gavin berubah menjadi marah, ia mengambil sebuah batu dan melemparkannya dengan keras ke punggung pria itu. pria itu meringis kesakitan karna lemparan Gavin.


Pria itu membalikan tubuhnya dan menatap ke arah Gavin.


"Bagaimana mungkin anak kecil seperti itu tapi lemparannya begitu keras" ucap pria itu penuh tanya siapa Gavin sebenarnya.


Gavin terlihat begitu kesal karna melihat Aditia menangis. ia melemparkan sekali lagi batu ke arah pria itu, dan Praakk tepat kena sasaran.


Gavin mengenainya tepat di wajahnya yaitu di atas kening pria itu.


"Sial, kepalaku berdarah" ucap pria itu dengan terkejut melihat kepalanya berdarah.


Gavin saling melempar pandangan dengan pria itu, ketika Gavin mencoba mengambil kembali batu, namun gagal karna saat ini Rangga dan Kinar memanggil mereka.


Pria itu pergi meninggalkan Aditia dengan terus menatap Gavin, begitupun sebaliknya Gavin menatap pria itu sambil punggung pria itu tak terlihat lagi.


Rangga menggendong Aditia dengan khawatir ketika melihat mata Aditia sembab karna menangis.


"Ada apa sayang kenapa kamu menangis?"


"Hiks..hiks.. kata orang itu Daddy dan mommy jahat dan pembunuh" jawab Aditia dengan menunjuk arah pria itu pergi


Rangga dan Kinar terkejut mendengar apa yang di katakan Aditia. tapi Rangga dan Kinar tak melihat pria yang mencurigakan di sana.


Kinar dan Rangga Saling bertatapan mereka mulai khawatir dengan apa yang terjadi. namun mereka akan membahas apa yang terjadi setiba di rumah nanti, sekarang Kinar dan Rangga membujuk Aditia dan Gavin agar terlihat tenang dan meyakinkan kalau orang itu hanyalah orang gila yang ingin bercanda dengan Aditia.


Malam itu mereka kembali dengan Aditia dan Gavin tertidur di mobil, Rangga dan Kinar terus memikirkan siapa pria yang berani mengganggu kedua putranya.


Rangga berjanji pada dirinya jika sampai ia menemukan orang yang membuat putranya menangis dan ketakutan, ia akan menyiksanya dan membunuhnya tanpa pengampunan.


Rangga dan Kinar terus memikirkan orang yang di maksudkan Aditia sehingga tak terasa mereka telah sampai di rumah.

__ADS_1


__ADS_2