
Lia adalah sahabat Kinar yang paling mengerti dengan keadaan kinar. Lia begitu terlihat baik-baik saja di depan sahabatnya namun Lia adalah seseorang yang harus kuat menghadapi kerasnya dunia, di mana di dunia ini kapan saja orang bisa berubah. ia harus menghadapi ibu tirinya yang begitu kejam.
Setelah kematian ibunya Lia tinggal bersama dengan ayahnya, ayahnya bekerja sebagai supir taksi yang selalu pulang di malam hari. Lia begitu bahagia bersama dengan ayahnya walaupun ibunya tak lagi bersama mereka.
Ayah Lia begitu menyayangi nya, setiap ayahnya pulang ayahnya membawakan sesuatu untuk Lia. namun semua itu telah berubah ketika ayah Lia menikah lagi dengan wanita lain yang saat ini menjadi ibu tirinya.
Selain ibu tirinya ia tinggal bersama dengan adik tirinya, Lia sebelum ke kampus dan pulang dari kampus harus membersihkan rumah, melayani ibu tirinya dan juga adik tirinya.
Yang dulunya Lia adalah anak yang di manjakan oleh kedua orang tuanya namun sekarang Lia hanyalah seorang anak yang harus melakukan apa yang ibu tirinya katakan.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah Lia pergi istrahat dan kamar yang Lia tempati saat ini adalah gudang.
Ayah Lia mulai berubah setelah menikah dengan wanita lain, sehingga Lia mengikuti apa yang ayahnya katakan, hanya demi menyenangkan adiknya ia merelakan kamarnya, ia tinggalkan dan pindah di gudang.
Lia yang awalnya membantah namun bantahannya malah membuatnya tidak mendapatkan pembelaan.
"Aku gak mau pergi dari kamar ini"
"Tapi aku mau di kamar ini, dan aku gak mau ada orang lain di sini" ucap adiknya, Serina.
"Tapi ini adalah kamarku, kamu pergi saja di kamar sebelah"
__ADS_1
"Gak, aku mau di sini"
Perdebatan itu terdengar di telinga ibu tirinya, dengan rasa penasarannya ribut-ribut di kamar ia pergi menuju ke kamar Lia
"Ada apa ini, kenapa kalian ribut" ucap Mira selaku ibu tiri Lia
Serina yang melihat ibunya datang, ia mendekati ibunya dengan merengek.
"Bu, aku mau tinggal di kamar ini, tapi aku gak mau berbagi aku ingin sendiri"
"Iya sayang, kamu bisa memiliki kamar ini, tenang saja" ucap Mira dan mengalihkan tatapan ke arah Lia
"Berikan kamar ini ke Serina adikmu. dan kamu silahkan tidur di tempat lain"
"Tapi Bu, ini kamar milik Lia"
"Kamu membatah perintah saya?, kamu sudah mulai berani melawan saya?!" ucap Mira dengan menarik rambut Lia
"Ampun Bu" ucap Lia sambil meringis kesakitan
Mira, ibu tiri Lia tak menghiraukan rintihan suara Lia yang kesakitan
__ADS_1
"Aawww, sakit Bu"
"Mau melawan kamu?"
"Gak Bu, Lia akan pindah dari kamar ini dan kamar ini menjadi milik Serina"
Mendengar apa yang Lia katakan, Mira tersenyum sambil menatap putrinya Serina. Serinapun membalas senyuman jahat itu.
"Kamu dengar kan sayang, kalau mulai hari ini kamar ini akan menjadi milikmu sepenuhnya"
"Iya Bu, Serina senang akhirnya kamar ini menjadi miliku"
Lia yang sekarang mengambil pakaiannya dan beberapa barang berharganya, dan juga barang kenangan peninggalan ibunya.
Lia menangis mendengar percakapan dan tawa ibu dan anak yang jahat itu.
Lia terus membereskan pakaian dan barang-barangnya agar tak ada satupun ia tinggalkan di kamar itu.
Lia tak melawan mereka karna ia berfikir suatu saat nanti ibu tirinya dan adik tirinya akan berubah.bisa menyayangi dirinya, menerima dirinya bukan hanya ayahnya saja, namun sudah beberapa bulan ibu tiri dan adik tirinya tidak berubah. hanya ayahnyalah yang berubah dengan mengikuti apa yang ibu tirinya katakan, bahkan Lia selalu salah di mata ayahnya.
Namun Lia tidak pernah membenci ayahnya, karna yang ia miliki saat in, di dunia ini hanyalah ayahnya seorang.
__ADS_1