
Rangga yang mendengar ucapan kinar tersenyum, ia tidak menyangka kalau kinar belum pernah berciuman bahkan Rangga beruntung mendapatkan ciuman pertama istrinya, kinar.
"Ciuman pertama!" ucap Rangga sambil memegang bibirnya
Rangga tersenyum bahagia dan detak jantungnya pun semakin cepat tapi ia tidak memperdulikannya.
Kinar keluar dari kamarnya, ketika membuka pintu kamar ia terkejut karna ada berly di luar.
"Good morning" ucap kinar dengan wajah yang berseri-seri.
Kinar pergi meninggalkan berly yang masih berdiri dengan wajahnya yang penuh kekesalan terhadap kinar.
Berly langsung masuk ke dalam kamar, ia mencari keberadaan Rangga.
Rangga yang saat ini sedang merapikan pakaiannya sambil tersenyum.
Berly yang melihat Rangga senyum-senyum dalam bercermin membuatnya kesel, ia mengepalkan kedua tangannya.
"Lihat saja kinar, aku akan membuatmu pergi dari rumah ini dengan penuh hina" ucap Berly dengan melototkan matanya.
Rangga yang melihat Berly kekasihnya berada di ruangan ganti itu langsung memanggil nama kekasihnya
"Berly... " panggil Rangga
"Iya sayang" jawab Berly dengan mendekati Rangga dan merapikan das yang di pakai Rangga.
Rangga dan Berly turun bersama, Berly menggenggam lengan Rangga dengan kedua tangannya mereka berjalan bersama.
Kinar yang berada di meja makan itu melihat kebersamaan mereka
"Dasar " ucap kinar dengan suara kecilnya
__ADS_1
"Sayang berikan piringmu biar ku ambilkan nasi"
Rangga menatap Berly dan menatap Kinar. kinar yang mendengar apa yang Berly ucapkan membuatnya menatap Rangga. namun ketika Rangga menatapnya kembali kinar tersenyum sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Iya sayang, ini piringku" ucap Rangga dengan memberikan piringnya ke berly
Berly tersenyum dengan meledek kinar
"aku akan membuatmu tidak betah di rumah ini kinar" batin berly sambil mengambil nasi dan lauk yang di letakan di piring Rangga.
Mereka sarapan pagi bersama, kinar yang sudah punya janji dengan teman-temannya bahwa hari ini mereka akan menyelesaikan administrasi pendaftaran wisuda mereka.
Kinar pergi meninggalkan mereka berdua, dengan kinar mencium Rangga di depan Berly, ia berani mencium Rangga agar Berly terbakar api keselnya.
"Aku pergi dulu suamiku, jangan lupa habiskan sarapannya" ucap kinar lalu ia pergi.
Rangga yang merasakan ciuman itu terdiam dengan mengedip-ngedipkan matanya dan menahan jantungnya yang terus berdetak dengan cepat.
"Dasar wanita gila" batin Rangga
Berly yang melihat kinar kembali lagi membuatnya ingin membunuh kinar.
Kinar tersenyum sambil menjulurkan lidahnya dengan matanya di buat juling untuk memanasi Berly.
"Dasar wanita miskin, awas kamu" batin Berly dengan tidak terima apa yang kinar lakukan.
Rangga berdiri dari kursi.
"Kamu mau kemana sayang, habiskan dulu sarapanmu"
"Gak, aku udah kenyang" ucap Rangga.
__ADS_1
"Ya sudah, aku antar sampai depan yaa"
"Hmmmm"
Bi Nur yang melihat sikap wanita itu yang pura-pura baik dan lembut di depan tuannya, membuat dirinya ingin mengusirnya tapi ia tidak punya kuasa karna dirinya hanyalah pembantu di rumah itu.
Setelah Rangga pergi, Berly teriak-teriak memanggil pembantu yaitu Bi Nur.
"Bi Nur"
"iya non"
"Cepat bersihkan semuanya, buang makanan yang di sentuh wanita miskin itu, dan Ingat kamu harus membuat dia tidak betah di rumah ini mengerti! ucap Berly dengan membentak Bi Nur.
Bi Nur yang mendengarkan perintah Berly hanya diam saja, ia tidak berani melakukannya karna kinar adalah wanita yang baik, ia sudah menganggapnya sebagai putrinya sendiri.
"Apa kamu tidak mendengar apa yang aku katakan?"
"Iya non"
"Kamu mau di pecat, kamu mau aku tendang dari rumah ini haaaa" bentak Berly lagi
"Tidak non"
"Kalau gak mau kamu harus nurutin apa yang aku katakan, karna aku adalah nyonya Rangga yang sesungguhnya di rumah ini bukan wanita miskin itu"
"Iya non, Bibi minta maaf"
"Aku gak mau dengar permintaan maafmu,yang ingin aku dengar kamu melakukan apa yang aku perintahkan, jika sampai kamu tidak melakukannya siapa-siap kamu akan di tendang dari rumah ini, mengerti kamu ?"
"Iya non, saya mengerti" ucap Bi nur dengan ketakutan.
__ADS_1
"Bagus"
Berly pergi meninggalkan Bi nur.