
Kinar sampai di apartemennya, ia melihat Lia duduk sendiri di taman dengan tatapan tak terbaca kan.
Kinar mendapatkan informasi kalau penculikan dan penyiksaan di lakukan oleh ibu tiri dan adik tirinya Lia sendiri, hanya karna demi uang mereka melakukan semua itu ke Lia. dan Kinar belum tau pasti siapa orang yang di belakang ibu tiri Lia.
Kinar mendekati Lia, Kinar mencoba seceria mungkin untuk menghibur Lia.
"Hey, koq pagi-pagi udah melamun aja neng. gak baik loh gadis ngelamun di pagi hari" ucap Kinar dengan memeluk Lia
"Kapan kamu datang?" tanya Lia
"Udah setahun lalu tapi aku nyasar mencari keberadaan sahabatku yang cantik"
"Apaan sih Kinar" ucap Lia dengan tersenyum
"Gitu dong, masih gadis gak boleh ngelamun, entar di culik sama genderu*o"
"Gak apa-apa, siapa tau genderu*onya tampan ya kan"
"Ganteng dari mananya"
"Kan siapa tau dia pangeran ganteng tapi di kutuk iyakan" ucap Lia dengan tersenyum lebar
Kinar langsung menempelkan tangannya ke dahi Lia.
"Kamu gak sakit kan Lia?"
"Gak, aku baik-baik aja Kinar, kenapa sih?"
"Aku baru dengar loh kalau ada gender*o karna kutukan gitu" ucap Kinar
"Udah ah, kita kan hanya bercanda doang, gak usah bahas itu ntar dia beneran muncul lagi" ucap Lia
Kinar dan Lia saling bercanda dan tertawa melepaskan beban yang ada di pikiran mereka.
"Eee bentar-bentar" ucap Lia dengan menatap Kinar
__ADS_1
Kinar yang merasa dirinya di tatap oleh Lia dengan tatapan berbeda, Kinar mengerutkan kedua keningnya.
"Ada apa Lia?"
"Kamu belum menceritakannya"
"Cerita apaan sih Lia" tanya Kinar yang pura-pura tidak tau
"Gak perlu berpura-pura seperti itu Kinar, sekarang cepat ceritain kenapa kamu gak mengundang kita di pernikahan kamu?" tanya Lia
Kinar terbatuk dan pura-pura pergi.
"Tenggorokanku tiba-tiba kering, bentar ya Lia aku mau ke belakang dulu mau minum" ucap Kinar dengan pergi meninggalkan Lia.
Lia yang melihat Kinar menghindar dari pertanyaannya, Lia mengikuti Kinar.
"Udah deh gak usah mengalihkan pembicaraan, sekarang kamu harus menceritakannya padaku" ucap Lia dengan terus mengikuti Kinar.
Setelah minum Kinar berpura-pura menelfon agar Lia melupakan dengan rasa ingin tahunya.
Kinar langsung menatap Lia. ketika mendengar Lia akan pergi kembali ke rumah ibu tirinya yang seperti neraka.
Kinar menarik nafasnya lalu mengeluarkannya kembali.
"Okey, okey aku akan menceritakan semua tentang aku Rangga"
"Gitu dong dari tadi, jadi aku gak perlu susah-susah ngancem kamu" ucap Lia sambil tersenyum
"Puas kamu"
"Aku bakal puas kalau kamu sudah menceritakannya semua ke aku"
"Dasar tukang ngancem"
"Biarin aja"
__ADS_1
Kinar dan Lia duduk di ruang tamu sambil mengunyah cemilan.
"Sekarang apa yang ingin kamu ketahui Lia?" tanya Kinar
"Semuanya, tentang kamu dan Rangga. bagaimana kalian bisa menikah"
Kinar tidak ingin membahas tentang rumah tangga dirinya dan Rangga, ia tidak ingin Lia khawatir dengan keadaannya, yang saat ini di rumahnya ada wanita yang berusaha menghancurkan rumah tangganya.
Kinar menceritakan dari awal dirinya bertemu dengan Rangga, sampai mereka menikah. Rangga dan kinar menikah karena adanya hubungan persahabatan antara ayah Rangga dan ayahnya.
Lia mendengar apa yang kinar katakan, Lia tidak terima karena selama setahun kinar menyembunyikan dirinya yang berstatuskan sebagai istri.
Namun Kinar menjelaskan alasannya agar Lia mengerti dan mau memaafkan kinar.
"Wuaa parah kamu kinar, ini yang dinamakan persahabatan?" ucap Lia dengan beranjak dari tempat duduknya
"Gak gitu Lia, aku kan sudah memberitahmu alasan aku sampai menyembunyikan hubunganku dengan Rangga ke kalian"
"Stop kinar, kamu bukan sahabatku lagi. sahabat macam apa yang tidak terbuka dengan sahabatnya" ucap Lia dengan berpura-pura marah untuk mengerjai Kinar
"Lia, maafin aku. aku gak ada maksud bohongin kamu"
"Udah, kamu bukan sahabatku lagi"
"Jangan ngomong seperti itu Lia" ucap Kinar dengan terus memeluk Lia.
"Aku tau aku salah, tapi semua butuh waktu untuk memberitahu kalian" ucap Kinar lagi dengan melepaskan pelukannya ke Lia.
Lia yang melihat Kinar melepaskan pelukannya, Lia langsung menatap Kinar, dan langsung memeluk Kinar.
"Aku mengerti Kinar, dan semua itu hanya bercanda. emang aku sahabat seperti itu yang tidak mengerti dengan keadaan sahabatnya" ucap Lia dengan mengomel
"Apa, jadi kamu menjahiliku Lia" ucap Kinar dengan mengklitik tubuh Lia.
"Stop Kinar, stop!!" teriak Lia karna sudah tidak tahan lagi dengan rasa geli di tubuhnya.
__ADS_1